banner 728x250

Viral Suara Mirip Yayak Gundul Sebut Rakyat Pati Bajingan

Viral Suara Mirip Yayak Gundul Sebut Rakyat Pati Bajingan
banner 120x600
banner 468x60

Pati, Jawa Tengah – Dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara yang diduga mirip dengan aktivis ormas Mantra, Yayak Gundul, atau yang bernama asli Cahaya Basuki. Rekaman tersebut memuat pernyataan yang menyebut “rakyat Pati bajingan semua” dan viral di berbagai platform media sosial sejak Jumat (10/8/2025).

Kabar itu pertama kali mencuat di sebuah grup WhatsApp yang juga diikuti oleh Yayak Gundul. Salah satu anggota grup, yang merupakan awak media, berusaha mengonfirmasi kebenaran suara tersebut dengan bertanya langsung di grup, “Ini seperti suaranya Yayak, kok ngarani rakyat Pati bajingan semua?”

banner 325x300

Namun, bukannya mendapatkan klarifikasi, awak media tersebut justru menerima respons tegas dari Yayak Gundul. “Tak catat… kalau tidak ada bukti saya ngarani rakyat Pati… kita ketemu di Kepolisian,” tulisnya di grup. Yayak bahkan menambahkan, “Sudah dua kali kamu katai otak saya kecampur tai… sekarang kamu bilang saya ngarani rakyat Pati bajingan.”

Upaya konfirmasi lanjutan dilakukan awak media melalui pesan pribadi WhatsApp, namun tak direspons. Beberapa jurnalis bahkan mendatangi kediaman Yayak Gundul sebanyak dua kali, tetapi tidak berhasil bertemu.

Dua hari kemudian, Yayak akhirnya memberikan klarifikasi. Menurutnya, ucapan “rakyat Pati bajingan” sebenarnya ditujukan kepada anggota grup Noto Projo, bukan kepada masyarakat Pati secara keseluruhan. Ia mengaku kesal karena merasa difitnah telah menerima uang dan dipaksa ikut aksi demonstrasi pada 13 Agustus 2025.

Diketahui, Yayak Gundul merupakan aktivis yang sebelumnya lantang mengkritik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sikap arogansi Bupati Pati, Sudewo. Ia bahkan ikut mendorong rencana aksi demonstrasi. Namun, setelah bertemu dengan Bupati yang akhirnya membatalkan kenaikan PBB, Yayak memutuskan membatalkan niat demo dan diduga mengajak warga lain untuk tidak ikut aksi.

Perubahan sikap ini memicu pro dan kontra. Di media sosial, banyak warganet melontarkan hujatan, bahkan menjuluki Yayak Gundul dengan sebutan “Sengkuni” dan berbagai sindiran lain. Meski demikian, hingga kini Yayak tetap bersikukuh bahwa pernyataannya disalahartikan dan konteksnya berbeda dari yang viral di publik.

(Edi D/Mury/Prima)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *