banner 728x250

Api Gudang Es Krim di Jatiuwung Belum Padam, Petugas Menunggu Alat Berat

Api Gudang Es Krim di Jatiuwung Belum Padam, Petugas Menunggu Alat Berat
banner 120x600
banner 468x60

Tangerang | Petugas pemadam kebakaran masih berupaya menangani kebakaran di gudang produksi es krim yang berada di Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Api belum sepenuhnya padam. Dari lokasi, nyala api masih terlihat, sementara asap terus mengepul dari tumpukan material yang terbakar. Kondisi tersebut membuat proses penanganan masih berlangsung ketika petugas berupaya mengendalikan kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, menyampaikan perkembangan itu pada Rabu (21/10/2026). Ia mengatakan kondisi api masih merah, yang menunjukkan bahwa kobaran belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas masih melakukan penanganan di area gudang, tetapi pekerjaan tersebut membutuhkan dukungan alat berat untuk membantu proses berikutnya.

banner 325x300

Menurut Andia, kebutuhan alat berat menjadi bagian penting dalam upaya menangani material yang terbakar dan membantu petugas menjangkau area terdampak. Tumpukan material di lokasi masih mengeluarkan asap, sehingga penanganan tidak dapat dianggap selesai hanya karena sebagian api berhasil dikendalikan. Petugas menunggu dukungan peralatan tersebut agar proses penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

Selama api masih terlihat dan asap masih mengepul, petugas terus berupaya menangani kebakaran di gudang produksi itu. Kondisi di lokasi menjadi perhatian karena material yang terbakar masih perlu ditangani, sementara alat berat dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan tersebut. Informasi dari BPBD Kota Tangerang menegaskan bahwa pemadaman belum tuntas dan upaya penanganan masih berjalan. Perkembangan lebih lanjut bergantung pada kondisi di lokasi serta ketersediaan alat yang diperlukan. Hingga keterangan disampaikan, Andia belum menyatakan bahwa api telah padam. Karena itu, situasi kebakaran masih perlu dipantau dan petugas tetap berada dalam upaya penanganan, dengan dukungan alat berat sebagai kebutuhan yang disebutkan BPBD.

Petugas masih membutuhkan alat berat untuk menangani sisa kebakaran di gudang es krim di Jatiuwung, Kota Tangerang. Area yang terdampak dipenuhi puing serta material yang menumpuk setelah terbakar. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat begitu saja menjangkau seluruh bagian tumpukan. Material perlu diurai terlebih dahulu agar titik-titik yang masih menyala dapat terlihat dan proses pemadaman bisa dilakukan dengan lebih efektif. Penggunaan alat berat diharapkan membantu membuka akses ke bagian dalam tumpukan tanpa mengandalkan penanganan manual semata.

Api dilaporkan masih muncul dari benda-benda yang terbakar. Meski kobaran tidak selalu terlihat dari luar, sumber api di dalam tumpukan tetap menjadi perhatian karena material yang terkumpul dapat menutupi bagian yang masih panas atau menyala. Karena itu, petugas perlu memindahkan dan mengurai puing secara bertahap sambil melanjutkan upaya pemadaman. Langkah ini juga memungkinkan pemeriksaan dilakukan pada bagian yang sebelumnya tertutup, sehingga titik api yang tersisa dapat ditangani. Selama material belum tersingkap, petugas menghadapi keterbatasan untuk menjangkau sumber api tersebut.

BPBD Kota Tangerang telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan terkait kebutuhan alat berat untuk mendukung penanganan di lokasi. Pihak perusahaan diminta menyediakan alat yang diperlukan agar tumpukan material dapat dibuka dan proses pemadaman bisa berlanjut. Namun, hingga keterangan disampaikan, alat berat tersebut belum tiba di lokasi kebakaran. Petugas pun masih menunggu kedatangannya untuk membantu mengurai puing yang menutup area terdampak. Sambil menunggu, kondisi api yang masih muncul dari tumpukan benda terbakar menjadi alasan pentingnya percepatan dukungan tersebut. Ketersediaan alat berat dibutuhkan untuk membuka akses dan membantu petugas menangani sisa api secara menyeluruh.

Upaya pemadaman di gudang es krim di Jatiuwung melibatkan pengerahan puluhan petugas. Andia menyampaikan bahwa sebanyak 50 personel pemadam kebakaran berada di lokasi untuk menangani kebakaran yang masih berlangsung. Jumlah tersebut menunjukkan skala tenaga yang disiapkan dalam operasi di tempat kejadian, ketika api belum padam. Para petugas bekerja dengan dukungan armada pemadam kebakaran yang turut dikerahkan ke lokasi. Berdasarkan keterangan Andia, dukungan itu mencakup 14 armada. Angka tersebut menggambarkan pengerahan personel dan kendaraan pemadam dalam satu upaya penanganan, tanpa mengubah fakta bahwa api masih menyala saat informasi disampaikan.

Keterangan mengenai 50 personel dan 14 armada menjadi gambaran utama tentang besarnya sumber daya yang berada di lokasi. Personel pemadam kebakaran dan kendaraan pendukung sama-sama dikerahkan untuk menghadapi kebakaran di gudang tersebut. Dengan api yang belum padam, pengerahan itu berlangsung saat penanganan masih dilakukan. Informasi yang disampaikan Andia menjelaskan jumlah petugas serta armada yang tersedia di lokasi, bukan hasil akhir dari operasi. Karena itu, jumlah tersebut perlu dipahami sebagai data mengenai pengerahan pada saat kejadian, sementara kondisi kebakaran yang dilaporkan masih aktif. Tidak ada keterangan tambahan di sini mengenai perkembangan berikutnya ataupun waktu api dapat dikendalikan.

Keberadaan 14 armada pemadam bersama 50 personel menegaskan bahwa penanganan melibatkan dukungan dalam jumlah besar. Namun, data pengerahan tersebut tidak dengan sendirinya memastikan bahwa api telah berhasil dipadamkan. Pada saat keterangan itu disampaikan, api masih menyala dan petugas tetap berada di lokasi. Laporan juga menyebut petugas menunggu alat berat, tetapi tidak memberikan rincian mengenai kapan alat tersebut tiba atau bagaimana penggunaannya. Dengan demikian, informasi yang dapat dipastikan terbatas pada jumlah personel, jumlah armada, dan keadaan bahwa kebakaran belum padam. Perkembangan selanjutnya tidak dapat ditentukan hanya dari data pengerahan tersebut. Keterangan Andia menjadi dasar untuk menggambarkan skala penanganan tanpa menarik kesimpulan tentang hasil akhir kebakaran di gudang es krim Jatiuwung.

Kebakaran terjadi di sebuah gudang yang digunakan untuk memproduksi es krim di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang. Gudang tersebut disebut sebagai gudang Momoyo. Informasi mengenai dugaan awal munculnya api disampaikan Kapolsek Jatiuwung Kompol Kresna Perkasa pada Selasa (20/10), berdasarkan keterangan saksi yang berada atau mengetahui kejadian tersebut. Keterangan itu memberikan gambaran awal tentang rangkaian peristiwa sebelum kebakaran membesar, tetapi belum dapat diperlakukan sebagai penetapan resmi mengenai penyebab insiden. Karena itu, informasi mengenai sumber api perlu dipahami sebagai dugaan sementara yang bersumber dari kesaksian, bukan hasil akhir pemeriksaan penyelidikan.

Menurut keterangan saksi yang disampaikan Kresna, api diduga bermula dari korsleting listrik di dalam area gudang. Percikan api kemudian disebut menyambar tempat penyimpanan kardus. Material kardus yang berada di lokasi diduga membuat api dengan cepat membesar dan menjalar di area bangunan. Rangkaian tersebut menjelaskan bagaimana kebakaran dapat berkembang setelah percikan awal, sebagaimana diceritakan saksi kepada pihak kepolisian. Namun, keterangan itu belum memastikan secara teknis bagian instalasi listrik mana yang bermasalah, kapan korsleting terjadi, atau bagaimana percikan tersebut mencapai kardus. Hal-hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas berwenang.

Penjelasan mengenai korsleting listrik dan kardus itu karenanya harus ditempatkan sebagai dugaan awal, bukan kesimpulan bahwa korsleting telah terbukti menjadi penyebab kebakaran. Keterangan saksi merupakan salah satu informasi yang dapat membantu penyelidikan, tetapi penentuan penyebab memerlukan pemeriksaan terhadap kondisi lokasi serta bukti lain yang relevan. Hingga pemeriksaan tersebut dilakukan, belum tepat untuk menyatakan bahwa sumber api telah dipastikan. Kepolisian dapat mencocokkan cerita saksi dengan temuan di gudang, termasuk kondisi area penyimpanan dan instalasi listrik. Dengan demikian, konteks yang tersedia saat ini hanya menunjukkan dugaan bahwa percikan akibat korsleting menyambar kardus, lalu api membesar; kepastian mengenai penyebabnya tetap menunggu hasil penyelidikan.

banner 325x300