banner 728x250

Diklat KPRI Sehat Sumberasih Tingkatkan Kompetensi Anggota Perkoperasian

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – KPRI Sehat Sumberasih menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) perkoperasian selama dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu (10-11 Juni 2025), sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman anggota dalam pengelolaan koperasi. Kegiatan ini berlangsung di aula Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Bidikdaya) Kecamatan Sumberasih dengan tema “Peningkatan Kompetensi Anggota Untuk Terciptanya KPRI yang Sehat dan Mensejahterakan.”

Diklat diikuti 64 peserta dari 32 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Sumberasih, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Masing-masing lembaga mengirimkan dua perwakilan, yaitu Bendahara BOS dan anggota koperasi yang belum pernah mengikuti diklat sebelumnya. Pemilihan Bendahara BOS dianggap strategis karena perannya yang krusial dalam penataan arus kas sekolah, khususnya saat kebutuhan mendesak muncul sebelum dana BOS cair. Dengan keterlibatan Bendahara BOS, diharapkan penatausahaan keuangan bisa berjalan transparan dan rapi, terutama terkait keluar masuknya dana.

banner 325x300

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Korwil Bidikdaya Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih selaku Pembina KPRI Sehat, Ketua PK-PRI Kabupaten/Kota Probolinggo Edy Supangkat, Pengawas Koperasi dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono, serta Ketua dan pengurus KPRI Sehat Sumberasih.

Para peserta mendapat materi pelatihan yang komprehensif, mulai dari cara membaca neraca yang disampaikan oleh Josef Teguh Sulaksono, pengenalan jati diri koperasi oleh Ketua PK-PRI Edy Supangkat, hingga transparansi manajemen keuangan sekolah oleh Maini Yudiningsih. Selain itu, materi internal mengenai pengelolaan KPRI Sehat juga diberikan oleh pengurus koperasi itu sendiri.

Ketua KPRI Sehat Sumberasih, Asis, menyatakan bahwa tujuan utama diklat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi anggota dalam memahami fungsi, jati diri, dan tujuan koperasi. Lebih khusus lagi, agar anggota mampu membaca laporan keuangan seperti neraca dan laporan pertanggungjawaban pengurus. Dengan pemahaman ini, anggota tidak hanya menjadi pengguna jasa koperasi, tetapi juga pengawas aktif yang mampu menjaga kesehatan dan keberlanjutan koperasi.

“Harapan kami, setelah diklat ini anggota memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang koperasi, mampu membaca laporan keuangan dan memberikan masukan konstruktif kepada pengurus maupun pengawas. Sehingga KPRI Sehat benar-benar sehat dan bisa mensejahterakan anggotanya,” ujar Asis.

Sementara itu, Korwil Bidikdaya Kecamatan Sumberasih, Maini Yudiningsih, menekankan bahwa diklat ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme pengelolaan koperasi. “Koperasi bukan sekedar organisasi ekonomi, tapi juga wadah pemberdayaan dan kebersamaan. Pengelolaan koperasi yang modern, transparan, dan akuntabel sangat penting agar koperasi tetap relevan dan mampu bersaing di era sekarang,” tuturnya.

Maini berharap pelatihan ini tidak hanya sekadar seremoni formalitas, melainkan menjadi momentum penguatan sumber daya manusia koperasi, khususnya pengurus, pengawas, dan anggota, agar siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ke depan. Kehadiran PK-PRI Kabupaten/Kota Probolinggo dan DKUPP menunjukkan sinergi antar lembaga yang kuat dalam mendukung kemajuan koperasi.

“Kami mengajak semua peserta untuk memanfaatkan kesempatan berdiskusi dan bertanya kepada para ahli dan praktisi selama pelatihan berlangsung. Koperasi yang kuat bermula dari sumber daya manusia yang unggul. Semoga diklat ini berjalan lancar, bermanfaat, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan KPRI Sehat dan gerakan koperasi di Kecamatan Sumberasih,” pungkas Maini.

Penulis: Bambang

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *