banner 728x250

Dua Bocah Tenggelam di Ranu Betok Tiris, Polisi Selidiki Penyebab Insiden Maut

Dua Bocah Tenggelam di Ranu Betok Tiris, Polisi Selidiki Penyebab Insiden Maut
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Tragedi tenggelam kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Dua pelajar berusia 10 tahun berinisial A dan Y, warga Kecamatan Tiris, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di kawasan Ranu Betok, Jumat (5/6/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika kedua korban bersama seorang rekannya datang ke lokasi danau yang berada di Kecamatan Tiris. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiganya sempat bermain di sekitar area perairan. Namun hanya A dan Y yang memutuskan untuk turun ke danau dan berenang, sedangkan seorang rekan lainnya tetap berada di tepi.

banner 325x300

Tidak lama kemudian, kedua korban tiba-tiba menghilang dari permukaan air. Rekan korban yang mengetahui kejadian tersebut panik dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mendapat laporan adanya anak yang tenggelam, warga langsung melakukan pencarian darurat di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan penyisiran di area danau, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Warga kemudian mengevakuasi kedua korban dan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.

Kepala Puskesmas Tiris, Agus Nurawan, membenarkan bahwa kedua korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.

“Kedua korban datang dalam kondisi tidak sadar dan setelah dilakukan pemeriksaan, dinyatakan meninggal dunia,” ujar Agus Nurawan.

Sementara itu, aparat dari Polsek Tiris langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi pasti insiden tersebut.

Kapolsek Tiris, Iptu Syamsul Arifin, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab tenggelamnya kedua korban. Dugaan sementara, korban mengalami kesulitan saat berenang di area danau yang memiliki kedalaman cukup tinggi.

“Kami masih di TKP untuk melakukan penanganan dan meminta keterangan dari saksi-saksi,” kata Iptu Syamsul Arifin.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, danau maupun perairan terbuka lainnya. Aparat dan warga setempat juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti insiden yang merenggut dua nyawa pelajar tersebut.

Pewarta: Bambang 
Editor: Redaksi

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *