banner 728x250

Pegawai Rutan Depok Diduga Jadi Pengantar Sabu dengan Imbalan Rp1 Juta per Paket

Pegawai Rutan Depok Diduga Jadi Pengantar Sabu dengan Imbalan Rp1 Juta per Paket
banner 120x600
banner 468x60

Depok, Jawa Barat — 7 Oktober 2026 — Seorang pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok berinisial S diduga menjadi pengantar sabu ke dalam rutan dengan imbalan Rp1 juta untuk setiap paket. Dugaan tersebut mencuat dalam perkara peredaran narkotika yang melibatkan pengiriman barang dari luar menuju lingkungan rutan. S diduga mengambil paket yang dikirim melalui jasa ojek online, kemudian membawanya masuk ke dalam Rutan Depok untuk diserahkan kepada narapidana.

Modus itu diduga dilakukan dengan memanfaatkan akses dan posisi S sebagai pegawai rutan. Setelah paket dikirim dari luar menggunakan layanan transportasi daring, S disebut menerima atau mengambil barang tersebut sebelum membawanya melewati area rutan. Paket sabu itu selanjutnya diduga diserahkan kepada narapidana yang menjadi tujuan pengiriman. Rangkaian tindakan tersebut masih berstatus dugaan dan menjadi bagian dari proses penyelidikan serta penanganan perkara oleh aparat penegak hukum.

banner 325x300

Kasatres Narkoba Polres Metro Depok Kompol Sutirto menyatakan bahwa S memperoleh imbalan atas setiap barang yang dibawanya masuk. Menurut Sutirto, bayaran yang diterima S bernilai Rp1 juta untuk setiap item atau paket. Keterangan itu memperjelas dugaan bahwa pengantaran narkotika tersebut dilakukan bukan semata-mata karena hubungan pribadi, melainkan juga karena adanya keuntungan finansial yang dijanjikan.

Penggunaan jasa ojek online dalam pengiriman diduga menjadi tahap awal sebelum paket diteruskan ke dalam rutan. Setelah barang sampai dan diambil, S diduga menjalankan peran sebagai penghubung pengirim dari luar dan narapidana di dalam. Polisi masih mendalami asal paket, pihak yang mengatur pengiriman, serta kemungkinan keterlibatan orang lain dalam jaringan tersebut. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengungkap berapa banyak paket yang telah dibawa dan sejak kapan dugaan peran itu berlangsung.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap lalu lintas barang dan orang di lingkungan pemasyarakatan. Setiap dugaan pelanggaran akan diuji melalui bukti, keterangan saksi, dan proses hukum yang berlaku. Status S serta pihak lain yang mungkin terkait tetap mengikuti hasil penyidikan dan keputusan pengadilan.

Pengungkapan alur dugaan peredaran sabu tersebut berawal dari pemeriksaan terhadap dua narapidana berinisial AA dan SW. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri informasi mengenai penggunaan narkotika di dalam rumah tahanan. Dalam proses pemeriksaan, keduanya diketahui mengakui telah menggunakan narkotika di dalam Rutan Depok. Keterangan tersebut kemudian menjadi titik awal bagi polisi untuk menelusuri asal barang yang digunakan.

Berdasarkan keterangan AA dan SW, sabu itu disebut berasal dari seseorang berinisial R. Dalam alur yang disampaikan kepada polisi, berperan sebagai pihak yang memasok atau mengirim paket sabu. Informasi mengenai diperoleh dari keterangan kedua narapidana tersebut, sehingga polisi dapat menyusun rangkaian peristiwa terkait bagaimana barang itu dikirim hingga masuk ke lingkungan rutan.

Pengiriman paket dilakukan dengan memanfaatkan jasa ojek online. Paket tersebut dikirim menuju lokasi di sekitar Rutan Depok. Penggunaan layanan pengantaran itu menjadi bagian dari tahapan distribusi sebelum paket diterima oleh pihak yang telah disebut dalam keterangan pemeriksaan. Dengan demikian, jasa ojek online berfungsi sebagai sarana pengiriman dari pihak yang disebut memasok menuju titik pengambilan di sekitar rutan.

Setelah paket tiba di sekitar rutan, barang tersebut disebut diambil oleh seseorang berinisial S. S kemudian berperan membawa paket itu masuk ke dalam rutan. Rangkaian ini menempatkan sebagai pihak yang disebut mengirim atau memasok sabu, jasa ojek online sebagai media pengantaran, serta S sebagai pengambil dan pembawa paket ke dalam rutan.

Polisi mengungkap alur tersebut berdasarkan keterangan AA dan SW setelah keduanya mengakui penggunaan narkotika di dalam rutan. Keterangan itu menjadi dasar untuk menjelaskan tahapan perpindahan paket, mulai dari pengiriman oleh R, pengantaran menggunakan ojek online, hingga pengambilan oleh S di sekitar rutan dan pembawaannya masuk ke dalam. Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari hasil pemeriksaan dan penelusuran polisi atas perkara itu.

Polisi menduga pegawai berinisial S tidak hanya sekali membawa paket narkoba ke dalam Rutan Depok. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, S disebut telah beberapa kali menjalankan peran tersebut dengan membawa paket sabu untuk diserahkan kepada pihak tertentu di dalam rutan. Setiap paket diduga dihargai dengan imbalan sekitar Rp1 juta. Namun, informasi mengenai jumlah paket, waktu pengiriman, serta pihak yang menerima barang tersebut masih didalami oleh penyidik.

Dalam pemeriksaan, S disebut mengakui perbuatannya. Pengakuan itu menjadi salah satu dasar bagi polisi untuk menelusuri lebih jauh kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam peredaran narkoba di lingkungan rutan. Penyidik masih mencocokkan keterangan S dengan bukti-bukti lain, termasuk hasil penyitaan, komunikasi, dan keterangan saksi. Status serta peran masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan proses penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

Pengungkapan dugaan tersebut juga dikaitkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga binaan berjoget di sebuah ruangan. Dalam rekaman itu, mereka diduga mengonsumsi narkoba. Video tersebut sempat disebut berlangsung di Lapas Depok, sehingga menimbulkan perhatian publik dan mendorong klarifikasi dari pihak terkait. Setelah dilakukan penelusuran, lokasi perekaman dipastikan berada di Rutan Depok, bukan di Lapas Depok.

Menindaklanjuti video tersebut, pihak Rutan Depok melakukan investigasi terhadap sekitar 22 warga binaan yang berada di ruangan ketika rekaman dibuat. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui identitas orang-orang yang tampak dalam video, kronologi kejadian, serta kemungkinan adanya penggunaan atau peredaran narkoba di dalam ruangan. Dari proses pendalaman, petugas turut menyelidiki dugaan keterlibatan tiga hingga empat warga binaan. Hasil investigasi internal kemudian akan diselaraskan dengan penyidikan kepolisian untuk memastikan fakta dan menentukan langkah hukum berikutnya.

Polisi melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan dua pegawai rumah tahanan negara (rutan) dalam pesta yang dikaitkan dengan sebuah video. Pendalaman dilakukan setelah muncul informasi mengenai aktivitas di dalam rutan yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika. Kedua pegawai tersebut kini diperiksa untuk menjelaskan peran masing-masing dalam rangkaian peristiwa itu.

Berdasarkan temuan sementara, satu pegawai diduga menyediakan sabu untuk pesta tersebut. Sementara itu, pegawai lainnya diduga menyediakan alat musik yang digunakan dalam kegiatan yang terekam atau dikaitkan dengan video. Polisi masih mencocokkan keterangan para pihak dengan bukti dan informasi lain yang telah dikumpulkan. Status dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Petugas melakukan penggeledahan pada 4 Oktober 2026 untuk mencari kemungkinan keberadaan narkotika maupun barang lain yang dapat memperjelas dugaan tersebut. Namun, polisi tidak menemukan sabu di lokasi. Narkotika yang diduga digunakan dalam pesta pada 27 September 2026 diperkirakan sudah tidak berada di tempat ketika penggeledahan dilakukan, sehingga pemeriksaan tidak menemukan barang terlarang yang dicari.

Selain menggeledah lokasi, polisi melakukan tes urine terhadap kedua pegawai yang diduga berkaitan dengan pesta tersebut. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa keduanya negatif narkoba. Hasil itu dicatat sebagai bagian dari pemeriksaan, tetapi tidak serta-merta menghapus kebutuhan untuk mendalami informasi mengenai dugaan penyediaan sabu dan perlengkapan pesta.

Hingga tahap ini, polisi masih mendalami peran masing-masing pihak, termasuk siapa yang diduga menyediakan narkotika, bagaimana kegiatan tersebut berlangsung, dan sejauh mana keterlibatan kedua pegawai. Penyidik juga menelusuri asal sabu yang diduga dapat masuk ke dalam rutan. Pendalaman tersebut dilakukan untuk merangkai hubungan para pihak, lokasi, waktu kejadian, serta informasi yang muncul dalam video tanpa menarik kesimpulan baru sebelum pemeriksaan selesai.

banner 325x300