Jakarta | Pembukaan peragaan In2MotionFest x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 pada Rabu, 14 Oktober 2026, menghadirkan empat koleksi yang mengolah kekayaan kain dan inspirasi Indonesia dalam pendekatan berbeda. Rangkaian dibuka oleh AdaH Mode melalui “Wibawa dalam Sadum”, koleksi desainer Zuraidah yang menjadikan ulos sadum sebagai titik berangkat. Kain tradisional Batak Toba ini lekat dengan sukacita, doa, dan harapan, sehingga membawa pesan budaya ke dalam busana masa kini. Zuraidah menerjemahkannya menjadi busana ready-to-wear deluxe dengan siluet A-line dan detail renda. Perpaduan tersebut memberi kesan anggun, sekaligus memperlihatkan cara motif serta nilai kain tradisional dapat hadir dalam rancangan yang siap dikenakan.
Berikutnya, Raden Asyfa Fuadi mempersembahkan “Botanica Rebelica” untuk Craft Denim.id. Inspirasi koleksi berasal dari tanaman di sekitar, lain melalui motif tree of life dan water hyacinth. Unsur tersebut menggambarkan hubungan manusia dengan alam, serta daya tahan dalam menghadapi perubahan. Gagasan itu diwujudkan melalui perpaduan denim, sutra organza batik, katun, dan tenun tencel. Penggunaan pewarna alami dan kain buatan alat tenun bukan mesin turut menegaskan perhatian pada proses serta material. Ragam tekstur dan karakter bahan membentuk tampilan yang berlapis, tanpa melepaskan kaitannya dengan lingkungan dan kerajinan lokal.
Bornneo x Jazila kemudian menampilkan “Woven Silence”, koleksi yang menempatkan tenun ikat Sintang sebagai unsur utama dalam empat tampilan bersiluet I-line. Bahan katun dan linen, pilihan warna earth tone, serta ornamen opnaisel membangun kesan tenang dan bersahaja. Penutup rangkaian adalah “Puspa Nusantara” karya Ayu Dyah Andari, yang memadukan sasirangan, batik, dan songket dalam busana feminin, elegan, serta kontemporer. Bunga menjadi sumber inspirasi sekaligus lambang keindahan dan keberagaman. Melalui empat pendekatan ini, pembukaan peragaan memperlihatkan bagaimana kain dan motif Nusantara dapat dirangkai menjadi busana modern, sembari membawa cerita tentang identitas, alam, ketekunan, dan kekayaan budaya ke panggung mode.
Penggunaan wastra dalam peragaan pembukaan In2MotionFest x JMFW 2026 tidak hanya melibatkan desainer Indonesia. Sejumlah desainer internasional juga mendapat kesempatan mengolah kain tradisional Indonesia menjadi bagian dari karya mereka. Salah satunya adalah Khanijo dari India, yang memperoleh kain tradisional untuk dieksplorasi melalui pendekatan desainnya. Dengan demikian, wastra hadir bukan sekadar sebagai unsur yang dikenakan di panggung, melainkan sebagai bahan kreatif yang dapat ditafsirkan oleh perancang dari latar mode berbeda.
Proses tersebut dirancang untuk memberikan tantangan kreatif kepada para desainer. Mereka diajak menggali kemungkinan baru dari bahan yang memiliki karakter, motif, teknik pembuatan, dan latar budaya tersendiri. Pada saat yang sama, keterlibatan desainer internasional menjadi salah satu cara memperkenalkan dan mempopulerkan wastra Indonesia di kalangan pelaku mode global. Kain tradisional yang diolah dalam karya para perancang itu dapat membuka ruang percakapan tentang kekayaan tekstil Indonesia, tanpa menghilangkan asal-usul serta ciri khasnya.
National Chair Indonesian Fashion Chamber, Lenny Agustin, memandang kain tradisional sebagai potensi pembeda produk mode Indonesia di pasar global. Menurutnya, keunikan wastra terlihat pada motif yang beragam, teknik pembuatan yang khas, serta nilai budaya yang menyertainya. Ketiga unsur tersebut memberi identitas pada produk mode dan membedakannya dari produk lain. Karena itu, wastra tidak hanya bernilai sebagai material, tetapi juga membawa karakter yang dapat menjadi kekuatan ketika karya Indonesia diperkenalkan ke pasar internasional.
Lenny juga menekankan bahwa pengembangan wastra dapat melibatkan berbagai pihak di sepanjang rantai produksi industri mode. Perajin, pelaku UMKM, desainer, dan jenama memiliki peran yang dapat saling terhubung dalam proses tersebut. Keterlibatan para pihak itu menunjukkan bahwa pengolahan kain tradisional tidak terbatas pada tahap perancangan busana saja. Wastra dapat menjadi bagian dari ekosistem kerja yang mencakup pembuat kain hingga produk mode yang dibawa oleh jenama. Melalui eksplorasi oleh desainer Indonesia maupun internasional, kain tradisional memperoleh ruang untuk dikenali dalam konteks mode yang lebih luas, sementara kekhasan motif, teknik, dan nilai budayanya tetap menjadi landasan identitasnya.
Setelah menyoroti koleksi dan kekayaan wastra Nusantara yang hadir di panggung, perhatian beralih pada kerangka lebih luas yang menaungi perhelatan ini. In2MotionFest x JMFW 2026 mengangkat tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business.” Tema tersebut menempatkan modest fashion bukan semata sebagai rangkaian busana atau ekspresi gaya, melainkan sebagai bagian dari ekosistem industri yang saling terhubung. Dengan demikian, karya yang tampil dapat dibaca bersama konteks pengembangan merek dan peluang usaha, tanpa melepaskan akar budaya yang tercermin dalam material, motif, dan pendekatan desainnya.
Perhelatan ini mempertemukan berbagai unsur yang membentuk dunia modest fashion, mulai dari pelaku industri dan media hingga komunitas kreatif serta pencinta mode. Kehadiran lebih dari 250 desainer nasional dan 10 desainer internasional menunjukkan luasnya partisipasi yang tercatat dalam agenda tersebut. Ragam peserta ini menghadirkan ruang pertemuan bagi perspektif yang berbeda, sekaligus menempatkan karya desainer dalam percakapan yang melampaui satu koleksi atau satu label. Tema integrasi menjadi relevan karena industri membutuhkan keterhubungan antarpelaku, agar gagasan kreatif dapat beriringan dengan pengembangan merek dan pemahaman terhadap pasar.
Penekanan pada transformasi merek modest fashion Indonesia menjadi bisnis global memberi arah pada pembahasan ekosistem itu. Namun, tema tersebut tidak hanya berbicara tentang jangkauan internasional; ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun hubungan kreativitas, identitas, dan kegiatan industri. Dalam konteks ini, wastra dapat menjadi salah satu sumber nilai dan pembeda yang menyertai perjalanan sebuah merek, sementara pertemuan lintas sektor membuka kesempatan untuk mengenali kebutuhan serta dinamika pasar. Dari panggung koleksi, pembahasan pun bergerak menuju pertanyaan tentang bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi peluang yang berkelanjutan. Kerangka ini menjadi jembatan untuk melihat lebih jauh peluang pasar modest fashion dan posisi Indonesia di dalam lanskap industri yang terus berkembang, tanpa menganggap tema sebagai bukti hasil tertentu dari acara.
Deputy Senior Governor Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menyoroti besarnya peluang bagi industri modest fashion Indonesia di tengah pasar konsumen muslim dunia. Menurut Aida, Indonesia telah memperoleh pengakuan di tingkat global dan menempati peringkat pertama dalam laporan State of the Global Islamic Economy. Pengakuan tersebut, dalam pandangannya, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam perkembangan ekonomi dan gaya hidup muslim, termasuk pada sektor busana modest. Ia menyampaikan hal itu sebagai gambaran peluang yang dapat diperkuat oleh pelaku industri nasional.
Aida juga menyebut pengeluaran kaum muslim dunia mencapai USD 2,34 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen dialokasikan untuk modest fashion. Ia menerangkan bahwa angka pengeluaran itu diperkirakan meningkat. Besarnya belanja tersebut memperlihatkan potensi pasar yang menjadi perhatian bagi industri, sekaligus memberi konteks bagi peluang Indonesia untuk mengembangkan perannya. Pernyataan Aida menempatkan modest fashion bukan sekadar sebagai bagian dari pilihan berpakaian, melainkan juga sebagai bidang yang memiliki ruang pertumbuhan dalam pasar konsumen muslim global.
Dalam melihat peluang itu, Aida menekankan pentingnya Indonesia mempertahankan peran kuatnya di industri modest fashion. Ia berpesan agar Indonesia tetap menjadi pemain utama dan ikut menentukan tren modest fashion dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, menurutnya, penguatan ekosistem yang terintegrasi menjadi hal penting. Ekosistem yang terhubung dapat mendukung perkembangan industri secara menyeluruh, sehingga posisi Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dunia dapat terus diperkuat.
Baca juga: Minifootball Asia 2026: Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah | Geuchik Baru Pecat 4 Kader Posyandu, Dugaan Beda Pilihan Politik Jadi Sorotan | Papan Proyek MIN 2 Aceh Tamiang Jadi Sorotan, Sumber APBN Dicantumkan Namun Nilai Kontrak Justru Tak Tertera












