banner 728x250

Ops Lilin Candi 2025 Dimulai, Satgas Gakkum Polres Sragen Amankan Lima Pelaku Curanmor dan Pencurian Burung

Ops Lilin Candi 2025 Dimulai, Satgas Gakkum Polres Sragen Amankan Lima Pelaku Curanmor dan Pencurian Burung
banner 120x600
banner 468x60

Sragen (investigasi88.com) – Hari pertama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 dimanfaatkan jajaran Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Polres Sragen untuk menindak tegas kejahatan konvensional. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengungkap dua tempat kejadian perkara (TKP) pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sekaligus membongkar jaringan pencurian burung di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen.

Pengungkapan dilakukan pada Sabtu (20/12) sekitar pukul 17.00 WIB oleh tim gabungan Opsnal Unit Resmob Polres Sragen bersama Unit Reskrim polsek jajaran, bertepatan dengan dimulainya Operasi Lilin Candi 2025 yang difokuskan pada pengamanan Natal dan Tahun Baru.

banner 325x300

Kasat Reskrim Polres Sragen selaku Kasatgas Gakkum Ops Lilin Candi 2025, AKP Ardi Kurniawan, mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pada hari pertama Operasi Lilin Candi 2025, Satgas Gakkum berhasil mengungkap dua kasus curanmor di wilayah Masaran dan Karangmalang. Dari hasil pengembangan, kami mengamankan lima orang pelaku, satu di antaranya juga terlibat dalam sejumlah kasus pencurian burung,” ujar Ardi.

Kasus curanmor pertama terjadi di Dukuh Gronong, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, pada Selasa (16/12) sekitar pukul 06.20 WIB. Pelaku Tri Setyo Wibisono (23) alias Bagong, warga Kota Sragen, memanfaatkan kelengahan korban yang memarkir sepeda motor Honda Beat Street tahun 2019 di tepi jalan area persawahan dengan kunci masih tertancap.

Dalam aksinya, pelaku bekerja sama dengan empat rekannya, yakni Pradana Saputra (24) alias Pitik, Muh Rizal (20) alias Aceh, Brahaztian (29), dan Supriyono (42). Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari eksekutor, pengamat situasi, hingga penadah hasil kejahatan.

Sementara itu, kasus curanmor kedua terjadi di Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang. Sepeda motor Honda Beat tahun 2021 milik korban hilang saat diparkir di teras rumah pada Rabu (17/12) dini hari. Dalam kasus ini, dua pelaku utama, yakni Bagong dan Pitik, beraksi dengan cara mendorong sepeda motor keluar dari lokasi tanpa seizin pemilik.

Dari hasil pengembangan penyidikan, polisi menemukan fakta bahwa para pelaku juga terlibat dalam serangkaian pencurian burung di sejumlah wilayah, antara lain Sragen Lor, Teguhan, Canthel, hingga kawasan Pasar Burung Sambirejo. Jenis burung yang dicuri meliputi murai batu, pentet, anis merah, jalak uren, dan lovebird, dengan nilai jual berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp800 ribu per ekor.

“Ini menunjukkan bahwa para pelaku merupakan pelaku kejahatan konvensional yang bergerak secara mobile dan berulang. Seluruh perkara akan kami proses secara profesional dan tuntas,” kata Ardi.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita dua unit sepeda motor hasil curian, dokumen kendaraan, serta sejumlah alat yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya. Para tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan.

AKP Ardi menegaskan Operasi Lilin Candi 2025 tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas dan tempat ibadah, tetapi juga penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dengan pengungkapan ini, kami berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika mengetahui tindak kejahatan,” pungkasnya. (Edi D/Red/*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *