Kabupaten Bekasi | Pemerintah Kabupaten Bekasi mengapresiasi program revitalisasi sekolah yang dinilai membantu menghadirkan lingkungan belajar lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi siswa. Dukungan tersebut dipandang penting, terutama ketika kemampuan fiskal daerah masih terbatas. Melalui perbaikan fasilitas pendidikan, sekolah diharapkan dapat menyediakan ruang belajar yang lebih layak dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Apresiasi ini menegaskan bahwa upaya meningkatkan mutu pendidikan membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, termasuk melalui kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri open house SDN Bojongsari 04 pada Sabtu, setelah sekolah tersebut menjalani revitalisasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas bantuan yang menunjang terciptanya lingkungan belajar bagi siswa. Bantuan itu menjadi salah satu bentuk dukungan bagi sekolah, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih memadai di tengah keterbatasan anggaran.
Revitalisasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan pembaruan bangunan atau fasilitas, tetapi juga dengan upaya menciptakan kondisi yang mendukung siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan di sekolah. Lingkungan yang aman dan nyaman menjadi bagian penting dari proses belajar, karena siswa memerlukan ruang yang layak untuk mengikuti pembelajaran. Karena itu, apresiasi Pemkab Bekasi terhadap program tersebut mencerminkan pengakuan atas manfaat dukungan yang diterima sekolah dan komunitas pendidikan.
Pada saat yang sama, bantuan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab bersama untuk menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Perhatian terhadap kondisi lingkungan sekolah, penggunaan sarana secara tepat, serta kepedulian seluruh warga sekolah dapat membantu mempertahankan manfaat revitalisasi dalam jangka panjang. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat, fasilitas yang tersedia diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar. Bagi Kabupaten Bekasi, langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat lingkungan pendidikan, sekaligus memastikan dukungan terhadap sekolah tetap menjadi perhatian bersama.
Data yang disampaikan Asep menunjukkan bahwa dukungan revitalisasi sekolah di Kabupaten Bekasi menjangkau jenjang sekolah dasar negeri dalam jumlah cukup besar. Sepanjang 2025, sebanyak 35 SD negeri menerima bantuan revitalisasi, dengan alokasi anggaran mencapai Rp20,82 miliar. Angka tersebut menggambarkan cakupan program pada tahun itu dan perlu dibedakan dari penerima serta pagu bantuan untuk tahun ini. Bantuan ditujukan untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana sekolah, sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih layak. Penyebutan jumlah sekolah dan nilai anggaran secara terpisah membantu masyarakat melihat skala program, sekaligus memahami bahwa alokasi dapat berbeda dari satu periode ke periode berikutnya.
Untuk tahun ini, bantuan serupa dialokasikan bagi 21 sekolah dasar. Dari jumlah penerima tersebut, sembilan sekolah telah berstatus melakukan perjanjian kerja sama atau PKS. Pagu anggaran untuk bantuan revitalisasi SD tahun ini tercatat sebesar Rp9,5 miliar. Status PKS menandai tahapan administratif yang telah dicapai sekolah terkait dalam pelaksanaan program, tetapi tidak mengubah jumlah keseluruhan penerima yang disebutkan, yakni 21 sekolah. Dengan demikian, angka sembilan merujuk pada sekolah yang telah melakukan PKS, bukan pada seluruh sekolah penerima. Rincian ini penting agar informasi mengenai jumlah penerima, tahapan kerja sama, dan besaran pagu tidak tercampur ketika dibandingkan dengan data SD sepanjang 2025.
Pada jenjang sekolah menengah pertama, catatan untuk 2025 menyebutkan sebanyak 18 sekolah menerima bantuan revitalisasi dengan pagu Rp16,24 miliar. Sementara itu, untuk tahun ini terdapat 20 sekolah SMP yang memperoleh bantuan, dengan alokasi Rp18,27 miliar. Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa jumlah penerima dan pagu pada jenjang SMP tahun ini berbeda dari capaian sepanjang 2025. Angka-angka untuk SMP juga harus dibaca secara terpisah dari data SD: 35 sekolah dan Rp20,82 miliar pada SD sepanjang 2025, serta 21 sekolah dan Rp9,5 miliar pada SD tahun ini. Penyajian berdasarkan jenjang dan periode membantu memastikan gambaran dukungan pemerintah tetap akurat dan mudah dipahami.
Asep menilai pembangunan sarana pendidikan merupakan langkah penting untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih baik. Ruang belajar dan fasilitas sekolah yang memadai dapat membantu kegiatan pendidikan berlangsung dengan tertib serta memberi siswa lingkungan yang layak untuk belajar. Namun, manfaat pembangunan tersebut tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Agar fasilitas tetap dapat digunakan dalam jangka panjang, perawatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi perhatian bersama seluruh warga sekolah.
Menurut Asep, tanggung jawab menjaga hasil revitalisasi tidak hanya berada pada pemerintah. Guru, siswa, tenaga kependidikan, dan warga sekolah lainnya turut berperan dalam merawat fasilitas yang telah disediakan. Kepedulian sehari-hari, seperti menggunakan sarana sesuai fungsinya dan menjaga kebersihan ruang belajar, dapat membantu mencegah kerusakan serta mempertahankan kenyamanan lingkungan sekolah. Dengan demikian, dukungan pemerintah melalui pembangunan dapat berjalan seiring dengan komitmen warga sekolah untuk menjaga manfaatnya.
Asep berharap program revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga ikut mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan semangat siswa. Ia memandang sekolah sebagai ruang tumbuh kembang anak, sehingga lingkungan yang baik perlu ditopang kedisiplinan, kepedulian, dan komitmen seluruh warga sekolah. Perawatan fasilitas menjadi salah satu wujud nyata dari tanggung jawab tersebut, sekaligus membantu menciptakan suasana yang mendukung kegiatan belajar dan perkembangan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, juga menilai sarana yang memadai dapat mendukung terbentuknya budaya sekolah yang aman dan nyaman. Fasilitas yang berfungsi baik memberi ruang bagi kegiatan belajar berlangsung lebih optimal, sementara lingkungan yang terawat dapat membantu warga sekolah merasa tenang saat beraktivitas. Karena itu, Imam meminta guru dan siswa ikut merawat fasilitas yang tersedia. Keterlibatan mereka penting agar hasil revitalisasi dapat digunakan sebagaimana mestinya dan tetap berfungsi optimal. Pemerintah menyediakan dukungan pembangunan, sedangkan pemeliharaan sehari-hari memerlukan kesadaran bersama. Kerja sama tersebut diharapkan menjaga kualitas lingkungan belajar sekaligus memperkuat tujuan revitalisasi, yakni mendukung pembelajaran dan memberi ruang yang layak bagi siswa untuk berkembang.
Pengalaman kegiatan open house di SDN Bojongsari 04 menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan mereka secara langsung. Pelaksana Tugas Kepala SDN Bojongsari 04, Amih Suarsih, mengapresiasi kehadiran Asep dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan itu membuka ruang dialog yang penting, sehingga sekolah dapat menjelaskan perkembangan yang telah dicapai sekaligus menyampaikan hal-hal yang masih diperlukan. Pertemuan langsung juga memungkinkan aspirasi sekolah didengar dalam suasana terbuka, dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dan kegiatan belajar sehari-hari.
Salah satu perubahan yang menjadi perhatian dalam kegiatan itu ialah pembangunan tiga ruang kelas baru di SDN Bojongsari 04 melalui program revitalisasi yang dilaksanakan pemerintah pusat. Penambahan ruang kelas tersebut merupakan dukungan terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di sekolah. Namun, kebutuhan sekolah tidak hanya berkaitan dengan ruang belajar. Pihak sekolah turut menyampaikan perlunya fasilitas pendukung agar lingkungan pendidikan dapat menunjang kegiatan siswa secara lebih menyeluruh, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam aktivitas pengembangan minat dan bakat.
Dalam dialog tersebut, pihak sekolah menyampaikan kebutuhan akan lapangan dan panggung seni. Lapangan dinilai dapat mendukung kegiatan olahraga, upacara, serta aktivitas bersama siswa, sedangkan panggung seni dapat digunakan untuk pertunjukan dan kegiatan ekspresi kreatif. Amih berharap usulan mengenai kedua fasilitas itu dapat direalisasikan pada tahun depan.
Baca juga: Inisiatif Pemerintah Atasi Krisis Sampah dengan Proyek PSEL | Tak Hanya Logistik, Hercules TNI AU Bawa Dukungan Kesehatan dan Peralatan Untuk Menopang Perjuangan Pasukan Karhutla Kalsel | Delapan Tersangka Korupsi Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor












