banner 728x250

Perjalanan Wardah Syakinah Menghadapi Kanker Payudara dan Metastasis

Perjalanan Wardah Syakinah Menghadapi Kanker Payudara dan Metastasis
banner 120x600
banner 468x60

Tangerang | Kisah Wardah Syakinah menunjukkan bagaimana sebuah benjolan yang ditemukan secara tidak sengaja dapat menjadi awal perjalanan panjang menghadapi kanker payudara. Ia kini berusia 31 tahun dan telah menjalani pengalaman berat sebagai penyintas, termasuk menghadapi penyebaran kanker atau metastasis serta berbagai tantangan selama pengobatan. Namun, titik awal perjalanan itu terjadi ketika Wardah masih berusia 26 tahun. Pada 2021, ia menerima diagnosis kanker payudara setelah memutuskan untuk memeriksakan perubahan yang ia rasakan pada tubuhnya.

Wardah pertama kali menyadari adanya benjolan ketika sedang mandi. Temuan tersebut membuatnya terlebih karena ibunya memiliki riwayat kanker serupa. Pengalaman keluarganya membuat Wardah memahami bahwa perubahan pada payudara sebaiknya tidak diabaikan. Ia pun segera mencari pemeriksaan, alih-alih menunggu atau menganggap benjolan itu akan hilang dengan sendirinya. Keputusan untuk berkonsultasi menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebabnya dan memperoleh kepastian medis.

banner 325x300

Dalam kisah yang disampaikannya, kewaspadaan terhadap riwayat kesehatan keluarga berperan dalam mendorongnya bertindak cepat. Menemukan benjolan tentu dapat menimbulkan rasa khawatir, tetapi pemeriksaan profesional membantu seseorang memperoleh penilaian yang lebih jelas. Pengalaman Wardah juga memperlihatkan bahwa kanker payudara dapat dialami pada usia muda, sehingga perhatian pada perubahan tubuh relevan bagi perempuan dari berbagai kelompok usia. Meski tidak setiap benjolan berarti kanker, perubahan yang terasa tidak biasa patut dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Wardah menyampaikan kisah tersebut saat diwawancarai di Tangerang pada Senin (26/10/2026). Ia menceritakan awal diagnosisnya sebagai bagian dari perjalanan yang kemudian mencakup penyebaran kanker dan tantangan pengobatan. Kisah ini berawal dari pengamatan sederhana saat mandi, disusul keputusan untuk segera mencari pemeriksaan karena ia mengetahui adanya riwayat kanker dalam keluarganya. Dari langkah awal itu, Wardah mulai memahami kondisi yang dihadapinya dan menjalani proses medis berikutnya. Perjalanannya menjadi pengingat bahwa mengenali perubahan tubuh dan mencari penilaian medis merupakan bagian penting dalam merespons kekhawatiran kesehatan.

Setelah menerima diagnosis kanker payudara pada 2021, Wardah Syakinah menjalani mastektomi sebagai bagian dari penanganan awal. Operasi tersebut mengangkat jaringan payudara yang terdampak, tetapi perawatan tidak berhenti setelah tindakan selesai. Ia juga rutin menjalani kontrol medis untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi kemungkinan perubahan. Pemeriksaan berkala menjadi bagian penting dari perjalanan pemulihannya, termasuk ketika ia berusaha kembali menjalani aktivitas sehari-hari sembari mengikuti saran tenaga medis.

Selama beberapa tahun, Wardah terus menjalani pemantauan. Ia kemudian hampir mencapai masa remisi lima tahun, sebuah tonggak yang dapat terasa melegakan bagi pasien dan keluarga setelah melalui pengobatan serta kontrol yang panjang. Namun, menjelang waktu tersebut, muncul keluhan yang berbeda: batuk berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh. Gejala itu mendorongnya untuk kembali menjalani pemeriksaan lebih lanjut, alih-alih menganggap batuk tersebut sebagai gangguan biasa yang akan segera mereda.

Hasil pemeriksaan membawa kabar berat. Kanker payudara yang pernah ditangani ternyata telah bermetastasis, dengan temuan penyebaran ke liver dan tulang. Metastasis adalah proses ketika sel kanker berpindah dari organ asal ke bagian tubuh lain. Sel-sel tersebut dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik, lalu tumbuh di jaringan atau organ yang berbeda. Karena itu, kanker yang ditemukan di organ lain pada kondisi ini tetap berhubungan dengan kanker asalnya, meskipun lokasi temuan baru berbeda.

Pada kanker payudara stadium lanjut, penyebaran dapat terjadi ke sejumlah bagian tubuh. Tulang, liver atau hati, paru-paru, dan otak termasuk lokasi metastasis yang kerap ditemukan. Meski batuk berkepanjangan menjadi alasan bagi Wardah untuk menjalani pemeriksaan, gejala saja tidak cukup untuk memastikan adanya penyebaran; evaluasi medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Pengalaman ini menunjukkan mengapa perubahan kesehatan yang menetap patut dibicarakan dengan dokter, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kanker. Pemeriksaan lanjutan membantu tenaga medis menilai kondisi secara menyeluruh dan menentukan langkah perawatan yang sesuai dengan hasil serta kebutuhan pasien.

Setelah diketahui bahwa kanker payudara telah bermetastasis, penanganan Wardah Syakinah menjadi lebih intensif. Ia menjalani perawatan di ruang rawat inap dan kemoterapi sebagai bagian dari langkah yang ditempuh bersama tim medis. Perubahan kondisi dan rangkaian perawatan tersebut membawa tantangan besar dalam kesehariannya. Bagi Wardah, masa ini bukan hanya tentang menghadapi prosedur pengobatan, tetapi juga menyesuaikan diri dengan keterbatasan fisik serta perubahan dalam hubungan dengan orang-orang terdekatnya.

Kemoterapi menurunkan daya tahan tubuh Wardah secara drastis. Karena kondisi tersebut, ia perlu membatasi interaksi dengan orang dari luar agar dapat menjalani perawatan dengan lebih aman. Pembatasan itu juga berdampak pada kesempatan untuk bertemu anaknya. Jarak dan berkurangnya kontak tentu menjadi hal yang berat, terutama ketika keluarga menjadi sumber dukungan emosional. Namun, Wardah harus mempertimbangkan kondisi tubuhnya selama menjalani pengobatan dan mengikuti batasan yang diperlukan pada masa tersebut.

Selain kemoterapi, tim medis juga melakukan tindakan bedah penunjang. Langkah ini berkaitan dengan karakter sel kanker yang diidap Wardah, yang responsif terhadap hormon. Dalam rangkaian penanganan itu, pada bulan sebelum wawancara, ia menjalani pengangkatan ovarium. Tindakan tersebut ditujukan untuk mengangkat sumber hormon yang berkaitan dengan kondisi sel kanker. Pengangkatan ovarium merupakan bagian dari strategi perawatan yang dipertimbangkan oleh tim medis, bukan informasi bahwa kanker telah sembuh.

Saat ini, Wardah sedang menjalani terapi hormon sebagai bagian dari penanganannya. Perjalanan ini berlangsung melalui beberapa bentuk perawatan yang saling melengkapi, dengan pemantauan dan arahan dari tim medis. Di tengah kemoterapi, pembatasan interaksi, serta tindakan bedah yang telah dijalani, ia perlu terus menyesuaikan diri dengan keadaan dan rutinitas perawatan. Kisahnya memperlihatkan bahwa metastasis dapat membawa perubahan besar, tidak hanya pada proses pengobatan, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari dan kedekatan dengan keluarga.

Pengalaman Wardah Syakinah menghadapi kanker payudara dan metastasis membuatnya memahami pentingnya memperhatikan perubahan pada tubuh. Dalam perjalanan itu, ia belajar bahwa kondisi yang terasa berbeda dari biasanya patut diperhatikan, bukan diabaikan begitu saja. Setiap orang mungkin memiliki pengalaman dan keadaan yang tidak sama, tetapi mengenali perubahan diri menjadi bagian dari perjalanan Wardah dalam menghadapi penyakitnya. Ia tidak menyampaikan pesannya untuk menimbulkan ketakutan, melainkan mengajak masyarakat lebih peka terhadap apa yang dirasakan. Bagi Wardah, perhatian terhadap tubuh dapat menjadi awal untuk mencari penjelasan dan berbicara dengan tenaga kesehatan, terutama ketika ada hal yang membuat seseorang merasa khawatir atau tidak nyaman.

Wardah juga menjalani kontrol untuk memantau kondisi penyakitnya. Pemeriksaan dan konsultasi menjadi bagian dari proses yang ia hadapi, seiring perjalanan hidupnya bersama kanker. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa berkomunikasi dengan dokter merupakan langkah yang dapat ditempuh ketika seseorang ingin memahami perubahan atau keadaan tubuhnya. Wardah tidak meminta orang lain menyimpulkan sendiri apa yang sedang terjadi, dan pesannya bukan pengganti penilaian tenaga kesehatan. Ia berbagi kisah berdasarkan pengalaman pribadi, termasuk bagaimana dirinya menjalani kontrol. Setiap keputusan terkait kondisi kesehatan tetap perlu dibicarakan dengan dokter, yang dapat memahami keadaan masing-masing orang melalui konsultasi dan pemeriksaan.

Melalui kisahnya, Wardah mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ketika merasakan kondisi tubuh yang berbeda dari biasanya. Ia juga mengajak orang untuk tidak takut berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Transformasi Pendidikan Menghadapi Era Industri

banner 325x300