Pelatihan pembuatan lampu hias menggunakan pipa PVC di Desa Laut Dendang, Deli Serdang, merupakan inisiatif penting yang dilakukan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas pemuda setempat dengan cara memanfaatkan bahan yang mudah didapatkan, yaitu pipa PVC. Pemilihan lokasi di Desa Laut Dendang didasarkan pada potensi sumber daya manusia yang ada, serta kebutuhan ekonomi masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.
Program ini berdasar pada observasi yang menunjukkan bahwa pemuda di daerah ini kurang mendapatkan akses terhadap pelatihan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan mengadakan pelatihan pembuatan lampu hias, tim PKM Unimed berharap dapat membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha mereka sendiri, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Terlebih, lampu hias yang dibuat dari pipa PVC juga memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan, baik untuk kebutuhan konsumsi lokal maupun untuk dijual secara online.
Kegiatan pelatihan ini melibatkan sejumlah pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan dan sosial. Mereka tidak hanya belajar teknik pembuatan lampu hias, tetapi juga cara pemasaran produk yang dihasilkan. Dengan dukungan dari pemuda setempat dan fasilitator dari Unimed, diharapkan adanya sinergi pendidikan formal dan pelatihan keterampilan yang dapat berdampak positif dalam menciptakan lapangan kerja baru di Desa Laut Dendang.
Kepala Desa Laut Dendang, Supriadi, memberikan sambutan yang penuh semangat pada pembukaan program pelatihan lampu hias yang diadakan di desa. Dalam pernyataannya, Supriadi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap penyelenggara pelatihan yang telah memberikan kesempatan kepada pemuda di desanya untuk mengembangkan keterampilan baru. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar untuk keperluan pribadi, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi desa secara keseluruhan.
Supriadi menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menyikapi tantangan yang dihadapi oleh pemuda saat ini, terutama dalam hal keterbatasan lapangan kerja. Dengan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan lampu hias, diharapkan para peserta dapat menciptakan peluang usaha baru. Ia percaya bahwa inovasi dalam bentuk produk seperti lampu hias dapat membantu memperkuat perekonomian lokal dan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui sambutannya, Supriadi juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan ilmu yang akan mereka peroleh seoptimal mungkin.
Penerimaan peserta pelatihan berlangsung dengan meriah, di mana banyak pemuda antusias mendaftar untuk mengikuti program ini. Supriadi menekankan bahwa keberhasilan pelatihan ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif dan semangat peserta. Ia berharap agar semangat tersebut dapat terjaga selama pelatihan berlangsung. Keberadaan pelatihan lampu hias ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak hanya mendorong inovasi tetapi juga membangkitkan rasa percaya diri di pemuda dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Pada pelatihan lampu hias yang diadakan di Laut Dendang, tercatat sebanyak 20 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan ini. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, namun semua memiliki kesamaan, yaitu keinginan untuk belajar dan berinovasi dalam bidang ekonomi kreatif. Antusiasme ini terlihat jelas melalui partisipasi aktif mereka selama sesi pelatihan, yang berlangsung selama beberapa hari dan dipandu oleh instruktur berpengalaman.
Proses pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang berbagai jenis bahan baku yang diperlukan untuk membuat lampu hias. Instruktur menjelaskan dengan rinci mengenai alat dan material yang dibutuhkan, termasuk jenis lampu, kawat, dan aksesori dekoratif lainnya. Setelah pengenalan, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk memfasilitasi interaksi dan belajar sambil berlatih. Di setiap sesi, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba membuat desain lampu hias mereka sendiri, yang menambah keterlibatan dan semangat mereka.
Interaksi peserta dan tim pengajar berlangsung sangat dinamis. Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pendapat. Instruktor memberikan umpan balik konstruktif, membantu peserta dalam mengatasi tantangan yang dihadapi saat membuat lampu hias. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan suportif. Selain itu, pelatihan juga menyentuh aspek prospek usaha dari produk lampu hias, di mana peserta diajarkan tentang strategi pemasaran dan peluang untuk mengembangkan usaha mereka setelah pelatihan selesai.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan keterampilan yang telah diperoleh dan menciptakan inovasi baru dalam pembuatan lampu hias, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Laut Dendang.
Setelah pelatihan lampu hias dilaksanakan, penting untuk memastikan bahwa program ini memiliki dampak jangka panjang yang positif bagi para peserta dan komunitas. Rencana keberlanjutan menjadi kunci dalam menjaga momentum yang telah dibangun melalui pelatihan ini. Salah satu aspek utama dari rencana ini adalah komitmen Tim PKM Unimed untuk mendampingi peserta dalam pengembangan usaha mereka. Pendampingan ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen usaha hingga pemasaran produk lampu hias yang telah mereka buat.
Selain itu, salah satu elemen yang direncanakan adalah pembangunan studio kerja. Studio ini akan berfungsi sebagai tempat produksi dan kreativitas bagi para peserta. Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan mereka dapat terus berinovasi dan menciptakan produk-produk lampu hias baru yang mencerminkan kekayaan budaya setempat. Studio kerja ini juga dapat dimanfaatkan untuk pelatihan lebih lanjut, sehingga kapasitas keahlian peserta dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Pemerintah desa juga berperan penting dalam mendukung keberlanjutan program ini. Dukungan yang diberikan akan meliputi bantuan pemasaran, penyediaan akses kepada sumber daya, serta promosi produk lampu hias yang berciri khas budaya lokal. Dengan adanya kerjasama yang solid Tim PKM Unimed, peserta, dan pemerintah desa, diharapkan usaha lampu hias yang dibangun dapat berkembang dan memberikan penghasilan yang berkelanjutan bagi para peserta.
Seluruh rencana dan dukungan ini bukan hanya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja, tetapi juga untuk melestarikan budaya melalui seni kerajinan lampu hias yang unik. Ada harapan bahwa produk yang dihasilkan dapat menjadi identitas bagi daerah dan menarik minat wisatawan, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Sumber informasi: waspada.id













