Kabupaten Barito Kuala | Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia yang bertugas sebagai navigator pada helikopter Super Puma H-225, ditemukan meninggal setelah helikopter tersebut terlibat dalam operasi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Informasi mengenai evakuasi korban disampaikan Kepala SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana. Korban ketiga berhasil dievakuasi pada pukul 18.08 waktu setempat, menandai salah satu perkembangan penting dalam upaya pencarian dan penyelamatan setelah peristiwa tersebut.
Operasi water bombing merupakan bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan, dengan helikopter digunakan untuk mendukung pemadaman dari udara. Dalam tugas itu, Yayan menjalankan peran sebagai navigator di dalam Super Puma H-225. Setelah helikopter terlibat dalam peristiwa tersebut, tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi terhadap para korban. Keterangan tentang waktu evakuasi korban ketiga memberikan gambaran mengenai perkembangan proses di lapangan, sementara pernyataan Kepala SAR menjadi sumber informasi resmi mengenai tahap tersebut.
Penemuan Yayan menambah duka dalam peristiwa yang melibatkan awak helikopter saat menjalankan misi pemadaman. Informasi yang tersedia menyebutkan identitas dan tugasnya, serta bahwa ia ditemukan meninggal. Namun, penyebab helikopter terlibat dalam peristiwa itu belum disampaikan dalam keterangan yang menjadi dasar laporan ini. Karena itu, rincian mengenai penyebab atau urutan kejadian tidak dapat dipastikan dan tidak sepatutnya disimpulkan tanpa informasi resmi yang memadai.
Untuk saat ini, hal yang dapat ditegaskan adalah bahwa Yayan merupakan navigator berkewarganegaraan Indonesia, helikopter yang ia awaki adalah Super Puma H-225, dan misi yang berkaitan dengannya ialah water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Kepala SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menyatakan korban ketiga dievakuasi pukul 18.08 waktu setempat. Perkembangan selanjutnya mengenai penanganan maupun keterangan resmi lain perlu merujuk pada pembaruan dari pihak berwenang. Penyampaian informasi secara terukur membantu publik memahami kejadian tanpa mendahului hasil pemeriksaan atau menambahkan dugaan yang belum terkonfirmasi.
Operasi pencarian terhadap navigator helikopter water bombing Yayan Supyansuri berlangsung di Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Wilayah tersebut menjadi lokasi tim melakukan upaya pencarian hingga menemukan korban. Informasi yang disampaikan menyebutkan penemuan itu berada dalam cakupan operasi di kawasan tersebut, tanpa merinci titik yang lebih spesifik. Penyebutan desa, kecamatan, dan kabupaten penting untuk menggambarkan lokasi pencarian secara jelas, sekaligus membedakannya dari wilayah lain di Kalimantan Selatan. Keterangan mengenai lokasi ini menjadi bagian utama laporan tentang perkembangan upaya pencarian yang melibatkan sejumlah pihak di lapangan.
I Putu Sudayana membenarkan kabar penemuan tersebut setelah turut terlibat dalam pencarian. Konfirmasi itu memberikan kepastian mengenai hasil operasi di Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan. Dalam laporan yang tersedia, Sudayana disebut ikut ambil bagian dalam upaya pencarian, sehingga keterangannya berangkat dari keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut. Informasi ini tidak memuat uraian lebih lanjut mengenai proses penemuan, kondisi lokasi saat korban ditemukan, ataupun tahapan yang dilalui tim. Karena itu, laporan mengenai hasil pencarian dapat disampaikan sebatas konfirmasi Sudayana dan lokasi operasi yang telah disebutkan, tanpa menambahkan rincian yang belum tersedia.
Kabar penemuan tersebut dilaporkan pada Minggu, 8 November 2026. Waktu ini merujuk pada tanggal laporan mengenai ditemukannya Yayan Supyansuri, bukan keterangan tentang kapan kecelakaan terjadi. Tidak ada waktu kejadian yang disebutkan dalam bahan informasi, sehingga tanggal laporan tidak dapat digunakan untuk memastikan atau memperkirakan kapan helikopter mengalami kecelakaan. Pembedaan waktu laporan dan waktu kejadian menjaga penyampaian informasi tetap akurat. Dengan demikian, keterangan yang dapat dipastikan adalah bahwa pencarian berlangsung di Desa Tabatan Baru, Kabupaten Barito Kuala, dan I Putu Sudayana membenarkan penemuan itu setelah turut terlibat dalam pencarian. Laporan bertanggal Minggu, 8 November 2026 tersebut menjadi penanda perkembangan informasi yang tersedia saat ini, sementara rincian lain tetap menunggu keterangan resmi lebih lanjut.
Yayan Supyansuri ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TNI AL, Basarnas, BPBD setempat, masyarakat, dan relawan. Penemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pencarian terhadap navigator helikopter water bombing itu di Kalimantan Selatan. Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan bahwa pencarian dilakukan bersama oleh personel dari sejumlah lembaga serta warga dan relawan. Informasi yang disampaikan mengenai penemuan ini menegaskan siapa saja yang terlibat, tanpa merinci metode pencarian ataupun waktu saat Yayan ditemukan.
Setelah ditemukan, Yayan dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Kondisi tersebut menjadi informasi penting yang menyertai proses evakuasi. Tidak terdapat keterangan medis tambahan mengenai korban, sehingga keadaan yang dapat dipastikan adalah bahwa ia telah meninggal dunia ketika dievakuasi. Tim gabungan kemudian membawa jenazahnya ke Puskesmas Janamas, yang berada di Kalimantan Tengah.
Tujuan evakuasi yang disebutkan adalah Puskesmas Janamas. Jenazah dibawa ke fasilitas tersebut setelah proses penemuan oleh tim gabungan. Keterangan yang tersedia tidak menjelaskan tahapan perjalanan, jarak, waktu tempuh, ataupun sarana yang digunakan untuk membawa jenazah. Karena itu, informasi mengenai evakuasi terbatas pada keadaan korban saat ditemukan dan lokasi tujuan yang telah disebutkan.
Peristiwa ini melibatkan kerja bersama TNI AL, Basarnas, BPBD setempat, masyarakat, dan relawan dalam menemukan Yayan. Sesudah penemuan, jenazahnya dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan dibawa ke Puskesmas Janamas di Kalimantan Tengah. Rangkaian informasi tersebut menjelaskan inti penanganan korban tanpa menambahkan rincian lain mengenai kondisi medis atau perjalanan evakuasi. Dengan demikian, laporan mengenai penemuan dan pemindahan jenazah tetap berfokus pada fakta yang telah disampaikan: tim gabungan menemukan Yayan, lalu jenazahnya dibawa ke lokasi tujuan tersebut.
Dalam insiden helikopter Super Puma H-225 yang menjadi perhatian publik, tiga orang yang berada di dalam pesawat dilaporkan memiliki kondisi berbeda setelah ditemukan. Informasi mengenai masing-masing penumpang perlu disampaikan secara jelas dan seimbang, terutama terkait hasil pencarian serta peran mereka dalam penerbangan. Hugh Pagi, yang bertugas sebagai pilot, ditemukan dalam keadaan selamat. Ia berkewarganegaraan Selandia Baru. Keterangan tersebut membedakan statusnya dari dua orang lain di dalam helikopter, sekaligus memberikan gambaran bahwa tidak seluruh penumpang mengalami nasib yang sama dalam peristiwa tersebut. Data ini menjadi bagian penting dari laporan mengenai kondisi awak dan penumpang helikopter.
Mick Betteridge, yang bertugas sebagai kopilot, juga ditemukan selamat. Ia disebut sebagai warga negara asing, tetapi informasi yang tersedia tidak menyebutkan kewarganegaraan secara lebih terperinci. Karena itu, penyebutan identitasnya sebaiknya tetap mengikuti keterangan tersebut tanpa menambahkan dugaan mengenai negara asalnya. Bersama Hugh Pagi, Betteridge merupakan salah satu dari dua orang yang dilaporkan selamat setelah kejadian. Informasi tentang keduanya membantu menjelaskan bahwa pilot dan kopilot berhasil ditemukan hidup, sementara pencarian serta penanganan terhadap para penumpang dilakukan dalam situasi yang berbeda. Keterangan mengenai status mereka perlu dibedakan dengan jelas dari informasi tentang Yayan Supyansuri.
Yayan Supyansuri, navigator helikopter yang berkewarganegaraan Indonesia, ditemukan meninggal dunia. Dengan demikian, dari tiga penumpang yang disebut dalam laporan, dua orang ditemukan selamat dan satu orang meninggal. Perbedaan kondisi tersebut merupakan fakta utama mengenai para penumpang Super Puma H-225, tanpa perlu menyimpulkan hal lain di luar keterangan yang tersedia. Yayan menjalankan peran sebagai navigator, sedangkan Hugh Pagi adalah pilot dan Mick Betteridge adalah kopilot. Penyampaian informasi secara cermat penting agar identitas, tugas, kewarganegaraan yang diketahui, serta kondisi masing-masing orang tidak tertukar.
Baca juga: Bahkan dalam catatannya, ada peserta HYROX yang meninggal akibat heat stroke di Prancis dan peserta lain yang meninggal di Bangkok | Artinya, ada kenaikan Rp5 juta akibat diagnosis tambahan yang ditemukan oleh AI | Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata OPM Dilaporkan Meninggal Dunia
22 kunjungan











