banner 728x250

Mahasiswa Gizi USU Curi Perhatian, Buku “Penemu Biofar SS” Diulas di Seminar Internasional

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Mahasiswa Program Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), Muhammad Ja’far Hasibuan, meluncurkan sekaligus membedah buku bertajuk Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia dalam seminar dan talkshow berskala internasional yang digelar di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Jakarta, Sabtu lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, hingga pembuat kebijakan sebagai forum diskusi ilmiah mengenai pengembangan literasi, inovasi, dan penelitian berbasis pengalaman empiris.

banner 325x300

Kepada awak media, Rabu (5/8/2026), Muhammad Ja’far Hasibuan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta secara langsung dan sekitar 1.500 peserta melalui jaringan daring.

Menurutnya, acara mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta FKM UI.

“Peluncuran dan bedah buku ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi maupun latar belakang sosial tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Ja’far.

Ia menjelaskan, buku tersebut merupakan refleksi perjalanan hidupnya sebagai anak yatim asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, yang merantau dengan bekal Rp70 ribu dan membiayai pendidikan melalui usaha berjualan roti.

Pengalaman tersebut kemudian dipadukan dengan proses penelitian, pengujian laboratorium, hingga pengembangan inovasi Biofar SS yang disebut telah melalui tahapan riset, sementara formulanya tidak dipublikasikan.

Ja’far mengatakan kepercayaan yang diberikan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan diarahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang memiliki landasan ilmiah sehingga dapat memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan,” katanya.

Buku setebal lebih dari 400 halaman itu disebut disusun dengan dukungan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin. Materinya menggabungkan pengalaman hidup penulis dengan berbagai teori akademik di bidang kesehatan masyarakat, psikologi, manajemen, hingga kepemimpinan.

Dalam peluncuran tersebut, sambutan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo disampaikan melalui perwakilan Polri. Dalam sambutannya disebutkan bahwa karya tersebut dinilai menunjukkan potensi generasi muda Indonesia tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi, melainkan oleh integritas, kedisiplinan, ketekunan, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Guru Besar FKM UI Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik karena mengintegrasikan pengalaman empiris dengan teori-teori ilmiah yang relevan dalam bidang kesehatan masyarakat dan kepemimpinan.

Menurutnya, karya tersebut membuka ruang diskusi akademik yang lebih luas dan dinilai berpotensi menjadi referensi bagi pengembangan penelitian lanjutan.

Pandangan serupa juga disampaikan Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, yang menilai perjalanan hidup penulis dapat dipahami melalui perspektif psikologi perkembangan, resiliensi, dan aktualisasi diri.

Adapun Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai bentuk kontribusi akademik yang membanggakan bagi almamater sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya melalui penelitian.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., menyampaikan apresiasi terhadap capaian Muhammad Ja’far Hasibuan.

Selain itu, buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia juga telah ditetapkan sebagai salah satu koleksi referensi di Perpustakaan Nasional RI.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku kepada sejumlah institusi, serta penandatanganan dokumen referensi sebagai bagian dari penguatan literasi akademik.

Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan kajian ilmiah.

Pewarta: Edi D/Megy
Narasumber: Muhammad Ja’far Hasibuan, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng.

banner 325x300

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *