LANGSA, ACEH – Dugaan kurang optimalnya pengawasan terhadap proyek pembangunan Gedung Satuan Keamanan Universitas Samudra (Unsam) Langsa menjadi sorotan. Sejumlah wartawan media online yang melakukan pemantauan di lokasi mendapati sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama terkait pengawasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak rekanan kontraktor pelaksana.
Berdasarkan hasil pantauan wartawan pada Kamis (29/10/2026), sekitar pukul 14.10 WIB, proyek pembangunan gedung tersebut berlokasi di kawasan Gampong Meurandeh Tengah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh.
Dalam pemantauan tersebut, wartawan berupaya mencari informasi mengenai pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung satuan keamanan tersebut.
Wartawan juga sempat menemui seorang pekerja yang disebut sebagai perwakilan kepala tukang. Namun, pekerja tersebut tidak bersedia menyebutkan identitasnya kepada wartawan.
Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan pihak kontraktor pelaksana maupun kepala tukang yang bertanggung jawab atas pekerjaan proyek tersebut, pekerja itu memberikan keterangan singkat.
Menurut pekerja tersebut, pihak pemborong proyek merupakan warga Sungai Pauh. Sementara itu, kepala tukang yang bertugas di lokasi juga disebut berasal dari wilayah yang sama.
“Kalau orang sebagai pemborong proyek ini adalah anak warga Sungai Pauh. Begitu juga dengan kepala tukang kerja di sini, sama saja orangnya. Hari ini mungkin tidak masuk,” ujar pekerja tersebut kepada wartawan, Kamis (29/10/2026), sekitar pukul 14.20 WIB.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang diperoleh wartawan saat melakukan pemantauan di lokasi pekerjaan.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah ketidakhadiran pihak kontraktor maupun kepala tukang pada saat pemantauan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan atau hal lainnya.
Pengawasan Proyek Perlu Mendapat Perhatian
Dugaan kurang ketatnya pengawasan terhadap proyek pembangunan Gedung Satuan Keamanan Unsam Langsa menjadi perhatian. Pihak PPK dan kontraktor pelaksana diharapkan dapat memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, baik dari aspek teknis, kualitas material, maupun pelaksanaan di lapangan.
Pengawasan yang optimal dinilai penting untuk memastikan pembangunan fasilitas kampus tersebut terlaksana sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini ditulis, wartawan belum memperoleh keterangan resmi dari pihak PPK maupun kontraktor pelaksana terkait pelaksanaan pekerjaan dan sistem pengawasan proyek tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.
Apabila terdapat penjelasan atau klarifikasi dari pihak PPK, kontraktor pelaksana, maupun Universitas Samudra, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemenuhan prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.
(Pasukan Ghoib)






