Kabupaten Kuningan | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut membantu pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (22/10). Dalam kegiatan tersebut, ia bekerja bersama anggota TNI-Polri dan sejumlah warga yang turut membantu upaya pemadaman. Kehadiran gubernur di lokasi menjadi bagian dari penanganan kebakaran yang berlangsung di kawasan gunung tersebut.
Dedi tidak hanya menyampaikan perhatian terhadap kejadian itu, tetapi juga terlibat langsung bersama pihak lain yang berada di lapangan. Para anggota TNI-Polri dan warga bekerja bersamaan dalam kegiatan pemadaman. Informasi mengenai keterlibatan mereka menjadi inti peristiwa yang berlangsung pada Kamis tersebut. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai proses teknis pemadaman yang dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia.
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Ciremai, wilayah Kabupaten Kuningan. Dedi Mulyadi datang dan ikut membantu, sementara personel TNI-Polri serta sejumlah warga juga terlibat dalam upaya tersebut. Uraian ini menempatkan fokus pada tindakan para pihak di lokasi, tanpa menyimpulkan penyebab maupun keadaan kebakaran di luar informasi yang telah disampaikan. Dengan demikian, peristiwa yang diketahui adalah keterlibatan bersama dalam pemadaman, bukan rincian lain yang belum dikonfirmasi.
Keterlibatan langsung kepala daerah bersama aparat dan masyarakat menggambarkan siapa saja yang membantu dalam penanganan kejadian itu. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan asal mula kebakaran, luas area yang terbakar, ataupun dampak yang ditimbulkannya. Karena itu, keterangan mengenai peristiwa ini terbatas pada lokasi, waktu, serta pihak-pihak yang ikut membantu pemadaman. Dedi Mulyadi, anggota TNI-Polri, dan sejumlah warga tercatat bekerja bersama di kawasan Gunung Ciremai pada Kamis (22/10). Rincian tambahan mengenai keadaan di lokasi tidak disertakan dalam keterangan tersebut.
Dedi Mulyadi menawarkan upah sebesar Rp250 ribu kepada setiap warga yang membantu memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai selama satu hari. Tawaran tersebut ditujukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pengendalian api, terutama ketika kebakaran membutuhkan tenaga tambahan di lapangan. Warga yang ikut membantu akan memperoleh bayaran harian sesuai dengan tawaran yang disampaikan Dedi. Ia mengajak masyarakat di Desa Seda, Desa Cibuntu, serta wilayah Kecamatan Pasawahan untuk terlibat dalam proses pemadaman. Ajakan itu disampaikan sebagai bagian dari usaha bersama untuk mencegah kobaran api meluas ke area lain.
Selain menyampaikan tawaran upah, Dedi meminta kepala desa, ketua RT dan RW, serta camat setempat agar mengerahkan warga di wilayah masing-masing. Para pemimpin setempat diharapkan dapat membantu mengoordinasikan partisipasi masyarakat, sehingga warga yang bersedia turun tangan dapat bergabung secara terarah. Keterlibatan mereka dipandang penting untuk mendukung petugas yang menangani kebakaran dan mempercepat upaya membatasi penjalaran api. Dedi menekankan agar masyarakat dari desa-desa yang disebutkan turut membantu, dengan tetap memperhatikan arahan dan koordinasi di lapangan. Melalui langkah tersebut, ia berharap penanganan kebakaran dapat dilakukan bersama dan risiko api mencapai kawasan permukiman maupun lingkungan sekitar dapat ditekan. Tawaran Rp250 ribu per hari menjadi bentuk kompensasi bagi warga yang menyediakan waktu dan tenaga untuk membantu selama sehari.
Dedi mengemukakan bahwa kebakaran yang terus meluas dapat berdampak serius terhadap kehidupan warga di kawasan tersebut. Menurutnya, apabila api menjalar tanpa berhasil dikendalikan, masyarakat setempat berisiko kehilangan kehidupan mereka. Pernyataan itu menjadi alasan bagi Dedi untuk mendorong warga agar segera ikut membantu upaya pemadaman, sekaligus mengajak aparat desa dan kecamatan menggerakkan masyarakat. Pesan tersebut menyoroti pentingnya tindakan bersama sebelum kebakaran mencapai wilayah yang lebih luas. Ajakan kepada warga Desa Seda, Desa Cibuntu, dan Kecamatan Pasawahan disertai imbauan kepada para pemimpin lokal untuk memastikan pengerahan warga berjalan. Dengan demikian, tawaran upah harian dan koordinasi masyarakat diarahkan untuk membantu menghentikan api agar tidak terus menjalar dan mengancam warga serta kawasan di sekitar Ciremai.
Dedi Mulyadi menyatakan akan memberikan bonus kepada warga yang membantu memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai apabila api dapat segera diatasi. Tawaran tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan masyarakat dalam upaya penanganan kebakaran. Ia mendorong warga untuk ikut membantu, dengan tetap memperhatikan koordinasi dan arahan petugas di lapangan. Menurut Dedi, semakin banyak orang yang terlibat dalam pemadaman, semakin besar pula tenaga yang dapat dikerahkan untuk mengendalikan api. Pernyataan mengenai bonus itu menjadi insentif bagi warga yang bersedia berpartisipasi, sementara prioritas utama tetap pada penanganan kebakaran secara cepat dan terkoordinasi.
Dedi juga menyampaikan perkiraan mengenai waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran jika jumlah personel yang membantu cukup besar. Ia mencontohkan, pengerahan sekitar 1.000 orang berpotensi membuat kebakaran selesai ditangani dalam waktu satu jam. Perkiraan tersebut merupakan pandangan Dedi mengenai kemungkinan yang dapat dicapai melalui pengerahan banyak tenaga, bukan laporan bahwa api telah padam dalam durasi tersebut. Kondisi kebakaran, luas area yang terdampak, akses menuju lokasi, cuaca, serta ketersediaan peralatan dapat memengaruhi proses pemadaman. Karena itu, angka waktu yang disebutkan perlu dipahami sebagai ilustrasi untuk menekankan pentingnya dukungan tenaga, bukan kepastian hasil.
Ia mengaitkan jumlah warga yang membantu dengan peluang untuk mengendalikan api lebih cepat. Dalam situasi kebakaran, keterlibatan masyarakat dapat mendukung petugas, tetapi pelaksanaannya tetap perlu mengikuti kebutuhan dan keselamatan di lokasi. Warga yang ikut serta harus berkoordinasi dengan pihak yang menangani pemadaman agar bantuan tidak menghambat akses ataupun menambah risiko. Pernyataan Dedi tentang bonus dan kemungkinan pemadaman dalam satu jam menggambarkan dorongannya agar penanganan dilakukan secara bersama-sama. Namun, keberhasilan dan kecepatan pemadaman tetap bergantung pada kondisi nyata di lapangan serta langkah yang diambil oleh petugas. Dengan demikian, janji bonus tersebut disampaikan sebagai apresiasi, sedangkan estimasi waktunya mencerminkan perkiraan Dedi, bukan kepastian bahwa kebakaran Ciremai telah berhasil dipadamkan.
Upaya membantu pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Ciremai menjadi perhatian Dedi Mulyadi pada Kamis (22/10). Ia menyampaikan ajakan kepada warga untuk ikut membantu petugas dan pihak terkait dalam menangani kebakaran tersebut. Menurut pernyataan Dedi yang dikutip dari akun Instagram resminya pada Jumat (23/10/2026), warga yang terlibat dalam upaya pemadaman akan memperoleh upah harian. Ia juga menyebut adanya bonus bagi warga yang membantu. Tawaran itu disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan penanganan kebakaran, sekaligus dorongan agar bantuan dapat dilakukan bersama-sama secara terkoordinasi.
Ajakan kepada warga tersebut muncul ketika penanganan api di Gunung Ciremai membutuhkan perhatian dan tenaga. Dedi mengarahkan masyarakat yang ingin membantu agar berperan dalam upaya pemadaman, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan koordinasi di lapangan. Informasi mengenai upah harian, bonus, serta ajakan kepada warga seluruhnya merujuk pada pernyataan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya, bukan keterangan dari pihak lain. Dengan menyampaikan tawaran tersebut, Dedi menekankan bahwa kontribusi masyarakat memiliki arti dalam membantu proses penanganan kebakaran. Bantuan warga diharapkan dapat mendukung langkah petugas dan pihak yang bekerja di kawasan terdampak, tanpa mengesampingkan keselamatan serta pengaturan kerja di lokasi.
Dedi juga menjelaskan bahwa kehadirannya di Ciremai dimungkinkan setelah memperoleh izin untuk tidak mengikuti kegiatan bersama Presiden di Jakarta pada Kamis (22/10). Ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atas izin tersebut. Pernyataan terima kasih itu menjadi penutup keterangannya mengenai kesempatan untuk membantu penanganan kebakaran.
Baca juga: Aksi Sigap Babinsa Dan Warga Padamkan Kebakaran Hutan Jati Di Pagerwojo Blitar | Aksi Cepat Tanggap Babinsa Bersama Warga Dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan Bambu Di Kesamben | Sinergi Cepat Babinsa Bersama Warga Dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Jati Di Sutojayan











