Jakarta | Vino G. Bastian dan Pevita Pearce akan bermain bersama dalam film Gasigogi, produksi Falcon Pictures. Keterlibatan dua aktor tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian, terlebih keduanya memiliki perjalanan karier dan pilihan peran yang beragam. Di tengah kerja sama dalam film ini, Vino dan Pevita juga menunjukkan sikap saling menghargai terhadap keputusan artistik serta karya yang dipilih masing-masing.
Vino menyampaikan kekagumannya kepada Pevita saat ditemui di kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026). Ia mengapresiasi cara Pevita menentukan peran dan memilih proyek film yang sesuai dengan langkah kariernya. Bagi Vino, pilihan seorang aktor dalam berkarya dapat memperlihatkan pertimbangan serta keberanian untuk menjelajahi karakter dan cerita yang berbeda. Apresiasi itu disampaikan sebagai bentuk penghargaan terhadap rekan seprofesi, bukan sekadar komentar mengenai proyek yang sedang mereka jalani bersama.
Pujian tersebut juga berlangsung dua arah. Pevita turut mengapresiasi pilihan peran dan film yang diambil Vino selama berkarier. Sikap saling mendukung ini memperlihatkan bahwa keduanya memandang perjalanan masing-masing dengan rasa hormat, meskipun memiliki pendekatan dan pengalaman yang berbeda. Dalam industri film, pertukaran apresiasi antarpemain dapat menjadi tanda hubungan profesional yang positif, sekaligus membuka ruang untuk saling mengenal proses kreatif di balik berbagai proyek.
Di Gasigogi, Vino dan Pevita berbagi layar dalam sebuah produksi Falcon Pictures. Kehadiran mereka bersama menjadi kesempatan bagi penonton untuk melihat dua aktor tersebut bekerja dalam satu film, setelah masing-masing membangun rekam jejak melalui pilihan karya yang berbeda. Namun, perhatian terhadap proyek ini tidak hanya tertuju pada kolaborasi mereka. Pernyataan saling memuji juga memberi gambaran tentang penghargaan yang mereka miliki terhadap proses dan keputusan profesional satu sama lain. Dengan demikian, keterlibatan keduanya dalam film ini sekaligus menyoroti hubungan antaraktor yang dibangun melalui rasa hormat terhadap pilihan berkarya masing-masing.
Vino G. Bastian mengungkapkan bahwa ia telah mengikuti perjalanan karya Pevita Pearce sejak beberapa film yang dibintangi aktris tersebut. Ia mengingat Pevita melalui film 5 cm dan Tenggelamnya Kapal van der Wijck, dua judul yang menjadi bagian dari pengamatannya terhadap pilihan peran Pevita. Bagi Vino, mengikuti karya seorang aktor berarti melihat bagaimana ia menjalani beragam karakter dan menghadapi kebutuhan yang berbeda pada setiap film. Dari pengamatannya selama ini, Pevita telah melewati banyak proyek dengan tantangan besar. Hal itu membuat Vino menilai bahwa perjalanan karier Pevita menunjukkan pengalaman yang terus bertambah melalui berbagai peran yang ia pilih dan mainkan di layar lebar.
Menurut Vino, sejumlah peran yang dijalani Pevita menuntut kemampuan akting yang kuat. Ia terutama menyoroti karakter perempuan yang tidak selalu mudah dimainkan dan dapat membawa tantangan tersendiri bagi seorang aktor. Dalam pandangannya, Pevita kerap memperoleh peran yang membutuhkan kesanggupan untuk menghadirkan karakter secara meyakinkan. Penilaian tersebut berkaitan dengan banyaknya film yang telah dilalui Pevita, sekaligus ragam tantangan yang muncul di dalamnya. Vino melihat pilihan dan pengalaman itu sebagai bagian penting dari perjalanan Pevita sebagai aktris. Ia pun mengapresiasi bagaimana Pevita mampu menghadapi karakter-karakter tersebut, tanpa mengabaikan tuntutan yang melekat pada setiap cerita dan peran yang dipercayakan kepadanya.
Vino juga menilai Pevita piawai dalam memilih film. Apresiasi itu termasuk pada pilihannya untuk terlibat dalam Gasigogi, yang menjadi salah satu karya dalam perjalanan filmnya. Bagi Vino, pilihan tersebut sejalan dengan rekam jejak Pevita yang telah melewati beragam film dan peran menantang. Ia melihat bahwa Pevita tidak sekadar hadir dalam banyak judul, tetapi juga menjalani karakter yang memerlukan kemampuan kuat, khususnya ketika memerankan perempuan dengan tuntutan tertentu. Pandangan Vino berangkat dari pengamatannya terhadap karya Pevita sejak 5 cm hingga Tenggelamnya Kapal van der Wijck, serta film-film lain yang ia lalui. Karena itu, ia menyampaikan penghargaan atas keberanian Pevita menentukan peran dan film yang dipilihnya.
Pevita Pearce menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi Vino G. Bastian terhadap dirinya dan perjalanan kariernya. Bagi Pevita, pujian tersebut terasa bermakna, terlebih karena ia telah mengenal karya-karya Vino sejak lama. Ia mengaku tumbuh dengan menonton film-film yang dibintangi Vino, sehingga kesempatan untuk bekerja bersama aktor tersebut dalam film Gasigogi menjadi pengalaman yang istimewa. Penghargaan itu juga terasa dekat karena datang dari seseorang yang karya-karyanya telah ia ikuti sejak masa awal ketertarikannya pada dunia film.
Dalam percakapan mengenai pilihan peran, Pevita membenarkan bahwa ia cukup sering mengambil proyek yang menantang. Ia tertarik pada cerita dan karakter yang menuntutnya untuk mencoba pendekatan berbeda, sekaligus memberi ruang untuk belajar sebagai seorang pemain. Pilihan semacam itu dapat berarti proses persiapan lebih intensif, tantangan selama produksi, atau kebutuhan untuk memahami pengalaman karakter secara lebih mendalam. Namun, Pevita menyampaikan hal tersebut sebagai bagian dari cara ia menjalani pekerjaannya, bukan sebagai keluhan atas proyek yang dipilihnya. Baginya, proyek-proyek tersebut memang sering menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya.
Pevita juga menggambarkan bahwa sesekali ia bertanya-tanya mengapa tidak memilih film yang lebih mudah. Ia membayangkan pilihan dengan waktu syuting yang singkat, lalu membandingkannya dengan kesempatan untuk berlibur ke luar negeri. Pertanyaan reflektif itu disampaikan dengan ringan, sebagai pengakuan bahwa pilihan karier yang menantang tidak selalu tampak sederhana ketika dijalani. Ia tidak menyatakan penyesalan ataupun menarik kesimpulan bahwa seharusnya memilih proyek lain. Pernyataannya menunjukkan adanya momen ketika ia memikirkan alternatif yang lebih santai, sementara pada kenyataannya ia cukup sering menerima tantangan. Dalam konteks Gasigogi, keterbukaannya tentang kebiasaan tersebut memberi gambaran mengenai cara Pevita melihat pilihan peran, sekaligus melengkapi apresiasi yang ia terima dari Vino.
Keputusan Vino G. Bastian untuk bergabung dalam film Gasigogi berangkat dari kekagumannya terhadap sutradara Lee Hwan-kyung. Vino telah mengenal karya Lee, terutama Miracle in Cell No. 7, yang meninggalkan kesan kuat baginya. Karena itu, kesempatan bertemu langsung dengan sang sutradara menjadi hal penting. Kekaguman tersebut bukan sekadar pada satu film, melainkan juga pada cara Lee menyampaikan cerita melalui karya-karyanya. Bagi Vino, reputasi dan pendekatan kreatif sutradara itu menjadi alasan awal untuk membuka diri terhadap proyek yang saat itu belum memiliki bentuk jelas.
Saat Vino pertama kali bertemu Lee, Gasigogi belum terbentuk sebagai proyek film seperti yang kemudian dikenal. Lee membawa sebuah naskah, tetapi pertemuan tersebut bukan sekadar pembahasan tentang tawaran peran yang sudah ditentukan. Proses casting berlangsung dengan format menyerupai wawancara, sehingga sutradara dapat mengenal calon pemain dan memahami pandangan mereka. Dalam situasi itu, Vino mengamati keseriusan Lee saat membicarakan cerita dan proses kreatifnya. Sikap tersebut memberi kesan bahwa Lee benar-benar menaruh perhatian pada materi yang sedang ia kembangkan.
Vino pun merasa Lee akan menggarap film itu dengan sepenuh hati. Keyakinan tersebut semakin kuat karena Lee menulis naskahnya sendiri. Bagi Vino, keterlibatan sutradara sejak tahap penulisan menunjukkan hubungan personal dengan cerita, sekaligus kesungguhan untuk mewujudkannya di layar. Ia tidak menjadikan besar atau kecilnya peran sebagai pertimbangan utama ketika menyampaikan minatnya. Kepada produser Erika, Vino menyatakan bahwa ia bersedia mengambil peran apa pun dalam film yang disutradarai Lee.
Baca juga: Kapolres Madiun Kota Apresiasi Massa PSHT dalam Menyampaikan Aspirasi, Aksi Damai Berakhir Kondusif












