Probolinggo – Upaya pencarian terhadap balita berusia dua tahun, Muhammad Arsyad Arrozi, yang dilaporkan hilang di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (4/2/2026), korban masih belum ditemukan meskipun tim gabungan telah memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bayeman.
Sejak informasi hilangnya balita tersebut diterima dari masyarakat, jajaran Polsek Tongas bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan langsung bergabung dalam operasi pencarian bersama berbagai unsur terkait. Kepolisian berperan aktif dalam koordinasi lapangan, penyisiran sungai, hingga pengamanan area sekitar lokasi yang diduga menjadi titik awal korban hanyut.
Kapolsek Tongas, AKP Ahmad Jayadi, menjelaskan bahwa meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga, kepolisian tetap mengambil langkah proaktif guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
“Begitu kami menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Tongas langsung turun ke lokasi. Kami berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, dan relawan untuk mempercepat serta memaksimalkan pencarian korban,” ujar AKP Ahmad Jayadi.
Pada hari kedua operasi pencarian, personel kepolisian kembali diterjunkan dan tergabung dalam tiga tim pencari. Selain melakukan penyisiran darat, anggota kepolisian bersama tim gabungan juga menggunakan perahu karet untuk menyusuri aliran sungai, sekaligus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan.
“Anggota kami tidak hanya ikut penyisiran di sungai, tetapi juga memantau titik-titik jembatan, bantaran sungai, serta jalur yang biasa dilalui warga. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan korban tersangkut atau ditemukan di lokasi tertentu,” tambahnya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Probolinggo, Basarnas Banyuwangi, relawan Songa Rafting, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan dari lokasi yang diduga menjadi titik awal korban hanyut, kemudian diperluas ke arah hilir maupun hulu sungai dengan radius beberapa kilometer.
Komandan Tim Pencarian Basarnas Banyuwangi, Andi Irawan, mengatakan pembagian tim dilakukan agar jangkauan pencarian lebih luas dan efektif.
“Kami membagi tim menjadi tiga kelompok agar area pencarian lebih maksimal. Kegiatan pencarian dilakukan hingga sore hari, dan jika korban belum ditemukan, pencarian akan dilanjutkan kembali keesokan pagi,” jelas Andi.
Di tengah proses pencarian, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bayeman, agar turut berperan aktif memberikan informasi jika menemukan petunjuk sekecil apa pun terkait keberadaan korban.
“Kami berharap masyarakat segera melapor ke Polsek atau petugas terdekat bila melihat tanda-tanda keberadaan korban. Informasi sekecil apa pun sangat membantu proses pencarian,” tegas AKP Ahmad Jayadi.
Pencarian sementara dihentikan sekitar pukul 17.00 WIB karena pertimbangan faktor keselamatan dan keterbatasan jarak pandang. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis (5/2/2026) pagi dengan harapan korban segera ditemukan.
Sebelumnya, Muhammad Arsyad Arrozi dilaporkan hilang pada Selasa (3/2/2026) sore. Balita tersebut diduga hanyut terbawa arus Sungai Bayeman yang berada tidak jauh dari rumahnya. Hingga kini, keluarga bersama tim gabungan masih berharap korban dapat segera ditemukan.
(Bambang/*)







