Jakarta | Enam aktivis Greenpeace Indonesia dibawa ke klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya setelah membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka dibawa untuk mendapatkan penanganan medis setelah turun dari monumen. Saat itu, keenam aktivis dilaporkan berada dalam kondisi lemas. Keterangan tersebut menggambarkan keadaan mereka setelah turun, tanpa menyebutkan diagnosis maupun penyebab kondisi itu.
Peristiwa berlangsung di kawasan Bundaran HI, salah satu titik yang ramai dilalui masyarakat dan kendaraan di pusat Jakarta. Setelah aksi membentangkan spanduk di Monumen Selamat Datang, para aktivis turun dari monumen, lalu dibawa menuju klinik di lingkungan Polda Metro Jaya. Pemindahan tersebut menjadi bagian dari penanganan setelah mereka berada di bawah monumen. Informasi yang tersedia menyebutkan tujuan mereka adalah klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan, bukan fasilitas lain.
Kondisi lemas yang disebutkan setelah mereka turun menjadi alasan pentingnya membawa para aktivis untuk memperoleh penanganan. Namun, tanpa keterangan medis lebih lanjut, kondisi itu tidak dapat dipastikan sebagai akibat faktor tertentu. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan apakah keadaan mereka berkaitan dengan lamanya berada di monumen, kegiatan membentangkan spanduk, ataupun sebab lain. Karena itu, uraian mengenai peristiwa ini terbatas pada informasi bahwa keenam orang tersebut dibawa ke klinik setelah turun.
Penanganan di klinik memungkinkan petugas kesehatan memeriksa keadaan mereka secara langsung. Rincian mengenai pemeriksaan, tindakan yang diberikan, atau perkembangan kondisi para aktivis tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia. Demikian pula, tidak terdapat keterangan tentang berapa lama mereka berada di klinik ataupun apakah seluruhnya menjalani prosedur yang sama. Hal yang dapat dipastikan ialah mereka berada dalam kondisi lemas setelah turun dari Monumen Selamat Datang dan kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan Polda Metro Jaya. Penyebutan lokasi dan urutan kejadian ini membantu menjelaskan langkah setelah aksi, tanpa menambahkan dugaan tentang keadaan medis mereka. Informasi lanjutan dari pihak terkait diperlukan untuk menjelaskan hasil penanganan, apabila nantinya disampaikan secara resmi kepada publik.
Pembentangan spanduk oleh enam aktivis Greenpeace di kawasan Monas HI berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 06.05 WIB dan berakhir sekitar pukul 06.15 WIB. Dengan demikian, rentang waktu pembentangan yang disebutkan berlangsung kurang lebih sepuluh menit. Keterangan waktu ini menjadi penanda utama kronologi aksi, tanpa perlu menyimpulkan adanya tahapan lain yang tidak tercantum dalam informasi yang tersedia.
Selama rentang tersebut, para aktivis membentangkan spanduk di monumen. Informasi mengenai peristiwa ini mencatat kegiatan pembentangan berlangsung pada pagi hari, dengan waktu mulai dan selesai yang dinyatakan secara perkiraan. Karena waktunya disebut sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB, angka tersebut menunjukkan kisaran, bukan rincian durasi yang lebih presisi. Tidak ada keterangan tambahan dalam bahan mengenai isi spanduk, cara para aktivis mencapai lokasi, ataupun rangkaian tindakan lain selama pembentangan.
Setelah aksi berlangsung, proses evakuasi dilakukan untuk menurunkan para aktivis dari monumen. Evakuasi tersebut berkaitan dengan posisi para aktivis di monumen dan menjadi bagian dari informasi kronologi setelah pembentangan spanduk. Keterangan yang tersedia tidak merinci bagaimana proses penurunan dilaksanakan, siapa yang terlibat dalam evakuasi, maupun berapa lama proses itu berlangsung. Oleh karena itu, urutan yang dapat dipastikan terbatas pada pembentangan spanduk sekitar pukul 06.05–06.15 WIB pada Selasa, 20 Oktober 2026, kemudian evakuasi untuk menurunkan keenam aktivis. Penyajian kronologi ini menjaga batas fakta waktu dan tindakan yang disebutkan dengan rincian yang tidak tersedia. Tidak ada dasar untuk menambahkan urutan kejadian lain di kedua bagian tersebut, sehingga uraian tetap berfokus pada waktu aksi dan proses evakuasi sebagaimana dilaporkan.
Dalam penanganan di lokasi, polisi mengerahkan enam ambulans untuk membantu proses evakuasi enam aktivis Greenpeace. Kendaraan medis tersebut disiapkan untuk mendukung pemindahan para aktivis dari area Monas HI sekaligus memberikan penanganan medis yang diperlukan. Pengerahan ambulans menjadi bagian dari respons petugas setelah para aktivis membentangkan spanduk dan kemudian harus dievakuasi. Informasi yang disampaikan mengenai langkah tersebut berfokus pada bantuan evakuasi dan layanan medis, tanpa merinci tindakan medis lain yang diberikan kepada masing-masing orang.
Seorang aktivis perempuan dilaporkan dievakuasi lebih dahulu. Saat proses tersebut berlangsung, ia disebut memerlukan bantuan oksigen karena kondisinya dinilai cukup lemah. Keterangan itu menunjukkan bahwa petugas memberikan perhatian medis saat pemindahan, tetapi tidak menjelaskan adanya diagnosis tertentu. Informasi yang tersedia juga tidak menyebutkan secara terperinci berapa lama bantuan oksigen diberikan atau tindakan lanjutan apa yang dilakukan di dalam ambulans. Karena itu, keterangan mengenai kebutuhannya perlu dipahami sebatas laporan kondisi pada saat evakuasi.
Enam ambulans yang dikerahkan membantu memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan dukungan transportasi medis. Penyebutan jumlah kendaraan tersebut memberikan gambaran mengenai sumber daya yang disiapkan polisi untuk menangani para aktivis di lokasi. Sementara itu, laporan tentang satu aktivis yang membutuhkan oksigen menjadi bagian dari keterangan awal mengenai penanganan terhadap peserta aksi. Tidak ada informasi lebih lanjut dalam keterangan tersebut mengenai kondisi para aktivis setelah dibawa ke klinik, sehingga pembahasan hanya mencakup pengerahan ambulans, bantuan evakuasi, dan kebutuhan oksigen yang dilaporkan saat itu. Rincian itu menggambarkan langkah penanganan yang disebutkan tanpa menyimpulkan keadaan medis setelah pemindahan atau menambahkan keterangan di luar laporan tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa seluruh enam aktivis Greenpeace yang berada di atas monumen telah berhasil dievakuasi. Menurut keterangannya, tidak ada seorang pun dari keenam aktivis yang tertinggal di atas monumen setelah proses evakuasi dilakukan. Pernyataan tersebut menjelaskan hasil evakuasi, yakni semua aktivis yang dimaksud telah dibawa turun dari lokasi dan tidak ada yang masih berada di bagian atas monumen.
Dalam keterangan mengenai unsur yang terlibat, Reynold menyebut evakuasi melibatkan personel kepolisian, Kodim 0501 Jakarta Pusat, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat. Ketiga unsur tersebut tercatat sebagai pihak yang terlibat dalam proses evakuasi enam aktivis. Keterangan Kapolres itu menyampaikan pihak-pihak yang hadir dalam upaya tersebut, sekaligus menegaskan bahwa seluruh orang yang berada di atas monumen telah berhasil dievakuasi.
Dengan demikian, informasi yang disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat mencakup dua hal utama: jumlah aktivis yang dievakuasi dan unsur yang terlibat. Jumlahnya adalah enam orang, dan seluruhnya berhasil dievakuasi tanpa ada yang tertinggal di atas monumen. Unsur yang terlibat terdiri atas kepolisian, Kodim 0501 Jakarta Pusat, dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat. Pernyataan ini merangkum keterangan Reynold mengenai hasil proses tersebut serta keterlibatan masing-masing unsur, tanpa menambahkan keterangan lain di luar hal-hal yang ia sampaikan.












