banner 728x250
Bisnis  

Kimia Farma Apotek Raih Pengakuan Layanan Pelanggan di Ajang CX100 2026

Kimia Farma Apotek Raih Pengakuan Layanan Pelanggan di Ajang CX100 2026
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PT Kimia Farma Apotek (KFA), anak usaha PT Kimia Farma Tbk, meraih predikat sector champion untuk kategori ritel dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Pengakuan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap pengalaman pelanggan, sehingga menandai pencapaian KFA dalam menghadirkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan konsumen. Penghargaan tersebut diterima dalam acara yang berlangsung di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Selasa (13/10/2026). Capaian ini menempatkan KFA sebagai penerima penghargaan sektor ritel dalam ajang yang berfokus pada kualitas pengalaman pelanggan tersebut.

Kategori ritel merupakan satu dari delapan kategori sektor yang memperoleh penghargaan pada CX100 Award 2026. Dengan demikian, pengakuan kepada KFA menjadi bagian dari apresiasi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan di berbagai sektor, berdasarkan penilaian pengalaman pelanggan. Predikat sector champion menunjukkan posisi KFA sebagai penerima penghargaan pada kategori ritel, bukan sebagai pemenang utama keseluruhan ajang. Pembedaan ini penting agar capaian perusahaan dipahami sesuai lingkup kategori yang diraihnya. Dalam konteks tersebut, penghargaan ini secara khusus mengakui KFA di peserta pada sektor ritel.

banner 325x300

Adapun penghargaan utama atau grand champion dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 diraih oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Karena itu, predikat yang diterima Kimia Farma Apotek tidak sama dengan gelar grand champion, melainkan merupakan pengakuan sebagai sector champion kategori ritel. Keterangan mengenai kategori dan penerima penghargaan tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hasil ajang CX100 tahun ini. Bagi KFA, pengakuan sektor ritel ini menjadi capaian tersendiri dalam penilaian pengalaman pelanggan, sementara penghargaan utama diberikan kepada perusahaan lain. Acara di Jakarta itu sekaligus menjadi momentum penyerahan penghargaan kepada para penerima dari delapan sektor.

Pengakuan layanan pelanggan yang diraih Kimia Farma Apotek (KFA) di ajang CX100 2026 berkaitan dengan upaya perusahaan memperkuat layanan kefarmasian yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu wujud upaya tersebut adalah program Apoteker Siaga, yang mengembangkan peran apoteker dalam memberikan konsultasi, edukasi, dan pendampingan secara lebih responsif serta profesional. Melalui interaksi ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bantuan yang relevan ketika membutuhkan informasi mengenai obat dan penggunaannya, bukan sekadar dilayani dalam proses pembelian.

Apoteker Siaga menempatkan keahlian kefarmasian sebagai bagian penting dari pengalaman pelanggan di apotek. Konsultasi dapat membantu masyarakat menyampaikan pertanyaan terkait obat, sedangkan edukasi memberi penjelasan yang lebih mudah dipahami mengenai penggunaan yang tepat. Pendampingan juga membuka ruang bagi apoteker untuk merespons kebutuhan pengunjung secara lebih terarah. Dengan pendekatan tersebut, layanan tidak berhenti pada penyerahan produk, tetapi turut mendukung pemahaman masyarakat agar penggunaan obat dilakukan secara bertanggung jawab. Respons yang baik perlu disertai komunikasi yang jelas, sikap profesional, dan perhatian terhadap kebutuhan setiap orang.

Inisiatif ini sejalan dengan tujuan KFA untuk mengembangkan fungsi apotek sebagai tempat memperoleh informasi dan pendampingan kefarmasian. Apotek tidak hanya dipandang sebagai lokasi transaksi pembelian obat, melainkan juga sebagai ruang layanan kesehatan yang dapat membantu masyarakat memahami pilihan serta penggunaan obat dengan lebih baik. Penguatan fungsi tersebut membutuhkan layanan yang mudah diakses, komunikatif, dan konsisten, sehingga masyarakat merasa terbantu ketika berkonsultasi. Dalam konteks itu, penghargaan CX100 menjadi pengakuan atas layanan pelanggan sekaligus dorongan untuk terus memperbaiki mutu interaksi di jaringan apotek.

Direktur Utama KFA Junus Koswara memandang capaian tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pengakuan yang diterima, menurut arah pandangan itu, tidak menjadi titik akhir, tetapi pengingat agar perusahaan terus mendengarkan masukan dan menyesuaikan pelayanan. Pengembangan Apoteker Siaga dapat mendukung langkah tersebut dengan memperluas akses terhadap konsultasi dan edukasi kefarmasian. Ke depan, KFA berupaya menjaga agar setiap layanan berlangsung dengan respons yang tepat, informasi yang dapat dipahami, serta pendampingan yang profesional. Dengan demikian, peran apotek sebagai mitra masyarakat dalam penggunaan obat dapat semakin kuat dan bermanfaat dalam keseharian.

Penilaian dalam ajang CX100 melihat pengalaman pelanggan melalui tiga indikator utama. Effectiveness mengukur ketepatan perusahaan dalam memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk kemampuan layanan memberikan solusi yang sesuai. Ease menilai seberapa mudah pelanggan menemukan, mengakses, dan menggunakan layanan yang tersedia. Sementara itu, emotion menggambarkan kenyamanan pelanggan selama berinteraksi, mulai dari proses memperoleh informasi hingga menerima layanan. Ketiga indikator tersebut memberi gambaran yang lebih menyeluruh daripada penilaian yang hanya berfokus pada hasil transaksi, karena turut memperhatikan kemudahan dan kesan yang dirasakan pelanggan.

Pengumpulan masukan untuk penilaian CX100 dapat dilakukan melalui sejumlah metode, yakni survei daring, wawancara langsung, mystery shopping, jajak pendapat publik, serta diskusi kelompok terarah. Metode-metode ini memungkinkan pengalaman pelanggan dihimpun dari beragam situasi dan sudut pandang. Survei dan jajak pendapat dapat menjangkau banyak responden, sedangkan wawancara dan diskusi kelompok membantu menggali alasan di balik penilaian. Mystery shopping memberikan gambaran mengenai pengalaman saat layanan digunakan. Kombinasi pendekatan tersebut membantu penilaian mencakup persepsi pelanggan sekaligus praktik layanan yang mereka temui.

Jangkauan layanan Kimia Farma Apotek (KFA) mencakup lebih dari 1.000 gerai di Indonesia. Pelanggan dapat berinteraksi secara langsung di apotek maupun menggunakan kanal digital melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Kehadiran kedua jalur ini memberi pilihan sesuai kebutuhan, misalnya ketika pelanggan ingin memperoleh layanan di lokasi atau mengakses layanan melalui perangkat digital. Angka tersebut merujuk pada jaringan gerai KFA dan perlu dibedakan dari data jaringan Kimia Farma Group yang dilaporkan oleh induk usaha hingga Juni 2026. Pada periode itu, jaringan grup terdiri atas lebih dari 1.000 apotek, 350 klinik, dan 60 laboratorium di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, angka jaringan grup mencakup beberapa jenis fasilitas, sedangkan uraian KFA berfokus pada gerai apotek serta akses layanannya.

Bagi Junus, mutu pelayanan merupakan unsur penting dalam membangun kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Pengalaman yang baik saat memperoleh informasi, berkonsultasi, maupun memenuhi kebutuhan kesehatan dapat membuat pelanggan merasa diperhatikan dan memperoleh layanan yang sesuai. Kepercayaan tersebut tidak terbentuk dalam satu kesempatan, melainkan melalui konsistensi kualitas pelayanan dalam interaksi sehari-hari. Ketika pelanggan yakin terhadap layanan yang diterimanya, hubungan dengan perusahaan dapat berkembang menjadi lebih kuat. Junus memandang hubungan itu sebagai landasan bagi loyalitas, karena pelanggan yang percaya cenderung memiliki alasan untuk kembali menggunakan layanan. Dengan demikian, kualitas pelayanan bukan hanya tentang menyelesaikan kebutuhan pada saat itu, tetapi juga menjaga hubungan jangka panjang dengan masyarakat.

Menurut Junus, kepercayaan dan loyalitas pelanggan juga dapat mendukung transaksi serta keberlanjutan usaha. Karena itu, perusahaan perlu terus memberi perhatian pada pengalaman pelanggan di berbagai titik layanan, dengan tetap menjaga mutu dan konsistensi. Penguatan pengalaman pelanggan menjadi bagian dari strategi Kimia Farma Apotek untuk mendorong pertumbuhan bisnis pada 2027. Arah tersebut menempatkan pelayanan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus mendukung kegiatan usaha secara berkelanjutan. Junus menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran dalam menjalankan strategi itu. Setiap interaksi, baik di apotek maupun melalui saluran layanan lainnya, menjadi kesempatan untuk menunjukkan perhatian dan membangun pengalaman yang dapat memperkuat keyakinan pelanggan terhadap perusahaan.

Pengakuan di ajang CX100 2026, menurut Junus, diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran KFA untuk terus memperbaiki layanan.

Baca juga: Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 | Kontingen Karate Akmil Raih 9 Medali pada _National Karate Championship Bhayangkara Eager Series_ II 2026 | Kekacauan di Ajang Tangerang 10K 2026: Pengendara dan Panitia Terlibat Insiden

banner 325x300