Lumajang – Aksi duel carok yang diduga dipicu perselisihan pribadi menggemparkan warga Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Kamis (21/5/2026) menjelang waktu Dhuhur. Peristiwa berdarah tersebut berakhir tragis setelah satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara seorang lainnya mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban meninggal diketahui bernama Abdul Karim Marzuki (60), warga setempat. Sementara lawannya, Wasil, yang disebut masih memiliki hubungan keluarga sebagai saudara sepupu korban, mengalami luka serius dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi di area lahan sengon milik warga. Sebelum kejadian, Abdul Karim disebut baru saja pulang mencari ramban atau pakan ternak.
Menurut keterangan Saniyeh, istri korban, suaminya sempat mengalami perselisihan dengan Wasil di tengah perjalanan pulang. Setelah terjadi adu mulut, keduanya diduga sepakat menyelesaikan persoalan dengan cara duel carok.
“Suami saya sempat pulang ke rumah, meletakkan ramban, lalu mengambil celurit. Waktu itu sempat pamit mau carok. Saya sudah melarang,” ujar Saniyeh saat ditemui di kamar jenazah Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang.
Saniyeh mengaku tidak menyangka larangannya tidak dihiraukan. Beberapa saat setelah suaminya pergi, kabar buruk datang bahwa telah terjadi duel yang mengakibatkan korban mengalami luka berat.
Akibat peristiwa tersebut, Abdul Karim mengalami sejumlah luka serius pada bagian paha, wajah, dan belakang kepala. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, Wasil juga mengalami luka cukup parah, terutama pada bagian perut. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang.
“Lawannya itu Wasil, tetangga kami dan masih saudara sepupu,” kata Saniyeh.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga sekitar. Selain karena terjadi di siang hari, duel itu juga melibatkan dua orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, luka yang diderita Abdul Karim dilaporkan terlalu parah sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, motif pasti yang melatarbelakangi perselisihan antara kedua pihak masih belum diketahui secara jelas. Aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa penyidik saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan rangkaian peristiwa yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Polisi juga diperkirakan akan meminta keterangan dari sejumlah saksi, keluarga korban, serta pihak-pihak yang mengetahui awal mula perselisihan. Selain itu, penyidik akan mendalami kondisi korban yang masih menjalani perawatan guna memperoleh gambaran utuh terkait insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyelesaian konflik melalui kekerasan hanya akan menimbulkan kerugian dan penderitaan bagi semua pihak. Aparat mengimbau masyarakat untuk mengedepankan jalur musyawarah dan penyelesaian hukum apabila menghadapi persoalan atau sengketa, sehingga tidak berujung pada tindakan yang membahayakan keselamatan jiwa.
(Edi D/Bambang/*)
- ANCA AJUDAN BUPATI LEWATI BATAS WEWENANG TERIAK LANTANG DAN ANCAM WARTAWAN CITRA PEMERINTAHAN RUSAK PARAH
- UPDATE SIDANG TIPIKOR: Tabir Perseteruan Keluarga dan Misteri Sita Jaminan Dana Hibah PP Al-Ibrohimi Mulai Terbongkar!
- Ketua LSM LIBAS88 Muhyiddin Evyni Siap Gelar Demo Terkait Viral Dugaan Nikah Siri NH








Respon (2)