banner 728x250

Hak Jawab SPPG Tegalsiwalan: Kritik MBG Jadi Bahan Perbaikan Layanan

Hak Jawab SPPG Tegalsiwalan: Kritik MBG Jadi Bahan Perbaikan Layanan
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo, Jawa Timur — Menindaklanjuti pemberitaan terkait sorotan wali murid atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, pihak **Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Tegalsiwalan** menyampaikan **hak jawab dan klarifikasi resmi**, sekaligus menyatakan komitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program di lapangan.

Kepala Dapur SPPG Tegalsiwalan, **Rias Aldila**, menyampaikan bahwa pihaknya **menghargai dan berterima kasih atas kontrol sosial** yang disampaikan masyarakat melalui media. Menurutnya, kritik dan masukan tersebut merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan MBG agar semakin tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan program.

banner 325x300

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kontrol sosial dari masyarakat serta media. Masukan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ke depan bisa lebih baik dan maksimal,” ujar Rias Aldila, Jum’at (30/1/26)

Rias Aldila menjelaskan bahwa nilai Rp8.000 hingga Rp10.000 yang selama ini disampaikan merupakan **pagu anggaran per porsi**, bukan harga satu item makanan. Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi komposisi menu sesuai pedoman yang mengacu pada standar pemenuhan gizi, meliputi karbohidrat, protein, buah, serta susu.

Terkait adanya penggantian buah naga dengan jeruk pada menu tertentu, pihak SPPG menyatakan bahwa hal tersebut dilakukan **karena keterbatasan ketersediaan bahan**, dengan tetap mempertimbangkan kesetaraan nilai gizi.

“Penggantian menu tidak dimaksudkan untuk mengurangi hak peserta didik. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan keterbukaan informasi terkait komposisi menu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi keluhan adanya murid yang tidak menerima MBG pada hari tertentu, Rias Aldila mengakui bahwa hal tersebut merupakan **kendala teknis dalam pendistribusian** yang menjadi bahan evaluasi internal SPPG.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ke depan, kami akan memperbaiki sistem pendataan dan distribusi agar seluruh penerima manfaat mendapatkan haknya secara merata,” tegasnya.

SPPG Dapur Tegalsiwalan menegaskan komitmennya untuk:

* meningkatkan kualitas dan konsistensi menu MBG,

* memperjelas standar porsi dan komposisi gizi,

* memperbaiki mekanisme distribusi,

* serta membuka ruang komunikasi dengan pihak sekolah dan wali murid.

Di akhir keterangannya, Rias Aldila kembali menyampaikan apresiasi kepada media dan masyarakat atas peran aktif dalam mengawal program MBG.

“Kami mengapresiasi peran media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik yang disampaikan menjadi motivasi bagi kami agar pelaksanaan MBG semakin transparan, akuntabel, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak,” pungkasnya.

Pihak SPPG berharap, dengan adanya klarifikasi dan evaluasi ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Leces dapat terus ditingkatkan kualitasnya demi mendukung tumbuh kembang dan kesehatan peserta didik.

**(Edi D/Red/***)**

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *