Surabaya | Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang membawa rombongan mereka mengalami kecelakaan di ruas Tol Ngawi–Kertosono, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 18 Oktober. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Informasi awal menyebut kendaraan yang terlibat adalah minibus Toyota Hiace dan sebuah truk tronton.
Kecelakaan dilaporkan berlangsung di KM 616+200, tepatnya di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Lokasi itu berada di jalur Tol Ngawi–Kertosono yang melintasi wilayah Jawa Timur. Keterangan mengenai titik kejadian memberikan gambaran awal tentang lokasi insiden, sementara identitas kedua kendaraan telah disebutkan dalam informasi yang tersedia.
Minibus Toyota Hiace yang terlibat menggunakan nomor polisi AB 7831 E. Kendaraan lainnya adalah truk tronton dengan nomor polisi H 1872 AG. Keduanya menjadi bagian dari peristiwa yang menimpa rombongan suporter PSS Sleman tersebut. Hingga informasi awal ini disampaikan, rincian lebih lanjut mengenai urutan kejadian belum tersedia.
Insiden itu menjadi kabar duka bagi keluarga para korban dan komunitas suporter PSS Sleman. Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Namun, informasi yang tersedia belum merinci nama para korban, jumlah keseluruhan orang di dalam minibus, maupun kondisi penumpang lainnya. Karena itu, detail mengenai dampak kecelakaan selain korban meninggal perlu menunggu keterangan resmi yang lebih lengkap.
Peristiwa pada pagi hari tersebut melibatkan dua kendaraan dengan jenis dan nomor polisi yang berbeda, serta terjadi di ruas tol wilayah Madiun. Rincian waktu, lokasi, dan kendaraan menjadi informasi utama yang telah diketahui mengenai kecelakaan ini. Penjelasan mengenai penyebab insiden, proses penanganan di tempat kejadian, dan perkembangan bagi para penumpang belum tercantum dalam keterangan awal. Informasi lanjutan diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh tentang kejadian yang merenggut nyawa empat suporter itu.
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki menyampaikan bahwa kecelakaan di Tol Ngawi–Kertosono mengakibatkan empat suporter PSS Sleman meninggal dunia. Jumlah tersebut mencakup korban yang meninggal di lokasi kejadian serta korban yang meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Keterangan ini memberikan gambaran mengenai jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sekaligus membedakan tempat meninggalnya masing-masing kelompok korban tanpa merinci identitas mereka.
Berdasarkan keterangan Kapolres, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga orang lainnya meninggal dunia di RSUD Caruban. Dengan demikian, total korban meninggal dalam kecelakaan tersebut adalah empat orang. Pembagian jumlah korban menurut tempat kejadian dan rumah sakit itu merujuk pada informasi yang disampaikan oleh AKBP Ridwan Maliki. Tidak ada identitas korban yang dicantumkan dalam keterangan jumlah tersebut.
Selain empat korban meninggal, enam penumpang lain mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka itu, dua orang mengalami luka berat. Keterangan yang tersedia menyebutkan jumlah penumpang yang terluka dan tingkat keparahan luka pada dua korban, tetapi tidak merinci identitas maupun kondisi masing-masing orang. Karena itu, informasi mengenai korban luka dapat disampaikan sebatas jumlah dan kategori tersebut, tanpa menambahkan keterangan medis atau keadaan lain yang tidak disebutkan.
Secara keseluruhan, jumlah korban yang dilaporkan adalah sepuluh orang: empat meninggal dunia dan enam mengalami luka-luka. Empat korban meninggal terdiri atas satu orang yang meninggal di lokasi kejadian dan tiga orang yang meninggal di RSUD Caruban. Adapun enam korban lainnya terluka, termasuk dua orang dengan luka berat. Rincian angka ini mengikuti keterangan Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki, sebagaimana disampaikan untuk menjelaskan dampak kecelakaan terhadap para penumpang. Informasi tersebut membatasi uraian pada jumlah korban, tempat meninggal, dan kategori luka yang telah disebutkan.Rombongan suporter PSS Sleman diketahui sedang menuju Surabaya untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka. PSS dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Perjalanan itu dilakukan dalam rangka menyaksikan pertandingan secara langsung dan mendukung tim di stadion, bukan sebagai perjalanan tanpa tujuan yang berkaitan dengan laga tersebut. Keterangan mengenai tujuan rombongan ini menjadi konteks penting dalam memahami keberadaan para suporter di jalur Tol Ngawi–Kertosono.
Kecelakaan yang menewaskan empat suporter tersebut terjadi ketika rombongan berada dalam perjalanan menuju pertandingan. Dengan demikian, insiden itu berlangsung sebelum mereka tiba di Surabaya dan sebelum laga PSS melawan Persebaya digelar. Informasi yang tersedia menyebutkan arah perjalanan serta tujuan para suporter, tetapi tidak memberikan rincian mengenai tahapan perjalanan yang mereka lalui. Karena itu, penjelasan mengenai peristiwa ini perlu dibatasi pada keterangan yang telah diketahui dan tidak menambahkan dugaan tentang perjalanan mereka.
Stadion Gelora Bung Tomo menjadi tujuan akhir rombongan untuk mendukung PSS dalam menghadapi tuan rumah, Persebaya Surabaya. Kehadiran suporter di pertandingan tandang merupakan bentuk dukungan kepada tim, tetapi dalam peristiwa ini perjalanan menuju stadion berujung pada kecelakaan yang merenggut empat nyawa. PSS dan Persebaya menjadi dua tim yang terkait dengan tujuan perjalanan tersebut, sementara lokasi kecelakaan berada di Tol Ngawi–Kertosono. Tidak tersedia keterangan yang dapat memastikan penyebab kecelakaan ataupun rincian bagaimana insiden itu terjadi. Oleh sebab itu, uraian mengenai tujuan para suporter tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab maupun kronologi kecelakaan. Fakta yang dapat ditegaskan adalah rombongan sedang menuju Surabaya untuk mendukung PSS saat menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo ketika kecelakaan terjadi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan di Tol Ngawi–Kertosono yang menewaskan empat suporter PSS Sleman. Ia menyatakan bahwa musibah tersebut menjadi duka bagi keluarga korban dan warga Kabupaten Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman turut merasakan kehilangan yang dialami keluarga serta masyarakat, terutama mereka yang mengenal para suporter. Harda berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini. Ia juga mendoakan agar keempat almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan berharap mereka husnulkhatimah.
Selain menyampaikan doa dan simpati, Harda memastikan pemerintah kabupaten memberikan bantuan penuh dalam penanganan para korban. Dukungan itu ditujukan kepada korban yang meninggal dunia maupun mereka yang masih menjalani perawatan medis. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarga, tetapi juga kepada korban yang membutuhkan perawatan setelah kecelakaan. Penanganan seluruh korban, menurut inti pernyataannya, menjadi perhatian pemerintah daerah dalam merespons musibah yang menimpa warga Sleman tersebut.
Harda menyampaikan bahwa bantuan akan diberikan dalam proses penanganan korban, baik bagi keluarga para suporter yang meninggal maupun bagi korban yang sedang dirawat. Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan dukungan penuh agar kebutuhan penanganan dapat diperhatikan. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warganya yang terdampak kecelakaan. Di tengah suasana duka, doa bagi para almarhum dan dukungan bagi korban yang masih menjalani perawatan menjadi bagian penting dari respons pemerintah. Harapan agar para almarhum husnulkhatimah juga disampaikan dengan tetap menjaga makna belasungkawa dan penghormatan kepada korban.
Baca juga: Kecelakaan Tragis di Serang: Sopir Angkutan Tewas Tertabrak Kereta | Kecelakaan Crane Timpa Tiang Listrik di Surabaya | Kecelakaan Tragis Rombongan Keluarga di Depok












