MALANG – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat perannya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Konferensi Kerja (Konker) II Tahun 2026 yang digelar di Kampung Kidz Malang, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pendidik TK untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan langkah ke depan. Konker II mengusung tema “Membangun Organisasi yang Solid, Meningkatkan Kesejahteraan Guru TK, Menghadirkan Pendidikan Anak Usia Dini Bermakna dan Menggembirakan”.
Sebanyak 54 guru TK yang merupakan perwakilan IGTKI-PGRI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para utusan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen kolektif untuk memajukan dunia TK di Kabupaten Probolinggo.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn mengungkapkan Konker II ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan laporan kegiatan organisasi selama tahun 2025. “Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk membahas dan mematangkan program kerja (proker) tahun 2026 agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi guru TK,” katanya.
Menurut Vivien, perencanaan program yang matang sangat diperlukan agar seluruh kegiatan organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan guru serta perkembangan dunia pendidikan anak usia dini. Tidak hanya itu, Konker II juga menjadi ajang persiapan menghadapi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru TK Tahun 2026.
“Melalui forum ini, kami ingin memastikan seluruh program kerja dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi guru TK, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Probolinggo di tingkat Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.
Selain agenda utama berupa pembahasan program kerja dan laporan kegiatan jelas Vivien, Konker II juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antar pengurus IGTKI-PGRI kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. “Kebersamaan ini sangat penting sebagai fondasi dalam membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menariknya, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diselenggarakan workshop gratis bagi peserta. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru TK, dengan materi yang disampaikan oleh mitra IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo. “Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat sambutan positif karena memberikan tambahan wawasan dan keterampilan praktis bagi para pendidik,” lanjutnya.
Vivien berharap seluruh program kerja tahun 2026 dapat direalisasikan sesuai rencana dan target yang telah disepakati. Dengan dukungan dan sinergi seluruh pengurus serta anggota, ia optimistis mampu terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Probolinggo.
“Ke depan, IGTKI-PGRI menaruh harapan besar agar keikutsertaan dalam Porseni Guru TK 2026 di tingkat Provinsi Jawa Timur dapat menjadi ajang prestasi sekaligus memperkuat eksistensi guru TK Kabupaten Probolinggo di kancah regional,” pungkasnya. (Bambang)







