banner 728x250

DKUPP Probolinggo Gelar Pelatihan Koperasi, Gus Haris Ingatkan Pentingnya SDM Unggul

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas usaha koperasi di Alino Cafe & Eatery Kraksaan, Kamis (11/9/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh 24 Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Acara turut dihadiri Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, didampingi Sekretaris DKUPP Saiful Farid Cahyono Bakti, serta Kepala Bidang Perkoperasian, Ary Sulistyowati.

banner 325x300

Dalam pelatihan, peserta mendapat materi seputar jati diri koperasi, prinsip-prinsip gotong royong, hingga strategi peningkatan kesejahteraan anggota. Ketua PKPRI Probolinggo, Edy Supangkat, yang juga memimpin KPRI Koppi Semi—koperasi berprestasi yang meraih penghargaan dari Bupati—memberikan paparan inspiratif mengenai manajemen koperasi. Selain itu, sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang dukungan Dana Desa untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipandu oleh Tenaga Profesional Pendamping Desa Tangguh, Hendrawan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kotaanyar sebagai pejabat paling progresif dalam pembentukan KDKMP.

Sekretaris DKUPP, Saiful Farid, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal pendampingan koperasi di 330 desa dan kelurahan Kabupaten Probolinggo. “Setelah ini, kami akan melaksanakan bimbingan teknis di seluruh 24 kecamatan, diikuti oleh pengurus dan pengawas KDKMP,” ungkapnya.

Pesan Tegas Bupati Haris

Dalam arahannya, Bupati Haris menekankan pentingnya keberlanjutan percepatan pembangunan desa melalui optimalisasi koperasi. Menurutnya, program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto harus dijalankan dengan fokus pada potensi lokal.

“Dari 325 desa dan 5 kelurahan, seluruhnya harus sudah mengidentifikasi potensi unggulan yang bisa dikembangkan. Jangan sampai hanya terjebak pada anggaran. Tata kelola dan SDM yang profesional adalah kuncinya,” tegasnya.

Haris menyoroti masih rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa yang kerap menjadi hambatan pengembangan koperasi. “Skill SDM harus disiapkan. Ini bukan lagi seremonial, melainkan program nyata untuk menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Gali Potensi Desa, Dorong Ekonomi Lokal

Bupati juga mengajak masyarakat desa untuk menggali kembali potensi lama yang pernah berjaya, seperti pertanian kopi dan industri pengolahan hasil bumi. “Kita perlu menghidupkan kembali pabrik-pabrik kecil di desa. Koperasi bisa mengambil peran besar untuk mendongkrak ekonomi warga,” ujarnya.

Untuk memastikan kinerja berjalan optimal, Bupati Haris memperkenalkan sistem penilaian dan kompetisi antar kecamatan. Camat, menurutnya, harus berperan layaknya seorang CEO yang bertanggung jawab penuh terhadap pembangunan wilayahnya.

“Mulai dari urusan sampah, pendidikan, hingga pelayanan publik, camat harus bisa mengelola. Ada reward bagi yang progresif, tapi juga sanksi evaluasi bagi yang tidak menunjukkan hasil,” kata Haris menegaskan.

Evaluasi Mulai Oktober

Bupati Haris menargetkan evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah Oktober 2025. Setiap kecamatan diharapkan mampu menunjukkan progres konkret dalam pembentukan dan pengelolaan koperasi.

“Setelah Oktober nanti, kita ingin melihat hasil nyata. Harapannya, Kabupaten Probolinggo bisa menjadi salah satu daerah dengan progres koperasi terbaik di Indonesia,” pungkasnya.

(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan