PROBOLINGGO – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada petani. Salah satunya dilakukan anggota Koramil 0820/07 Wonomerto yang terjun ke lapangan mendampingi proses panen padi di wilayah binaan, Selasa (9/6/2026).
Pendampingan tersebut dilakukan oleh Babinsa Koramil 0820/07 Wonomerto, Serka Erfan, di lahan pertanian milik Toher (45), warga Dusun Krajan, Desa Sempuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Kodim 0820/Probolinggo dalam mendukung dan menyukseskan program Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional yang tengah digencarkan pemerintah guna menjaga stabilitas produksi pangan di berbagai daerah.
Serka Erfan menjelaskan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan saat masa panen, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai tahapan mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman.
“Pendampingan yang kami lakukan bertujuan memberikan motivasi kepada petani sekaligus memastikan proses budidaya berjalan optimal sehingga hasil panen dapat meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan nasional merupakan kondisi ketika seluruh masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan bendungan, modernisasi sistem irigasi hingga penguatan infrastruktur pendukung pertanian.
Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar dan wilayah geografis yang luas membutuhkan sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
“Komponen ketahanan pangan meliputi ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, aksesibilitas masyarakat terhadap pangan, serta pemanfaatan pangan yang baik. Semua unsur harus berjalan seimbang,” katanya.
Lebih lanjut, Serka Erfan menegaskan bahwa seluruh sumber daya pertanian, mulai dari penyuluh hingga petani, harus bergerak cepat dan berkolaborasi dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Kunci keberhasilan gerakan antisipasi darurat pangan adalah peningkatan produksi. Seluruh sumber daya harus difokuskan untuk mendukung peningkatan hasil pertanian, baik saat ini maupun pada masa mendatang,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat bersama TNI telah menerapkan pendekatan menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Dukungan yang diberikan mencakup penyiapan lahan, penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya hingga pengolahan hasil pertanian.
“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani, kami berharap kualitas serta hasil pertanian terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan kemajuan sektor pertanian Indonesia secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa di wilayah binaan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional.
Pewarta: Bambang
Editor: Redaksi














Respon (2)