banner 728x250
Bisnis  

VISI Gelar Private Placement, Tiga Investor Serap 120,7 Juta Saham Baru

VISI Gelar Private Placement, Tiga Investor Serap 120,7 Juta Saham Baru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menyiapkan penambahan modal melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD), yang juga dikenal sebagai private placement. Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan sebanyak 120.724.400 saham biasa baru. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per lembar. Penerbitan dilakukan tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham lama, berbeda dari penawaran saham yang mengutamakan hak proporsional mereka untuk mengambil bagian dalam penerbitan.

Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) independen yang diselenggarakan pada 30 September 2026. Persetujuan ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum perseroan melaksanakan penerbitan saham baru. Dengan dukungan dari pemegang saham independen, VISI dapat melanjutkan proses sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Saham yang diterbitkan dalam private placement ini akan menambah jumlah saham beredar perseroan setelah pencatatan efektif di Bursa Efek Indonesia.

banner 325x300

Jadwal pelaksanaan mencakup beberapa tanggal utama yang perlu diperhatikan investor. VISI merencanakan penerbitan sekaligus distribusi saham baru pada 28 Oktober 2026. Sehari setelahnya, yakni 29 Oktober 2026, saham tersebut dijadwalkan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Perseroan kemudian akan mengumumkan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 30 Oktober 2026. Rangkaian tanggal ini menggambarkan tahapan dari distribusi hingga keterbukaan hasil, meskipun pelaksanaan tetap mengikuti ketentuan pasar modal yang berlaku.

Melalui transaksi ini, tiga investor disebut akan menyerap keseluruhan 120.724.400 saham baru yang diterbitkan VISI. Angka tersebut merupakan jumlah saham yang dialokasikan dalam rencana penambahan modal, sedangkan nilai nominal Rp25 per saham menunjukkan nilai nominal pada struktur saham perseroan, bukan keterangan mengenai harga pelaksanaan. Informasi tentang jumlah saham, persetujuan, dan jadwal memberikan gambaran dasar mengenai aksi korporasi tersebut. Investor dapat mencermati pengumuman resmi perseroan, termasuk hasil pelaksanaan yang dijadwalkan disampaikan pada 30 Oktober, untuk mengetahui realisasi penerbitan serta informasi lanjutan yang diumumkan VISI.

Dalam pelaksanaan private placement, VISI menetapkan harga penerbitan saham baru sebesar Rp994 per saham. Harga tersebut mengacu pada keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor KEP-00152/BEI/10-2026 mengenai perubahan Peraturan Nomor I-A. Ketentuan itu menjadi dasar penetapan harga pelaksanaan dalam aksi korporasi ini. Pada harga tersebut, total 120.724.400 saham baru diserap oleh tiga investor. Pembagian alokasi mencerminkan porsi investasi masing-masing pihak, dengan PT Harmoni Semesta Investama mengambil bagian terbesar, sementara dua perusahaan lainnya memperoleh jumlah saham yang sama. Rincian pembeli dan status afiliasinya penting untuk memahami susunan kepemilikan VISI setelah penerbitan saham.

PT Harmoni Semesta Investama mengambil 72.434.600 saham baru. Perusahaan ini disebut sebagai pihak terafiliasi dan merupakan kendaraan investasi milik pasangan Raffi Ahmad serta Nagita Slavina Mariana Tengker. Sementara itu, PT Atlas Raya Abadi menyerap 24.144.900 saham, sama dengan jumlah yang diambil PT Trinugraha Thohir Harmoni. Kedua perusahaan tersebut dinyatakan bukan pihak terafiliasi berdasarkan ketentuan pasar modal yang dirujuk dalam keterbukaan informasi. Dengan demikian, tiga investor memiliki porsi penyerapan berbeda, tetapi alokasi masing-masing dicatat dalam transaksi yang sama. Informasi mengenai hubungan afiliasi membantu pembaca membedakan investor yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan dari investor yang tidak memiliki status tersebut menurut ketentuan yang disebutkan.

Setelah aksi korporasi, kepemilikan PT Atlas Raya Abadi maupun PT Trinugraha Thohir Harmoni masing-masing tetap berada di bawah 20%. Angka itu menggambarkan posisi kepemilikan kedua investor setelah saham baru diterbitkan, bukan jumlah saham yang mereka serap dalam transaksi. PT Trinugraha Thohir Harmoni dikenal sebagai perusahaan investasi keluarga Thohir dan dipimpin Garibaldi Thohir. Adapun PT Harmoni Semesta Investama mengambil alokasi lebih besar, yakni 72.434.600 saham, sementara masing-masing investor lain memperoleh 24.144.900 saham. Perbedaan jumlah saham yang diperoleh dan status hubungan setiap investor menjadi bagian penting dalam membaca struktur partisipasi pada private placement VISI. Rincian tersebut melengkapi gambaran mengenai penetapan harga, pihak penyerap saham, serta komposisi kepemilikan pascaaksi korporasi.

Sebelum Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), modal ditempatkan dan disetor penuh VISI tercatat sebanyak 3.075.000.000 saham, dengan nilai nominal keseluruhan Rp76,875 miliar. Kepemilikan terbesar berada pada Harmoni Semesta Investama, yakni 61,84%. Atlas Raya Abadi menguasai 10,16%, sedangkan Trinugraha Thohir Harmoni memiliki 8,00%. David Dwiputra tercatat memegang 0,01%, dan porsi masyarakat mencapai 19,99%.

Setelah penerbitan saham baru, Harmoni Semesta Investama tercatat memiliki 1.974.014.600 saham atau 61,77%. Atlas Raya Abadi memiliki 336.564.900 saham, setara 10,53%, sementara kepemilikan Trinugraha Thohir Harmoni menjadi 270.144.900 saham atau 8,45%. David Dwiputra mempertahankan kepemilikan sebanyak 107.000 lembar, dengan porsi yang tetap dibulatkan menjadi 0,01%.

Jumlah saham milik masyarakat tetap sebanyak 614.893.000 lembar. Namun, persentasenya turun dari 19,99% sebelum aksi menjadi 19,24% setelah penerbitan. Perubahan ini menunjukkan efek dilusi terhadap kelompok masyarakat, karena saham baru menambah jumlah saham beredar dan mengurangi proporsi relatif pemegang saham yang tidak menambah kepemilikan.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa perubahan persentase antarpemegang saham relatif terbatas. Porsi Harmoni Semesta Investama berkurang tipis, sementara porsi Atlas Raya Abadi dan Trinugraha Thohir Harmoni meningkat. Meskipun demikian, Harmoni Semesta Investama tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 61,77%. Dengan demikian, berdasarkan komposisi yang dilaporkan, PMTHMETD tidak mengubah susunan pengendali VISI secara berarti. Dampak yang lebih terlihat terdapat pada penyesuaian persentase kepemilikan, terutama dilusi proporsi masyarakat, bukan pada pergeseran kendali perusahaan.

Penerbitan saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) mengubah komposisi permodalan VISI, khususnya jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Transaksi ini melibatkan penerbitan 120,7 juta saham baru yang diserap oleh tiga investor. Untuk memahami dampaknya, perlu dibedakan modal dasar perusahaan dan modal yang sudah ditempatkan serta disetor. Modal dasar merupakan batas maksimum saham yang dapat diterbitkan berdasarkan struktur permodalan, sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh mencerminkan saham yang telah diterbitkan dan dibayar. Dengan demikian, penerbitan baru menambah jumlah saham dalam kategori kedua, tanpa mengubah batas modal dasar perusahaan.

Sebelum transaksi, sebagian modal dasar VISI masih tercatat sebagai saham dalam portepel, yaitu bagian yang belum ditempatkan. Setelah PMTHMETD, jumlah saham yang sudah ditempatkan dan disetor penuh meningkat, sehingga porsi saham dalam portepel berkurang. Perubahan tersebut menggambarkan pemindahan sebagian kapasitas saham yang tersedia ke dalam kelompok saham yang telah diterbitkan. Angka modal dasar tetap menjadi acuan keseluruhan kapasitas saham perusahaan, sementara angka modal ditempatkan dan disetor menunjukkan bagian yang telah menjadi saham beredar sesuai pencatatan permodalan. Penjelasan ini terbatas pada perubahan jumlah dan nilai modal yang tercantum setelah penerbitan, tanpa menyimpulkan tujuan penggunaan dana.

Secara nominal, modal dasar VISI tetap sebesar Rp246 miliar, yang terbagi menjadi 9.840.000.000 saham. Setelah pelaksanaan PMTHMETD, modal ditempatkan dan disetor penuh bertambah menjadi 3.195.724.400 saham, dengan nilai Rp79.893.110.000.

Baca juga: Mahasiswa UINSA Gelar Aksi Penutupan Kampus untuk Protes Rektor Baru | TNI Gelar Pameran Alutsista Tiga Matra di Silang Monas

banner 325x300