banner 728x250

PSSI Tinjau Ulang Rencana Laga Tandang Timnas pada November 2026

PSSI Menimbang Keamanan sebelum Memastikan Laga Indonesia kontra Yordania
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PSSI membuka kemungkinan mengalihkan lokasi pertandingan tandang Timnas Indonesia yang direncanakan berlangsung pada FIFA Matchday November 2026. Opsi tersebut dipertimbangkan menyusul situasi keamanan di Timur Tengah yang dinilai mengkhawatirkan. Perubahan lokasi belum diputuskan, tetapi rencana awal akan ditinjau kembali sebelum federasi menetapkan langkah berikutnya. Evaluasi ini dilakukan agar persiapan tim tetap berjalan sekaligus mempertimbangkan kondisi di wilayah yang menjadi tujuan pertandingan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa federasi akan mengevaluasi rencana tersebut dalam beberapa hari ke depan. Ia menegaskan keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah laga tetap digelar sesuai rencana atau dipindahkan ke lokasi lain. Aspek keamanan tidak dapat dipisahkan dari keputusan teknis mengenai pertandingan internasional, terutama ketika perkembangan situasi di kawasan tujuan masih menjadi perhatian. PSSI perlu mengumpulkan dan menilai informasi sebelum mengambil keputusan, termasuk mempertimbangkan dampaknya terhadap pemain dan rombongan tim.

banner 325x300

Pernyataan itu disampaikan Erick di Grand Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan keprihatinan terhadap perkembangan serangan yang, menurut pernyataannya, terjadi di kawasan Timur Tengah. Situasi itu mendorong PSSI untuk mencermati kembali rencana perjalanan dan penyelenggaraan pertandingan tandang, tanpa terburu-buru memastikan perubahan sebelum evaluasi selesai. Karena itu, informasi mengenai lokasi dan pelaksanaan laga masih menunggu peninjauan lebih lanjut. Sikap tersebut menunjukkan bahwa agenda pertandingan harus diselaraskan dengan penilaian keamanan, bukan semata-mata jadwal yang telah disusun. PSSI akan memantau perkembangan dan menimbang pilihan yang tersedia, dengan keselamatan sebagai dasar keputusan bagi tim nasional Indonesia.

FIFA Matchday tim nasional Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 9–17 November 2026. Rentang tersebut menjadi kesempatan bagi pelatih untuk menguji skuad melalui pertandingan internasional resmi, sekaligus melanjutkan persiapan menuju Piala Asia 2027. PSSI sebelumnya merancang agenda dengan dua laga tandang di kawasan Timur Tengah, sehingga tim dapat menghadapi lawan dengan karakter permainan yang relevan bagi kebutuhan persiapan.

Jordan termasuk salah satu calon lawan yang mencuat dalam rencana tersebut. Indikasi mengenai kemungkinan pertandingan muncul melalui unggahan di akun Instagram resmi federasi sepak bola Jordan. Informasi itu memberi gambaran bahwa pembahasan laga dapat berlangsung, tetapi belum dengan sendirinya menjadi pengumuman resmi dari PSSI mengenai jadwal, lokasi, maupun kepastian pertandingan.

Kuwait juga disebut sebagai calon lawan kedua untuk agenda November. Namun, hingga kini PSSI belum mengonfirmasi secara resmi bahwa pertandingan melawan Kuwait akan digelar. Karena itu, rencana menghadapi kedua negara tersebut sebaiknya dipahami sebagai susunan awal atau opsi yang masih menunggu kepastian, bukan jadwal final yang telah disahkan. Konfirmasi dari federasi Indonesia diperlukan agar status setiap laga dapat dipastikan.

Jika skenario dua pertandingan tandang terlaksana, agenda ini akan memberi tim kesempatan menghadapi dua lawan regional dalam satu periode FIFA Matchday. Selain membantu pelatih menilai kesiapan pemain, pertandingan semacam itu dapat menjadi sarana untuk menyusun kombinasi skuad, menguji pendekatan taktik, dan memperbaiki koordinasi antarlini sebelum turnamen kontinental. Pemilihan lawan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan teknis, ketersediaan pemain, serta aspek perjalanan dan pemulihan.

Meski demikian, rencana awal tersebut dapat berubah seiring proses koordinasi dan evaluasi PSSI. Peninjauan ulang agenda bukan berarti pertandingan dengan Jordan atau Kuwait otomatis batal; keputusan akhir bergantung pada kesepakatan kedua federasi dan kebutuhan tim nasional. Publik dapat menunggu pengumuman resmi PSSI untuk mengetahui apakah laga tandang tetap menjadi pilihan, siapa lawan yang akhirnya disepakati, serta kapan dan di mana pertandingan akan berlangsung. Sampai pengumuman itu disampaikan, rentang 9–17 November 2026 tetap menjadi periode FIFA Matchday yang menjadi acuan agenda timnas.

Pemilihan Timur Tengah sebagai tujuan laga tandang Timnas pada November 2026 sejak awal berkaitan dengan persiapan menuju Piala Asia 2027. Turnamen tersebut akan berlangsung di Arab Saudi, sehingga pertandingan uji coba di kawasan itu dipandang dapat memberi pengalaman yang relevan bagi para pemain. Mereka berkesempatan mengenali kondisi wilayah yang berpotensi berbeda dari tempat mereka biasa bertanding, sekaligus membiasakan diri dengan lingkungan kompetisi yang akan dihadapi pada ajang utama.

Persiapan semacam ini dapat mencakup penyesuaian terhadap suasana dan karakteristik kawasan, serta kebutuhan perjalanan dan kegiatan tim selama berada di sana. Dengan menjalani laga sebelum turnamen, skuad diharapkan memiliki gambaran awal mengenai pengalaman bertanding di lingkungan yang serupa. Rencana tersebut juga dapat membantu tim pelatih menilai kesiapan pemain dan mengatur persiapan secara lebih terarah menjelang Piala Asia. Karena itu, pertandingan di Timur Tengah semula memiliki nilai persiapan yang melampaui sekadar agenda uji coba.

Namun, perkembangan situasi keamanan di kawasan itu mendorong PSSI untuk mengevaluasi kembali rencana yang telah disusun. Pertimbangan keselamatan menjadi penting ketika federasi menentukan lokasi pertandingan dan perjalanan tim, terutama karena pemain, ofisial, serta anggota rombongan lainnya perlu berada dalam kondisi aman. Manfaat adaptasi terhadap lingkungan calon tuan rumah tetap menjadi pertimbangan, tetapi tidak dapat dipisahkan dari penilaian atas risiko yang mungkin muncul. Perubahan keadaan menuntut PSSI menimbang kembali apakah tujuan awal tersebut masih dapat dicapai melalui rencana yang sama.

Erick menyampaikan bahwa keputusan mengenai langkah berikutnya perlu diambil dalam satu hingga dua hari ke depan. Rentang waktu itu memberi ruang bagi PSSI untuk mengkaji perkembangan terbaru sebelum menetapkan arah, termasuk kemungkinan mempertahankan atau menyesuaikan rencana laga tandang. Dalam prosesnya, federasi perlu bekerja sama dengan pemerintah untuk memperoleh pertimbangan dan memastikan keselamatan pemain. Koordinasi tersebut juga penting agar keputusan yang diambil didasarkan pada informasi yang memadai, bukan semata-mata pada kebutuhan persiapan pertandingan. Dengan demikian, rencana menuju Piala Asia dapat terus disusun sambil mengutamakan keamanan seluruh timnas.

Rencana pertandingan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026 masih ditinjau ulang, terutama terkait lokasi pelaksanaannya. Meski ada kemungkinan tempat pertandingan berubah dari rencana awal, Erick Thohir memastikan bahwa skuad Garuda tidak akan kembali bermain di kandang pada periode tersebut. Dengan demikian, evaluasi yang berlangsung tidak mengubah komitmen dasar PSSI untuk menggelar laga di luar negeri. Kepastian mengenai lokasi pengganti belum disampaikan, sehingga belum tepat untuk menyebut negara atau stadion tertentu sebagai tujuan pertandingan.

Komitmen bermain di luar negeri menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan PSSI dalam menata agenda Timnas. Pelaksanaan laga tandang dapat menjadi bagian dari rencana yang telah disepakati, meskipun aspek teknis dan lokasi masih perlu ditinjau. PSSI belum memastikan apakah perubahan akan memengaruhi seluruh rangkaian agenda atau hanya lokasi tertentu. Karena itu, informasi yang tersedia saat ini menegaskan arah penyelenggaraan di luar negeri, bukan rincian akhir mengenai tempat maupun lawan yang akan dihadapi Indonesia.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta juga sedang menjalani perawatan. Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan apabila stadion nasional itu dibahas sebagai pilihan untuk menggelar pertandingan. Selain perawatan, sejumlah agenda besar yang dijadwalkan berlangsung di SUGBK perlu diperhitungkan dalam menentukan pemakaian stadion. Pengelolaan jadwal dan kesiapan fasilitas menjadi faktor penting agar kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik. Pertimbangan ini menjelaskan mengapa penggunaan SUGBK tidak dapat diputuskan hanya berdasarkan kebutuhan satu pertandingan.

Untuk saat ini, PSSI masih perlu mematangkan koordinasi sebelum menyampaikan keputusan lebih lanjut.

Baca juga: Panduan Pembelian Tiket untuk Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 | Rencana Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta untuk Hari Ozon Sedunia | Perjuangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

banner 325x300