banner 728x250

Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo Dikecam, Tokoh Papua Serukan Hentikan Kekerasan

banner 120x600
banner 468x60

TIMIKA – Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, mengecam keras peristiwa pembunuhan terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Ia meminta seluruh pihak menghentikan aksi kekerasan serta mendukung upaya penegakan hukum demi menjamin keselamatan masyarakat sipil.

Pernyataan tersebut disampaikan Panius pada Sabtu (25/7/2026) sebagai respons atas insiden penembakan yang terjadi pada 20 Juli 2026. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap warga yang tidak terlibat konflik merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

banner 325x300

“Saya sangat kecewa atas penembakan terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Mereka tidak memiliki kesalahan, sehingga tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan,” ujar Panius.

Ia mengungkapkan bahwa salah seorang korban memiliki hubungan kekerabatan dengannya. Karena itu, peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan duka bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Papua.

Panius menilai pembunuhan terhadap warga sipil merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan, adat, maupun ajaran agama. Ia mengajak seluruh pihak untuk menghentikan tindakan kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan masyarakat.

“Korban adalah saudara saya, satu marga dengan saya. Peristiwa ini sangat menyakitkan. Menangkap lalu menembak warga sipil adalah perbuatan yang keji dan tidak benar,” tegasnya.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Panius juga meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan mengusut tuntas kasus tersebut agar pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya mendukung pemerintah dan aparat TNI-Polri untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan sehingga dapat diproses secara hukum,” katanya.

Ia turut mengapresiasi aparat keamanan yang telah melakukan evakuasi jenazah para korban sehingga dapat diserahkan kepada keluarga.

“Saya berterima kasih kepada TNI-Polri yang telah membantu mengevakuasi jenazah keluarga kami. Kami sangat kecewa karena sesama orang Papua justru membunuh orang Papua. Agama juga mengajarkan bahwa membunuh sesama manusia adalah perbuatan yang dilarang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Panius berharap kehadiran aparat keamanan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas dan mencari nafkah.

Ia mengusulkan agar pos-pos pengamanan TNI-Polri diperkuat di sejumlah titik di Kabupaten Yahukimo guna mencegah terulangnya aksi kekerasan terhadap warga sipil.

“Keberadaan pos keamanan sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat bekerja, mencari makan, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Panius menyampaikan apresiasi kepada personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang terus menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat di Papua.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Satgas Operasi Damai Cartenz yang terus bertugas melayani masyarakat. Semoga Tuhan dan alam Papua senantiasa memberikan perlindungan dalam setiap pengabdian mereka,” ucapnya.

Panius berharap situasi keamanan di Papua segera kondusif sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, menjalankan aktivitas ekonomi dengan aman, serta bersama-sama menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.

Pewarta: Jihandak Belang – Aceh

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *