banner 728x250

Empat Apresiasi untuk BRI: Kinerja, Layanan Digital, dan Pembiayaan UMKM

Empat Apresiasi untuk BRI: Kinerja, Layanan Digital, dan Pembiayaan UMKM
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperoleh empat pengakuan dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2026. Apresiasi ini mencerminkan capaian perseroan di industri keuangan, baik dari sisi kinerja, aktivitas layanan perbankan digital maupun peran dalam memperluas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keempat penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian penilaian terhadap lembaga keuangan di Indonesia.

Pengakuan pertama adalah The Finance Golden Star Award 2026. BRI juga menerima penghargaan Top 20 Financial Institution 2026 untuk kategori bank dengan aset Rp500 triliun ke atas, dengan predikat “sangat bagus”. Penghargaan kategori ini menempatkan BRI dalam kelompok institusi yang dinilai memiliki performa kuat berdasarkan kriteria yang digunakan penyelenggara. Capaian tersebut menjadi salah satu penanda kinerja BRI pada kelas bank beraset besar.

banner 325x300

Dua penghargaan lainnya merupakan The Finance Special Award 2026. BRI diakui sebagai bank dengan transaksi perbankan digital paling aktif, serta sebagai bank paling inklusif dalam pembiayaan UMKM. Kedua pengakuan ini menyoroti aspek yang berbeda, yakni penggunaan kanal digital untuk transaksi nasabah dan jangkauan pembiayaan bagi pelaku usaha. Dengan demikian, empat penghargaan yang diterima mencakup penilaian atas kinerja institusi sekaligus layanan dan kontribusi pembiayaan.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menerima penghargaan tersebut mewakili perseroan. Penilaian dalam Top 20 Financial Institutions Award 2026 didasarkan pada kajian terhadap kinerja lembaga keuangan. Laporan keuangan selama tiga periode terakhir menjadi bahan utama dalam proses tersebut, sehingga evaluasi mempertimbangkan rekam jejak, bukan hanya capaian dalam satu periode. Hasil kajian ini kemudian menjadi dasar bagi penyelenggara untuk menentukan institusi yang memperoleh apresiasi di masing-masing kategori. Bagi BRI, empat pengakuan tersebut menggabungkan indikator keuangan dengan pencapaian pada transaksi digital dan pembiayaan inklusif, dua bidang yang relevan dengan kebutuhan layanan masyarakat serta perkembangan sektor usaha di Indonesia.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, memandang penghargaan yang diterima perseroan sebagai pengakuan atas kemampuan perusahaan menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi global. Apresiasi tersebut juga menandai upaya BRI mempertahankan kinerja secara konsisten ketika lingkungan usaha terus berubah. Bagi perusahaan, pencapaian ini bukan sekadar pengakuan atas hasil yang telah diraih, melainkan momentum untuk melanjutkan transformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah dan perkembangan industri jasa keuangan.

Hery menyampaikan bahwa konsistensi dalam menjaga kinerja perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan nasabah. Karena itu, BRI berencana mempercepat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, aman, dan terintegrasi. Pengembangan tersebut diarahkan agar pengalaman nasabah menjadi lebih baik sekaligus mendukung kemampuan perusahaan merespons perubahan kebutuhan. Transformasi juga diharapkan menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan dengan peran BRI dalam menyediakan layanan dan pembiayaan di berbagai segmen.

Dalam konteks kinerja, BRI mencatat laba bersih sebesar Rp31,2 triliun pada semester I 2026, atau tumbuh 17,5% secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan capaian perusahaan pada paruh pertama tahun ini, sementara penghargaan yang diterima memberi ruang untuk menegaskan kembali arah kerja ke depan. BRI menyatakan akan terus menjaga konsistensi kinerja dan mempercepat transformasi, dengan perhatian pada kualitas layanan serta kebutuhan nasabah. Perusahaan juga menempatkan penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat sebagai bagian dari tujuan transformasi tersebut. Dengan demikian, apresiasi, capaian keuangan, dan agenda digital hadir sebagai unsur yang saling melengkapi dalam perjalanan BRI, tanpa mengurangi pentingnya menjaga fundamental bisnis di tengah kondisi global yang dinamis.

Hingga akhir Juni 2026, intermediasi BRI menunjukkan pertumbuhan yang kuat sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan bagi berbagai lapisan pelaku usaha. Penyaluran kredit tercatat mencapai Rp1.645,5 triliun, meningkat 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menggambarkan peran BRI dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dan memenuhi kebutuhan nasabah di tengah perkembangan ekonomi yang terus berlangsung.

Segmen usaha mikro, kecil, dan menengah tetap menjadi bagian penting dari penyaluran tersebut. Kredit BRI untuk UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun pada akhir Juni 2026, tumbuh 8,6% secara tahunan. Dukungan ini membantu pelaku usaha memperoleh sumber pembiayaan formal untuk menjalankan kegiatan, menjaga kelangsungan usaha, serta membuka peluang untuk memperluas kapasitas. Skala penyaluran tersebut juga menunjukkan besarnya kontribusi UMKM dalam ekosistem bisnis yang dilayani BRI.

Perluasan akses juga didorong melalui Holding Ultra Mikro, yang menghubungkan layanan keuangan dengan upaya pemberdayaan. Hingga Juni 2026, ekosistem ini melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan. Selain menjangkau masyarakat melalui pembiayaan dan layanan simpanan, Holding Ultra Mikro mencatat 2,3 juta debitur naik kelas. Angka tersebut menunjukkan adanya perkembangan nasabah menuju tingkat usaha yang lebih tinggi.

Integrasi layanan keuangan dan pemberdayaan menjadi penting karena banyak usaha ultra mikro membutuhkan lebih dari sekadar akses pinjaman. Pendampingan dan layanan yang sesuai dapat membantu pelaku usaha memahami pilihan keuangan formal, membangun kebiasaan menabung, serta mengelola pembiayaan untuk kebutuhan produktif. Dengan demikian, akses yang sebelumnya terbatas dapat berkembang menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha secara bertahap.

Ketika usaha bertumbuh, pelaku usaha berpeluang menjangkau pembiayaan yang lebih sesuai dengan skala dan kebutuhannya. Perjalanan debitur untuk naik kelas juga memperkuat keterhubungan segmen ultra mikro dan UMKM yang lebih luas. Melalui penyaluran kredit, layanan simpanan, dan pemberdayaan yang terintegrasi, BRI mendukung akses pembiayaan formal sekaligus membantu pelaku usaha berkembang ke segmen yang lebih tinggi.

Pembiayaan yang memadai penting bagi perkembangan UMKM, tetapi dukungan nonfinansial juga diperlukan agar usaha dapat bertahan dan tumbuh. Karena itu, BRI melengkapi pembiayaan dengan program yang membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat pengelolaan bisnis. Pendampingan tersebut menyasar berbagai tahap perkembangan, mulai dari usaha yang baru dirintis hingga kelompok usaha yang siap memperbesar skala dan jangkauan. Pendekatan ini memberi pelaku UMKM kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, jejaring, serta sarana pemasaran yang relevan dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran modal, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan usaha secara berkelanjutan.

Salah satu inisiatifnya, Desa BRILian, mendorong pengembangan potensi ekonomi desa melalui penguatan kapasitas dan kegiatan usaha berbasis komunitas. Hingga Juni 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 5.700 desa. Sementara itu, Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha, yang mempertemukan pelaku dengan bidang kegiatan serupa untuk berkembang bersama. Pola berbasis desa dan klaster dapat membantu peserta berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas produk, serta membangun hubungan dengan pasar dan mitra usaha. Program-program tersebut juga mendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal, sehingga manfaat pemberdayaan dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku dan komunitas di berbagai wilayah.

Akses digital menjadi bagian lain dari upaya memperluas pendampingan. LinkUMKM by BRI telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM melalui kanal digital, sementara Rumah BUMN diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha. Berbagai kanal ini membuka ruang untuk memperoleh informasi, pembelajaran, serta dukungan pengembangan bisnis tanpa terbatas pada satu lokasi. Hery menegaskan bahwa UMKM merupakan bisnis inti BRI sekaligus fondasi penting pertumbuhan ekonomi nasional. Peran perusahaan mencakup dukungan bagi pelaku usaha sejak tahap awal, peningkatan kapasitas dan daya saing, hingga membantu mereka naik kelas.

Baca juga: POLDA KEPRI PERKUAT SINERGI DENGAN INSAN PERS, TERIMA APRESIASI PADA HUT KE-5 AMSI KEPRI | Layanan SIM Keliling Jakarta: Lokasi dan Persyaratan untuk Perpanjangan | SP2HP Kasus Suarni Dipersoalkan, Kinerja Penyidik PPA Polres Probolinggo Dilaporkan

banner 325x300