banner 728x250

Amanah Terakhir Tasrun Hadinoto: Tahlilan dan Kelanjutan Masjid di Banyuwangi

Amanah Terakhir Tasrun Hadinoto: Tahlilan dan Kelanjutan Masjid di Banyuwangi
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Bogor | Tasrun Hadinoto, ayah penyanyi Fitri Carlina dan Nini Carlina, telah menitipkan sejumlah amanah kepada anak-anaknya sebelum meninggal dunia. Hal itu disampaikan Nini seusai prosesi pemakaman sang ayah di kawasan Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Minggu (8/11/2026). Menurut Nini, keinginan-keinginan tersebut bukan pembicaraan yang baru muncul menjelang akhir hayat Tasrun, melainkan telah disampaikan jauh sebelumnya.

Pernyataan Nini memberi gambaran bahwa almarhum sempat mengutarakan hal-hal yang dianggap penting untuk diteruskan oleh keluarga. Amanah itu menjadi pesan personal dari seorang ayah kepada anak-anaknya, sekaligus bagian dari hal yang kini dikenang keluarga setelah prosesi pemakaman. Nini menyampaikan informasi tersebut kepada awak media setelah rangkaian pemakaman selesai. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa mendiang telah berbicara mengenai keinginannya jauh sebelum wafat, sehingga keluarga telah mengetahui pesan tersebut sebelumnya.

banner 325x300

Meski kabar mengenai amanah itu telah disampaikan, isi dan rincian setiap pesan perlu dipahami berdasarkan keterangan keluarga. Pernyataan yang tersedia menegaskan adanya sejumlah keinginan yang dititipkan Tasrun kepada anak-anaknya, tanpa menguraikan semuanya secara terperinci. Karena itu, tidak tepat untuk menambahkan rincian yang belum disampaikan atau menyimpulkan hal-hal di luar keterangan Nini. Informasi yang dapat dipastikan dari penuturan tersebut adalah bahwa pesan itu berasal dari pembicaraan lama Tasrun dan anak-anaknya, bukan permintaan yang baru disampaikan setelah prosesi pemakaman.

Dalam suasana duka, penyampaian pesan itu menjadi salah satu kabar yang dibagikan keluarga kepada publik. Nini hadir sebagai sumber keterangan mengenai apa yang pernah dibicarakan ayahnya, sementara pemakaman di Cikeas menjadi konteks saat ia menyampaikan kabar tersebut. Belum ada rincian tambahan dalam keterangan ini mengenai waktu wafat maupun penyebabnya, sehingga kedua hal itu tidak dapat dipastikan dari informasi yang disampaikan. Fokus kabar tetap pada amanah Tasrun kepada anak-anaknya dan penjelasan Nini bahwa keinginan tersebut telah dibicarakan jauh sebelum sang ayah meninggal dunia.

Amanah Tasrun Hadinoto mengenai doa setelah kepergiannya menjadi perhatian keluarga. Ia berpesan agar keluarga mengadakan tahlilan selama tujuh hari dan membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali. Pesan tersebut menjadi panduan bagi keluarga dalam menyiapkan kegiatan doa bersama, sekaligus cara untuk mengenang mendiang dan memenuhi permintaannya. Keterangan tentang amanah ini disampaikan oleh Nini, yang menjelaskan rencana keluarga terkait pelaksanaannya.

Menurut Nini, keluarga berencana menggelar tahlilan di dua tempat, yakni Cibubur dan Banyuwangi. Rencana tersebut menyebutkan kedua lokasi sebagai tempat kegiatan, tanpa mengubah bentuk doa yang diminta Tasrun. Dengan demikian, pelaksanaan tahlilan direncanakan berlangsung di lingkungan keluarga yang berada di Cibubur maupun di Banyuwangi. Keterangan itu menggambarkan upaya keluarga untuk menjalankan pesan mendiang dengan melibatkan kedua lokasi yang disebutkan.

Tahlilan selama tujuh hari dan pembacaan Yasin tiga kali merupakan bentuk kegiatan yang disampaikan dalam amanah Tasrun. Keluarga berencana menunaikannya melalui rangkaian doa bersama di Cibubur dan Banyuwangi. Nini menyebut rencana tersebut sebagai upaya keluarga memenuhi pesan almarhum setelah kepergiannya. Dalam keterangannya, yang dipastikan ialah durasi tahlilan, jumlah pembacaan Yasin, serta dua tempat yang direncanakan. Rincian lain mengenai waktu, susunan acara, atau pembagian kegiatan di kedua lokasi tidak dijelaskan dalam keterangan tersebut. Karena itu, informasi mengenai pelaksanaan sebaiknya merujuk pada hal-hal yang telah disampaikan: tahlilan selama tujuh hari, pembacaan Yasin sebanyak tiga kali, dan rencana penyelenggaraan di Cibubur serta Banyuwangi. Bagi keluarga, menyiapkan kegiatan itu menjadi cara untuk menjaga amanah Tasrun sekaligus menghadirkan doa bagi mendiang. Rencana tersebut juga menunjukkan bahwa pesan terakhirnya tetap diingat dan hendak dijalankan, dengan bentuk serta lokasi sebagaimana diterangkan Nini. Keluarga, melalui rencana ini, menempatkan doa bersama sebagai bagian dari pemenuhan amanah setelah Tasrun berpulang, bukan sebagai keterangan tentang rincian acara yang belum disampaikan kepada publik.

Pesan Tasrun Hadinoto kepada anak-anaknya tidak berhenti pada rasa syukur atas masjid dan rumah Al-Qur’an yang telah selesai dibangun di Banyuwangi. Ia berharap kedua bangunan itu terus dirawat dan dimanfaatkan, bukan sekadar dikenang sebagai hadiah keluarga. Masjid dan rumah Al-Qur’an tersebut merupakan persembahan anak-anaknya untuk sang ayah. Karena itu, keberlanjutan pengelolaannya menjadi bagian penting dari amanah yang ingin mereka jaga bersama.

Menurut Nini, Tasrun merasa bahagia sekaligus bangga ketika menyaksikan hasil pembangunan tersebut. Ia sempat mengikuti tasyakuran setelah pekerjaan selesai, sebuah momen yang menandai rampungnya upaya keluarga menghadirkan tempat untuk beribadah dan belajar. Tasrun juga berharap bisa kembali datang ke Banyuwangi untuk melihat peresmian bangunan itu. Keinginan tersebut menunjukkan betapa besar arti masjid dan rumah Al-Qur’an baginya, baik sebagai wujud perhatian anak-anak maupun sebagai fasilitas yang dapat digunakan masyarakat.

Secara khusus, Tasrun meminta Nini agar mengembangkan, memakmurkan, dan mengelola rumah Al-Qur’an dengan baik. Pesan itu menempatkan pengelolaan sebagai tanggung jawab yang berkelanjutan: kegiatan belajar perlu dijaga, tempatnya dirawat, dan manfaatnya terus diupayakan bagi para pengunjung. Anak-anaknya diharapkan meneruskan perhatian terhadap masjid serta rumah Al-Qur’an setelah kepergiannya. Dengan menjalankan amanah tersebut, mereka dapat memastikan bangunan yang telah selesai dibangun tetap hidup melalui kegiatan ibadah dan pendidikan. Bagi keluarga, meneruskan pengelolaan bukan hanya menjaga fasilitas, melainkan juga merawat pesan terakhir Tasrun. Harapannya, masjid dan rumah Al-Qur’an di Banyuwangi dapat terus menjadi ruang yang bermanfaat, sesuai dengan kebahagiaan dan kebanggaan yang sempat ia rasakan saat melihat hasil pembangunan itu.Dalam kenangan Nini tentang ayahnya, Tasrun Hadinoto, tersimpan pesan bahwa setiap anak menerima amanah yang perlu dijaga dan diteruskan. Amanah itu bukan sekadar sesuatu yang diwariskan, melainkan tanggung jawab untuk merawat nilai-nilai baik yang telah dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari. Nini menyampaikan harapan agar anak-anak memahami bagian masing-masing dan meneruskannya dengan cara yang sesuai, tanpa melupakan sosok ayah yang menjadi sumber teladan bagi keluarga.

Ia berharap semangat Tasrun dalam beribadah tetap hidup di tengah keluarga. Menurut Nini, ketekunan ayahnya menjalankan ibadah dapat dikenang dan dijadikan dorongan bagi anak-anak untuk terus mendekatkan diri kepada Allah. Harapan itu juga mencakup kebiasaan bersedekah dan berpuasa, dua bentuk pengabdian yang ingin Nini lihat tetap mendapat tempat dalam kehidupan keluarga. Ia tidak menyampaikan pesan tersebut sebagai tuntutan untuk meniru setiap hal secara persis, melainkan sebagai teladan yang dapat menguatkan niat untuk berbuat baik.

Menjaga silaturahmi pun menjadi bagian dari hal-hal yang diharapkan Nini diteruskan. Hubungan yang terpelihara di keluarga dan sesama, dalam pandangannya, merupakan nilai penting yang patut dirawat. Saat mengenang ayahnya, Nini menyampaikan harapan agar anak-anak tidak hanya mengingat nama dan kisah Tasrun, tetapi juga membawa semangat kebaikan yang ia teladankan ke dalam tindakan mereka. Masing-masing anak, dengan amanahnya sendiri, dapat menjaga warisan nilai tersebut melalui ibadah, kepedulian kepada orang lain, puasa, serta hubungan yang tetap terjalin. Bagi Nini, itulah cara keluarga meneruskan teladan sang ayah: menjadikan kenangan sebagai pengingat untuk berbuat baik dan menjaga nilai-nilai yang ia harapkan tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

16 kunjungan
banner 325x300