Serang | Juventus harus puas bermain imbang 2-2 melawan Rennes pada matchday ketiga fase liga Liga Europa 2026-2027. Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi tuan rumah, yang sempat memimpin lebih dahulu dan bermain di hadapan pendukung sendiri. Mereka membuka laga dengan cepat melalui Zeki Celik pada menit kelima. Gol itu tercipta setelah Celik menerima umpan Nick Woltemade dan menuntaskannya untuk membawa Juventus unggul 1-0. Awal yang menjanjikan tersebut memberi Juventus kesempatan mengendalikan pertandingan, tetapi Rennes segera merespons dan menunjukkan bahwa mereka tetap mampu memberi tekanan kepada tim tuan rumah.
Rennes menyamakan kedudukan pada menit ke-15 lewat Musa Al-Taamari, sehingga keunggulan Juventus hanya bertahan selama sepuluh menit. Skor 1-1 membuat pertandingan kembali terbuka. Menjelang turun minum, Rennes memperoleh penalti dan Boulaye Dia menjalankan tugasnya untuk membalikkan keadaan. Gol tersebut membawa tim tamu unggul 2-1 saat memasuki jeda, sekaligus menambah tekanan kepada Juventus setelah mereka kehilangan keunggulan awal. Bagi tuan rumah, tantangan pada babak kedua adalah mengejar skor tanpa membiarkan Rennes memperlebar jarak. Meski demikian, mereka tetap memiliki peluang untuk kembali menyamakan kedudukan dan menghindari kekalahan di kandang.
Upaya Juventus menghasilkan gol penyeimbang pada menit ke-67. Woltemade mencetak gol melalui titik penalti, mengubah skor menjadi 2-2 dan memberi tuan rumah kesempatan untuk kembali mengejar kemenangan. Namun, Juventus tidak mampu mempertahankan momentum tersebut untuk menciptakan gol tambahan. Mereka harus menerima satu poin, meski bertanding di hadapan pendukung sendiri dan sempat unggul pada awal laga. Pada menit ke-88, Jhon Lucumi sempat mencetak gol yang berpotensi mengubah hasil akhir. Akan tetapi, setelah pemeriksaan VAR, gol itu dianulir karena Lucumi berada dalam posisi offside. Keputusan tersebut memastikan skor tetap 2-2 hingga laga berakhir. Dengan demikian, Juventus gagal mengamankan kemenangan setelah keunggulan mereka berbalik, lalu hanya mampu menyamakan skor lewat penalti Woltemade. Hasil imbang ini menutup pertandingan yang diwarnai perubahan kedudukan, peluang penalti, dan keputusan VAR pada menit-menit akhir, sekaligus membuat kedua tim berbagi poin pada matchday ketiga fase liga.
Guglielmo Vicario mencatat tiga penyelamatan saat Juventus menghadapi Rennes, tetapi catatan tersebut belum cukup menggambarkan penampilan yang mampu menjaga timnya tetap aman. Ia harus memungut bola dari gawang dua kali pada babak pertama, termasuk setelah Boulaye Dia mengeksekusi penalti. Jumlah penyelamatan itu menunjukkan Vicario sempat merespons sejumlah ancaman, namun belum menjadi faktor dominan ketika tekanan Rennes meningkat menjelang jeda.
Rennes mampu memanfaatkan intensitas serangan pada fase akhir babak pertama untuk terus menguji pertahanan Juventus. Dalam situasi tersebut, Vicario belum tampil cukup meyakinkan untuk mengubah arah tekanan atau mencegah timnya tertinggal. Ia memang membuat beberapa intervensi, tetapi dua gol yang bersarang membuat Juventus memasuki jeda dengan pekerjaan berat. Penampilannya menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi pertandingan, terutama karena tim membutuhkan kontribusi lebih besar dari penjaga gawang ketika lawan menemukan ruang dan melancarkan serangan beruntun.
Federico Gatti juga menjalani malam yang sulit di lini belakang. Pergerakan Al-Taamari dan Dia, yang aktif mencari ruang di para pemain bertahan, membuatnya harus bekerja keras membaca ancaman. Gatti kesulitan menjaga posisi dan mengantisipasi pergerakan keduanya secara konsisten. Ia menerima kartu kuning pada menit ke-20, sehingga ruang geraknya dalam duel berikutnya turut dibatasi oleh risiko pelanggaran lanjutan. Sekitar satu jam pertandingan berjalan, ia kemudian digantikan.
Keputusan tersebut sejalan dengan langkah Luciano Spalletti untuk memasukkan pemain bertahan yang memiliki mobilitas lebih baik. Perubahan itu memberi Juventus opsi berbeda menghadapi pergerakan Rennes yang dinamis, sekaligus mencerminkan kebutuhan untuk memperbaiki respons di area pertahanan. Pergantian Gatti bukan hanya penyesuaian personel, tetapi juga upaya mengatasi masalah dalam menjaga ruang dan mengikuti pemain lawan. Bersama dua gol yang kebobolan pada babak pertama, situasi ini menegaskan bahwa Juventus belum menemukan kestabilan untuk meredam serangan Rennes. Vicario dan Gatti sama-sama berada dalam sorotan karena kontribusi mereka belum memadai untuk mencegah tekanan lawan berujung pada ketertinggalan.
Lloyd Kelly mengisi sisi kiri dalam trio pertahanan Juventus dan pada sejumlah kesempatan mampu membantu tim membangun serangan dari belakang. Ia berusaha membawa bola ke depan serta menjadi pilihan umpan ketika Juventus mencari jalur progresi di sisi lapangan. Peran tersebut penting dalam menjaga aliran permainan, terutama saat Rennes menekan dan menutup ruang di area tengah. Namun, kontribusi positif itu tidak sepenuhnya diimbangi ketajaman dalam menjaga posisi ketika lawan melancarkan serangan cepat.
Dalam rangkaian serangan yang menghasilkan gol penyama kedudukan Al-Taamari, Kelly kehilangan posisi dan tidak berada di tempat yang tepat untuk meredam ancaman. Situasi itu memberi Rennes kesempatan memanfaatkan ruang di pertahanan Juventus. Kesalahan tersebut menjadi salah satu momen yang menonjol dari penampilannya, meskipun ia sebelumnya ikut mendukung progresi bola. Pada menit ke-80, Kelly ditarik keluar ketika Juventus mulai mengambil pendekatan lebih agresif demi mengejar kemenangan. Pergantian itu mencerminkan perubahan kebutuhan tim, dari menjaga keseimbangan pertahanan menuju upaya menambah tekanan di area lawan.
Di lini depan, Randal Kolo Muani menghadapi tantangan berbeda. Rennes menggunakan lima pemain di lini pertahanan, sehingga ruang di belakang barisan belakang mereka sulit ditemukan. Kolo Muani tidak leluasa melakukan pergerakan yang biasanya dapat membawanya ke posisi berbahaya, sementara jalur umpan menuju dirinya kerap tertutup. Kondisi tersebut membatasi peluangnya untuk mengancam gawang dan membuat Juventus kesulitan memaksimalkan kehadirannya sebagai penyerang utama.
Pengaruh Kolo Muani semakin kecil setelah jeda. Ia jarang terlibat dalam situasi yang mampu mengubah tekanan Juventus menjadi peluang konkret, dan pertahanan Rennes tetap dapat menjaga bentuknya. Karena tim membutuhkan variasi untuk membongkar blok lawan, Luciano Spalletti menggantinya dengan Jeremie Boga pada menit ke-81. Kehadiran Boga diharapkan menawarkan pilihan serangan yang berbeda, termasuk melalui pergerakan dan kemampuan membawa bola. Keputusan itu menjadi bagian dari upaya Juventus meningkatkan intensitas pada fase akhir pertandingan. Meski demikian, perubahan tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil, sehingga Juventus gagal meraih kemenangan. Penampilan Kelly dan Kolo Muani pun memperlihatkan dua persoalan: posisi bertahan yang perlu lebih terjaga serta kesulitan menemukan ruang ketika menghadapi pertahanan rapat.Hasil imbang melawan Rennes menjadi bahan evaluasi bagi Juventus, terutama karena permainan tim belum cukup konsisten untuk mengatasi tekanan lawan. Sejumlah pemain terlihat kesulitan ketika Rennes meningkatkan intensitas dan menekan ruang gerak. Situasi tersebut membuat Juventus tidak selalu mampu membangun serangan dengan tenang atau mempertahankan penguasaan bola secara efektif. Catatan ini penting, sebab kemampuan menghadapi tekanan menentukan apakah tim dapat menjalankan rencana permainan sepanjang laga. Juventus perlu menilai bagaimana para pemain mengambil keputusan dalam kondisi sempit, menjaga jarak antarlini, serta menawarkan pilihan umpan kepada rekan yang menguasai bola. Evaluasi itu dapat membantu tim merespons tekanan dengan lebih terorganisasi pada pertandingan berikutnya.
Aspek lain yang perlu diperhatikan ialah organisasi pertahanan. Ketika menghadapi tekanan Rennes, Juventus perlu menjaga koordinasi agar setiap pemain memahami tanggung jawabnya dan ruang yang harus ditutup. Ketidakteraturan dapat menyulitkan tim untuk meredam upaya lawan dan kemudian beralih ke fase menyerang.
Baca juga: Terkatung-katung! Perkara Suarni Masuk 18 Bulan, Status Berkas di Penyidik Jadi Sorotan | Sorotan pada Kelebihan Biaya Bagasi yang Bikin Juicy Luicy Batal Manggung | Krisis Lingkungan di Sungai Cimanceuri: Pencemaran Menjadi Sorotan












