banner 728x250

Dorong Pendidikan Berkualitas, Bupati Haris Ajak INOVASI Perluas Program Hingga Desa

banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), hasil kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia, memperkuat kolaborasi guna meningkatkan mutu pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang dipimpin Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama jajaran INOVASI di ruang kerja Bupati Probolinggo, Kamis (23/7/2026).

banner 325x300

Hadir dalam pertemuan itu Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi, District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono, serta Ecosystem Coordinator INOVASI Jawa Timur Ahmad Fathoni.

Bupati Haris didampingi Kepala Bapelitbangda Juwono P. Utomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hary Tjahjono, Kepala DP3AP2KB A’at Kardono, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Kepala DPMD Munaris, serta perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Haris menegaskan bahwa tantangan pendidikan di Kabupaten Probolinggo tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sejak usia dini.

Menurutnya, Pemkab Probolinggo terus mengembangkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan tersebut, di antaranya melalui penerapan pembelajaran kelas rangkap (multigrade), sekolah satu atap, hingga penguatan program parenting bagi orang tua.

“Persoalannya bukan hanya bagaimana sistem pembelajaran berjalan dengan baik, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar memandang pendidikan sebagai kebutuhan penting bagi masa depan anak. Itu yang menjadi tantangan kita,” ujar Bupati Haris.

Ia mengungkapkan, sejumlah persoalan masih dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo, mulai dari rendahnya rata-rata lama sekolah, terbatasnya jumlah peserta didik di sejumlah wilayah, hingga masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menyekolahkan anak.

Karena itu, inovasi seperti multigrade dan sekolah satu atap dinilai menjadi solusi agar layanan pendidikan tetap dapat diberikan, khususnya di daerah yang memiliki jumlah siswa terbatas.

Bupati Haris juga menyoroti keberhasilan program parenting yang dinilai mampu meningkatkan partisipasi orang tua dalam menyekolahkan anak ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Yang paling penting adalah menumbuhkan semangat orang tua untuk mengirimkan anak ke sekolah. Melalui program parenting, antusiasme masyarakat semakin meningkat dan ini menjadi perkembangan yang sangat positif,” katanya.

Ke depan, Pemkab Probolinggo berencana memperluas implementasi program tersebut ke kecamatan lain yang memiliki karakteristik serupa agar semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini.

Selain itu, Bupati Haris meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengawal pelaksanaan program berbasis data sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita harus bekerja berdasarkan data. Tanpa data yang akurat, akan sulit menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan yang masih kita hadapi,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar kegiatan parenting dikemas lebih menarik, misalnya dengan memberikan edukasi kepada para ibu saat mendampingi anak belajar di PAUD. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi media efektif untuk membangun budaya pendidikan dalam keluarga.

Sementara itu, Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu mitra strategis Program INOVASI di Jawa Timur karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Menurut Adri, sejak memasuki fase ketiga Program INOVASI pada 2024, Kabupaten Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif dan berpihak kepada anak, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan pendidikan.

“Berbagai praktik baik yang dikembangkan di Kabupaten Probolinggo telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Sejumlah kementerian bahkan datang langsung untuk melihat implementasinya karena dinilai layak menjadi referensi di tingkat nasional,” ujarnya.

Adri menjelaskan salah satu inovasi yang dinilai berhasil adalah penerapan pembelajaran kelas rangkap (multigrade), yang diterapkan pada sekolah dengan jumlah guru dan peserta didik terbatas.

Menurutnya, model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar sekaligus mendorong kreativitas guru dalam mengelola kelas.

“Model multigrade telah berkembang menjadi salah satu contoh praktik baik secara nasional. Kini pendekatan tersebut juga dikembangkan untuk mendukung transisi anak dari PAUD menuju sekolah dasar, khususnya di wilayah yang belum memiliki layanan PAUD,” jelasnya.

Selain pengembangan pembelajaran multigrade, INOVASI juga terus memperkuat pendidikan inklusif di Kabupaten Probolinggo. Program yang dimulai sejak 2019 melalui lima sekolah percontohan itu kini berkembang melalui pembentukan Guru Pendamping Khusus (GPK), Unit Layanan Disabilitas (ULD), serta Kelompok Kerja (Pokja) Inklusi.

“Kami berharap praktik baik yang lahir di Kabupaten Probolinggo terus berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak,” tambah Adri.

Sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin, Adri Budi menyerahkan cinderamata kepada Bupati Probolinggo yang disaksikan jajaran INOVASI dan para kepala OPD terkait.

Audiensi tersebut menjadi pertemuan kedua antara Bupati Haris dan tim INOVASI. Sehari sebelumnya, keduanya juga bertemu dalam kegiatan penerimaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang berlangsung di Kantor PCNU Kraksaan.

Pewarta: Bambang

📚 Artikel Terkait:

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *