Probolinggo — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang bertujuan menyelaraskan program, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan soliditas organisasi itu ditutup dengan pertemuan di Aula Agus Salim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Senin (17/11/2025).
Pertemuan ini menjadi penutup dari rangkaian kunker yang dimulai sejak 11 November 2025. Sebelumnya, DWP Kabupaten Probolinggo telah mengadakan konsolidasi di Kantor Sekretariat DPRD, Kantor Bupati Probolinggo, dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Keseluruhan agenda tersebut merupakan bagian dari mekanisme penguatan DWP pada level OPD.
Konsolidasi di Disdikdaya dihadiri Ketua dan Pengurus DWP dari sembilan OPD, antara lain Disdikdaya, Dinas Sosial, Kesbangpol, Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian, Dinas PKP-Perumahan, RSUD Tongas, DPUPR, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Dinas Ketahanan Pangan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo, Hj. Rita Erik Ugas Irwanto, yang menegaskan bahwa konsolidasi merupakan instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola, memperkokoh kolaborasi, serta memaksimalkan manfaat program DWP bagi keluarga ASN dan pemberdayaan perempuan.
“Konsolidasi bukan hanya agenda rutin, tetapi wadah penyatuan langkah agar seluruh program DWP berjalan harmonis dan berdampak nyata,” ujar Rita.
Ia menegaskan kembali tiga pilar utama kegiatan DWP—pendidikan, ekonomi, serta sosial budaya—yang membutuhkan kreativitas, komitmen, dan kerja bersama seluruh pengurus. Forum ini, kata Rita, bukan hanya penguatan struktural, tetapi juga mempererat hubungan emosional antar anggota.
“Kami ingin mendengar langsung masukan dari OPD, melihat dinamika lapangan dan berbagi pengalaman agar program ke depan semakin baik,” tambahnya.
Rita juga mengajak seluruh pengurus mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Kebaikan itu dimulai dari keluarga. Dari lingkungan kecil ini, kita bisa memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Dyah Christien Hary Tjahjono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran DWP Kabupaten dan seluruh pengurus dari sembilan OPD yang mengikuti konsolidasi tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk memperkuat koordinasi, penyelarasan program kerja, serta mempercepat perbaikan organisasi,” kata Dyah.
Dyah juga memohon arahan terkait peningkatan kapasitas pemberdayaan perempuan, penguatan kegiatan keluarga, sinkronisasi administrasi, serta pelaporan yang sesuai pedoman DWP.
“Bimbingan dari DWP Kabupaten sangat kami perlukan agar program OPD berjalan terukur dan memberikan dampak optimal,” tuturnya.
Ia menegaskan kesiapan seluruh DWP OPD untuk menerima masukan dan rekomendasi demi penyempurnaan program ke depan.
“Kolaborasi dan kontribusi seluruh DWP OPD sangat penting untuk memperkuat program DWP Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan,” pungkasnya.
(Bambang)






