Banda Aceh — Ditempatkannya Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M.M., M.H. sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh dinilai sangat tepat dan strategis, terutama mengingat Aceh adalah daerah yang pernah melalui masa panjang konflik dan membutuhkan pendekatan yang memahami karakter serta budaya masyarakatnya secara mendalam.
Sebagai putra asli Aceh, Said Anna Fauza memahami betul bagaimana hati masyarakat Tanah Rencong. Beliau tahu bahwa di Aceh, kekuatan senjata tidak sekuat kekuatan silaturahmi, dan ketegasan tidak harus dibarengi dengan kekerasan.
Cara-cara yang beliau lakukan adalah mendengar, berdialog, merangkul dan menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang beradab justru yang paling bisa diterima oleh masyarakat Aceh.
Pendekatan yang Menyentuh Hati, Bukan Menekan
Masyarakat Aceh yang pernah lama hidup dalam dinamika konflik, sangat peka terhadap setiap bentuk pendekatan keamanan. Jika pendekatan bersifat represif, jarang atau tidak memahami kearifan lokal, maka kepercayaan masyarakat akan sulit tumbuh.
Namun berbeda dengan Said Anna Fauza, kehadirannya dirasakan tidak sebagai penguasa yang berdiri di atas, melainkan sebagai pelayan negara yang hadir di tengah-tengah masyarakat.
Terbukti saat terjadi kericuhan di halaman Masjid Raya Baiturrahman, pendekatan yang dilakukan berhasil meredakan ketegangan dengan cepat tanpa menimbulkan korban maupun eskalasi baru, hal tersebut bukan kebetulan,
itu adalah buah dari pemahaman yang mendalam tentang jiwa masyarakat Aceh.
Pemimpin yang Tepat di Tempat yang Tepat
Penempatan sosok yang memahami budaya, adat, sejarah dan nilai-nilai masyarakatnya sendiri di posisi strategis intelijen keamanan adalah langkah yang sangat tepat, tidak perlu menerapkan cara-cara asing yang tidak dipahami masyarakat, karena Said Anna Fauza hadir dengan bahasa, pendekatan dan kepekaan yang sudah menyatu dengan jiwa Aceh.
Sejak menjabat, berbagai potensi konflik dan permasalahan krusial dapat dideteksi sejak dini dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi masalah besar. Kasus-kasus khusus yang berpotensi memecah belah dapat diantisipasi dengan baik, bukan karena kekuatan aparat semata, tetapi karena kepercayaan masyarakat yang tumbuh kepada sosok yang mereka anggap sebagai bagian dari diri mereka sendiri.
Aceh Butuh Pemimpin yang Merangkul Bukan Menjauh
Masyarakat Aceh menyambut baik kehadiran sosok seperti Said Anna Fauza. Beliau adalah bukti nyata bahwa di tanah yang pernah penuh luka ini, pendekatan persuasif, humanis dan berbasis kearifan lokal jauh lebih ampuh menciptakan kedamaian dibandingkan pendekatan kekuasaan semata.
“Sosok seperti beliau adalah yang paling kita butuhkan. Karena beliau tidak hanya menjaga keamanan tapi juga menjaga hati masyarakat,” ujar masyarakat Aceh yang mengapresiasi kinerja dir-intelkam polda aceh.
(Jihandak Belang/Sumber : Tgk Indra)













