banner 728x250

Proyek Rabat Beton Dusun Bahagia 3 Langsa Disorot, Papan Informasi Diduga Tak Terpasang

banner 120x600
banner 468x60

LANGSA – Pembangunan jalan rabat beton di Lorong Dusun Bahagia 3, Gampong Meurandeh Tengah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh, menjadi sorotan publik. Proyek yang disebut bersumber dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi kegiatan, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai transparansi anggaran dan pelaksana pekerjaan.

Berdasarkan pantauan wartawan pada Jumat (30/10/2026), aktivitas pengecoran rabat beton terlihat berlangsung di lokasi yang berada di samping warung kafe Dusun Bahagia 3. Namun, papan informasi proyek yang seharusnya memuat nama kegiatan, sumber dana, nilai anggaran, masa pelaksanaan, serta identitas kontraktor tidak ditemukan di lokasi.

banner 325x300

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait keterbukaan informasi kepada masyarakat, khususnya mengenai besaran anggaran dan pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.

Geuchik Gampong Meurandeh Tengah, Muhammad Deni, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Jumat sekitar pukul 11.10 WIB, membenarkan adanya pekerjaan rabat beton tersebut.

“Kalau dana anggarannya kami kurang tahu, atau pemborongnya bernama Heru. Kami dari perangkat desa hanya penerima manfaat,” ujar Deni.

Ia juga menyampaikan bahwa perangkat desa berada di lokasi sejak malam hari dan menyarankan wartawan menghubungi kontraktor. Deni menyatakan akan membantu memberikan nomor kontak pelaksana proyek yang disebut bernama Heru.

Namun, hingga berita ini disusun, nomor kontak tersebut belum diterima. Upaya konfirmasi lanjutan kepada Muhammad Deni pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 13.05 WIB juga belum memperoleh jawaban.

Belum adanya keterangan lanjutan tersebut membuat sejumlah aspek pelaksanaan proyek masih belum terungkap. Mulai dari nilai anggaran, identitas perusahaan pelaksana, hingga mekanisme pengawasan pekerjaan.

Papan informasi proyek merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan transparansi pembangunan. Melalui informasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui sumber pendanaan, nilai kegiatan, jangka waktu pengerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab.

Sorotan terhadap proyek ini juga mendapat perhatian dari kalangan aktivis. Mantan aktivis bidang Investigasi, Monitoring, dan Intelijen (IMI) LBPH-RI Komisariat Daerah Langsa-Aceh, Bung Karo-Karo, meminta aparat penegak hukum menelusuri pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh untuk memeriksa aliran dana aspirasi yang disebut dialokasikan bagi pembangunan rabat beton di Gampong Meurandeh Tengah.

Menurutnya, penelusuran diperlukan guna memastikan penggunaan anggaran sesuai ketentuan dan tidak terjadi penyimpangan.

Meski demikian, dugaan adanya persoalan dalam proyek tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan mengenai nilai anggaran dan pelaksanaan pekerjaan.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sesuai prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik. (***)

banner 325x300