banner 728x250

Percepat Tanam Padi, Poktan Sedap Malam Tiga Manfaatkan Alsintan

Percepat Tanam Padi, Poktan Sedap Malam Tiga Manfaatkan Alsintan
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Upaya mendukung swasembada pangan berkelanjutan terus diperkuat di Kabupaten Probolinggo. Kelompok Tani (Poktan) Sedap Malam Tiga, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, melakukan percepatan tanam padi dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) modern berupa rice transplanter, Selasa (3/2/2026).

Pemanfaatan alsintan tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan tanam sekaligus efisiensi produksi pertanian di tengah tantangan keterbatasan tenaga kerja dan menyusutnya luas lahan pertanian. Rice transplanter yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo tahun 2025, yang kini dimanfaatkan secara optimal oleh anggota kelompok tani.

banner 325x300

Kegiatan percepatan tanam padi ini dihadiri Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi, didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Perizinan Pertanian Falentina Ekawati Dyah Puspitasari, Camat Sumberasih Agus Setijono, jajaran Forkopimka Sumberasih, serta Ketua Poktan Sedap Malam Tiga Amar Ma’ruf bersama para petani.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menegaskan bahwa mekanisasi pertanian merupakan kunci penting dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya pada sektor tanaman pangan. Menurutnya, penggunaan alsintan modern terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus produktivitas hasil pertanian.

“Program ketahanan pangan salah satunya dapat didorong melalui mekanisasi pertanian. Dengan alat pertanian modern, petani bisa menghemat tenaga, waktu, dan biaya produksi. Kebutuhan tenaga kerja berkurang dan waktu tanam menjadi lebih singkat, sehingga berdampak langsung pada peningkatan produktivitas,” ujar Arif.

Ia menambahkan, di tengah kondisi lahan pertanian yang tidak bertambah luas, mekanisasi menjadi solusi rasional untuk menjaga dan meningkatkan hasil produksi pangan. Arif pun menilai Poktan Sedap Malam Tiga sebagai salah satu kelompok tani yang konsisten dan siap menjalankan program modernisasi pertanian.

“Kami berharap produktivitas pertanian semakin meningkat. Dengan lahan yang terbatas, mekanisasi menjadi jawaban. Ke depan, kesejahteraan petani juga diharapkan ikut terdongkrak. Poktan Sedap Malam Tiga ini bisa menjadi contoh kelompok tani yang siap dan konsisten menerapkan mekanisasi,” jelasnya.

Selain pemanfaatan, Arif juga menekankan pentingnya perawatan alsintan agar usia pakainya lebih panjang dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Ia mendorong kelompok tani lain yang belum menerapkan mekanisasi untuk mengajukan bantuan alsintan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Pada 2025, Kementerian Pertanian telah menyalurkan berbagai alsintan, baik pra panen maupun pasca panen. Kelompok tani yang belum pernah menerima bantuan dapat mengajukan melalui PPL, dan kami akan memprioritaskan kelompok yang belum mendapatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Sumberasih Agus Setijono menilai modernisasi alat pertanian sangat penting dalam mendukung percepatan tanam padi dan program swasembada pangan nasional. Menurutnya, bantuan alsintan dari pemerintah sangat meringankan beban petani dibandingkan jika harus membeli secara mandiri.

“Kalau alat ini merupakan bantuan, tentu sangat membantu petani. Karena itu, mohon disyukuri dan dirawat dengan baik agar bisa digunakan dalam jangka panjang dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Agus berharap program swasembada pangan tidak hanya berhenti pada proses tanam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani. “Harapannya, petani tidak hanya sukses menanam, tetapi juga memperoleh hasil panen yang menguntungkan dengan harga jual yang layak,” katanya.

Ketua Poktan Sedap Malam Tiga Amar Ma’ruf menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait. Ia menegaskan bahwa modernisasi pertanian menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung tanam serempak dan pertanian berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan tanam padi melalui mekanisasi modern. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan pertanian dan mendukung swasembada pangan,” ungkap Amar.

Namun demikian, Amar mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama keterbatasan jumlah alsintan. Kondisi tersebut kerap membuat pelaksanaan tanam belum optimal dan berpotensi mengalami keterlambatan.

“Secara prinsip, petani sudah menerima modernisasi pertanian karena sangat membantu. Tetapi di lapangan kami masih terkendala keterbatasan alat, sehingga tanam serempak belum maksimal,” jelasnya.

Ia berharap adanya dukungan lanjutan berupa penambahan alsintan, khususnya alat tanam roda empat, agar program tanam serempak dapat berjalan lebih optimal dan kebutuhan petani dapat terpenuhi.

“Kami berharap ada tambahan alsintan tanam roda empat, supaya tanam serempak berjalan lancar dan program swasembada pangan bisa tercapai secara berkelanjutan,” pungkas Amar.
(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *