Probolinggo – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mohammad Amin Haddar, menggelar Reses Tahap II Masa Konferensi II Tahun Sidang 2026, Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) III.
Bertempat di Kantor Desa Brabe, Kecamatan Maron, agenda reses dihadiri Kepala Desa Brabe Sunardi beserta perangkat desa, jajaran pengurus PAC PPP Kecamatan Maron, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari Kecamatan Maron, Krucil, dan Tiris.
Dalam sambutannya, politisi yang akrab disapa Habib Amin itu menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal kedewanan, melainkan kewajiban konstitusional dan moral untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Reses adalah wadah mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan warga. Tidak boleh ada sekat antara masyarakat dan anggota DPRD,” ujarnya di hadapan peserta.
Soroti Program Strategis Nasional
Dalam forum tersebut, Habib Amin turut memaparkan sejumlah program strategis pemerintah pusat yang saat ini menjadi prioritas nasional, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis dan Program Sekolah Rakyat Gratis.
Menurutnya, kedua program tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pemerataan akses pendidikan.
“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Harapannya, manfaatnya benar-benar dirasakan warga hingga tingkat desa,” kata dia.
Ia menilai, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan agar implementasi program nasional dapat berjalan optimal dan menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Dorong Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa
Selain membahas sektor kesehatan dan pendidikan, Habib Amin juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui pengembangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, koperasi desa harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang konkret, terutama dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat perputaran ekonomi lokal.
“Penguatan koperasi menjadi bagian penting untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pelaku utama,” tegasnya.
Ia menambahkan, aspirasi terkait pengembangan usaha mikro, perbaikan infrastruktur desa, hingga dukungan permodalan menjadi beberapa isu yang mencuat dalam dialog bersama warga.
Komitmen Kawal Aspirasi hingga 2027
Habib Amin memastikan seluruh usulan yang terkumpul selama masa reses akan dihimpun dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam program kerja dan pembahasan anggaran tahun 2027.
“Semua aspirasi akan kami sampaikan kepada pimpinan DPRD untuk diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten. Targetnya jelas, agar kebijakan daerah selaras dengan kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, sinkronisasi antara aspirasi masyarakat dan perencanaan pembangunan daerah menjadi kunci terciptanya kebijakan yang tepat sasaran.
Melalui dialog langsung dan kunjungan lapangan selama masa reses Ramadan ini, ia berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Partisipasi masyarakat adalah kunci. Ini tanggung jawab bersama untuk membangun Kabupaten Probolinggo yang lebih SAE—Sejahtera, Aman, dan Eksis—serta mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana khidmat dan interaktif, diwarnai penyampaian aspirasi warga secara terbuka, sekaligus harapan agar hasil pertemuan tersebut dapat terealisasi dalam program pembangunan yang konkret.
(Bambang)







