banner 728x250

IHSG Sempat Anjlok 11%, Dasco Paparkan Koordinasi OJK dan BEI

IHSG Sempat Anjlok 11%, Dasco Paparkan Koordinasi OJK dan BEI
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam hingga 11% pada Jumat, 16 Oktober 2026, dalam tekanan jual yang memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt. Jeda tersebut memberi ruang bagi pasar untuk merespons gejolak, sementara investor mencermati sejumlah faktor yang memengaruhi sentimen. Salah satu pemicu yang menjadi perhatian adalah laporan mengenai langkah MSCI untuk membuka konsultasi terkait klasifikasi pasar modal Indonesia.

Dalam konsultasi itu, MSCI mempertimbangkan perubahan status Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market. Perubahan tersebut belum merupakan keputusan final, tetapi rencana peninjauan ini menimbulkan kekhawatiran karena dapat memengaruhi cara investor global menilai dan mengakses saham-saham Indonesia. Klasifikasi indeks menjadi acuan bagi sejumlah pengelola dana dalam menentukan alokasi investasi, sehingga setiap perubahan berpotensi berdampak pada arus modal.

banner 325x300

MSCI mengaitkan konsultasi tersebut dengan kekhawatiran mengenai transparansi struktur kepemilikan saham di pasar Indonesia. Perhatian juga tertuju pada dugaan adanya perdagangan terkoordinasi yang dapat mengaburkan gambaran mengenai likuiditas dan kepemilikan saham yang sebenarnya. Isu-isu itu menjadi bagian dari evaluasi terhadap keterbukaan dan keterinvestasian pasar, bukan sekadar pergerakan harian indeks. Ketidakpastian mengenai hasil konsultasi dapat mendorong pelaku pasar untuk mengambil sikap lebih berhati-hati sambil menunggu penjelasan lebih lanjut.

Risiko yang paling disorot adalah kemungkinan keluarnya dana asing dalam jumlah besar apabila perubahan klasifikasi memicu penyesuaian portofolio oleh investor institusional. Sebagian dana yang mengikuti indeks pasar berkembang mungkin mengurangi eksposur terhadap Indonesia, sementara investor lain dapat menunda keputusan investasi sampai arah kebijakan dan status pasar lebih jelas. Arus keluar semacam itu berpotensi menambah tekanan jual, memengaruhi likuiditas, dan memperbesar volatilitas harga saham.

Namun, potensi tersebut perlu dibedakan dari kepastian terjadinya arus keluar. Besarnya dampak akan bergantung pada hasil konsultasi MSCI, respons otoritas dan bursa, serta tindakan para pengelola dana. Karena itu, penurunan IHSG dan trading halt menjadi gambaran kuatnya reaksi pasar terhadap kabar tersebut, sekaligus menempatkan transparansi dan kepercayaan investor sebagai isu penting dalam perkembangan berikutnya.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa DPR menjalankan fungsi pengawasan terhadap perkembangan pasar modal, termasuk situasi yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengawasan tersebut, menurut Dasco, menjadi bagian dari peran DPR dalam mengikuti dinamika di bursa dan mencermati langkah yang dilakukan oleh otoritas terkait. Ia juga menyebut DPR telah meminta otoritas bursa untuk terus melakukan perbaikan.

Permintaan perbaikan itu disampaikan dalam konteks perkembangan pasar modal yang tengah menjadi perhatian. Dasco tidak hanya menyoroti pergerakan indeks, tetapi juga menyampaikan perlunya otoritas bursa menindaklanjuti upaya pembenahan. Pernyataannya menempatkan pengawasan DPR sebagai pemantauan atas perkembangan serta dorongan agar pihak yang berwenang melanjutkan perbaikan di lingkungan pasar modal.

Dasco turut menjelaskan bahwa pembenahan yang diminta tersebut dimaksudkan untuk mengakomodasi masukan dari lembaga pemeringkat internasional. Dengan demikian, perbaikan di bursa mencakup perhatian terhadap masukan dari lembaga-lembaga tersebut. Ia tidak menguraikan secara terperinci bentuk perubahan yang perlu dilakukan, maupun menyebutkan rekomendasi tertentu dari lembaga pemeringkat itu. Pernyataan yang disampaikan berfokus pada kebutuhan untuk terus membenahi dan mempertimbangkan masukan yang diterima.

Dalam keterangannya, Dasco menggambarkan peran DPR sebagai fungsi pengawasan, sementara pelaksanaan perbaikan berada pada otoritas bursa. Ia menyatakan bahwa DPR telah meminta agar pembenahan terus dilakukan, termasuk dengan memperhatikan masukan lembaga pemeringkat internasional. Penjelasan tersebut menjadi tanggapan Dasco atas perkembangan pasar modal dan situasi di BEI, tanpa merinci langkah teknis, jadwal, atau hasil yang telah dicapai. Pernyataannya juga tidak memuat rincian penilaian DPR atas langkah tertentu yang dilakukan otoritas. Fokus yang ia sampaikan adalah pengawasan DPR, permintaan untuk melanjutkan perbaikan, serta tujuan mengakomodasi masukan eksternal tersebut.

Dasco menyoroti waktu munculnya peninjauan MSCI yang menjadi perhatian pasar. Menurut keterangannya, konsultasi terkait isu tersebut semestinya baru dilakukan pada November. Namun, sebelum ia menyampaikan pernyataan, suatu bentuk review telah muncul pada dini hari. Perbedaan waktu jadwal konsultasi yang ia sebutkan dan kemunculan review itu menjadi bagian penting dari penjelasannya mengenai situasi yang berkembang di pasar modal.

Pada waktu yang berdekatan, bursa juga tengah menjalankan proses untuk menanggapi peninjauan yang dijadwalkan berlangsung pada November. Dengan demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada kapan konsultasi dilakukan, tetapi juga pada proses yang sedang berjalan di lingkungan bursa untuk merespons agenda tersebut. Dasco menyampaikan kedua hal itu dalam konteks kondisi pasar yang bergejolak, termasuk penurunan IHSG yang menjadi sorotan publik. Keterangan tersebut menggambarkan bahwa beberapa proses berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan, tanpa menjelaskan rincian teknis mengenai tahapan ataupun hasilnya.

Dasco menyebut OJK dan BEI telah menjalankan proses-proses tersebut. Pernyataan itu menegaskan bahwa kedua lembaga terkait telah bekerja dalam menghadapi peninjauan dan agenda yang berlangsung, tetapi tidak merinci langkah operasional yang ditempuh. Karena itu, penjelasan mengenai peran OJK dan BEI sebaiknya dipahami sebatas keterangan bahwa proses telah dijalankan, bukan sebagai uraian lengkap mengenai tindakan tertentu atau kesimpulan atas hasil peninjauan. Sorotan Dasco terutama menyangkut kesesuaian waktu: konsultasi, menurutnya, dijadwalkan pada November, sementara review telah muncul lebih awal pada dini hari. Pada saat bersamaan, bursa sedang memproses tanggapan terhadap agenda November tersebut. Rangkaian informasi ini memberi konteks mengenai koordinasi yang disebut telah berlangsung, sekaligus menunjukkan mengapa waktu kemunculan review menjadi perhatian dalam pembahasan respons pasar modal.

Di tengah perhatian terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa koordinasi lintas lembaga menjadi bagian dari upaya membahas situasi pasar modal. Ia menjelaskan adanya komunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk otoritas pengawas dan penyelenggara bursa. Namun, informasi mengenai pertemuan tersebut perlu dibedakan dari penjelasan resmi tentang penyebab maupun dampak pergerakan indeks, yang menjadi kewenangan pihak terkait sesuai tugas masing-masing.

Koordinasi itu juga melibatkan unsur pemerintah dan pengelola investasi negara. Kehadiran para pejabat dan pimpinan lembaga dimaksudkan agar pembahasan dapat dilakukan dengan melibatkan pihak yang memiliki tanggung jawab berbeda dalam ekosistem keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Danantara memiliki peran dan ruang lingkup masing-masing, sehingga keterangan tentang langkah maupun pandangan setiap lembaga nantinya dapat disampaikan oleh perwakilannya.

Dasco menyebut pada hari itu ia mengadakan rapat koordinasi bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Komisioner OJK Hasan Fawzi. Pertemuan tersebut juga melibatkan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani serta Dony Oskaria dari Danantara. Selain para peserta tersebut, Dasco mengatakan pihaknya meminta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk hadir. Penyebutan para pihak ini menunjukkan siapa saja yang diharapkan terlibat dalam koordinasi, bukan uraian mengenai keputusan atau hasil yang telah dicapai dalam rapat.

Menurut Dasco, para pihak nantinya akan memberikan keterangan sesuai porsi masing-masing. Dengan demikian, penjelasan mengenai aspek pengawasan, penyelenggaraan perdagangan, pengelolaan investasi, maupun hal lain yang berkaitan akan disampaikan oleh pihak yang berwenang pada bidangnya. Keterangan tersebut belum dipaparkan dalam pernyataan yang disampaikan Dasco mengenai koordinasi itu.

banner 325x300