ACEH TIMUR – Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema etika jurnalistik yang diselenggarakan PT Medco E&P Malaka bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Medan mendapat apresiasi sekaligus sorotan dari kalangan masyarakat dan insan pers di Aceh Timur.
Ketua DPD Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Kabupaten Aceh Timur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Namun, di balik apresiasi itu, muncul sejumlah pertanyaan mengenai tujuan pelaksanaan FGD, khususnya terkait momentum kegiatan yang berlangsung setelah insiden di fasilitas operasional Blok A.
Sejumlah pihak mempertanyakan apakah kegiatan tersebut benar-benar berorientasi pada peningkatan kapasitas wartawan atau justru berkaitan dengan upaya meredam pemberitaan kritis mengenai insiden yang terjadi di wilayah operasi perusahaan.
PT Medco E&P Malaka merupakan perusahaan yang mengelola operasi migas di Blok A, Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari kelompok usaha Medco Energi.
Sorotan publik menguat setelah insiden suara gemuruh disertai kepulan asap tebal dari fasilitas Central Processing Plant (CPP) Blok A pada Jumat, 16 Oktober 2026. Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga yang tinggal di sekitar wilayah operasional.
Dalam konteks tersebut, pelaksanaan FGD di Medan dinilai perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Bahkan, muncul kekhawatiran bahwa kegiatan yang melibatkan sejumlah awak media tersebut berpotensi memengaruhi independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, terutama terhadap persoalan keamanan dan keselamatan operasional perusahaan.
Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait. Kegiatan edukasi jurnalistik pada dasarnya merupakan bagian dari peningkatan kompetensi wartawan, sepanjang dilaksanakan secara transparan dan tetap menghormati independensi media.
Masyarakat dan insan pers yang tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut berharap PT Medco E&P Malaka bersama BPMA dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan, materi, serta mekanisme pemilihan peserta FGD.
Transparansi dinilai penting untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut benar-benar menjadi ruang edukasi, bukan sarana membatasi pemberitaan kritis.
Hingga berita ini disusun, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak PT Medco E&P Malaka dan BPMA guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
(Pasukan Ghoib/Sumber: Sebi-Hasbi)






