Pada tanggal 27 Agustus, sebuah demo yang terjadi di Pejompongan berujung pada tragedi yang menyakitkan bagi masyarakat setempat. Dalam kerusuhan tersebut, seorang lelaki lansia berusia 59 tahun, Bambang Setiawan, kehilangan nyawanya. Kejadian ini diduga merupakan akumulasi dari kekerasan yang melibatkan sejumlah pihak, menunjukkan betapa rentannya kondisi sosial masyarakat saat itu.
Kerusuhan ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik tetapi juga menimbulkan ketegangan psikologis di lingkungan sekitar. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam harmoni kini terbelah oleh peristiwa tersebut, mengubah cara pandang dan interaksi satu sama lain. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Bambang Setiawan mengalami tindakan penganiayaan yang mengakibatkan kematiannya, yang menjadi pemicu protes besar-besaran di kawasan tersebut.
Selama demonstrasi, suasana semakin memanas ketika sejumlah demonstran berusaha menyampaikan aspirasi mereka terkait keadilan. Namun, ketidakpuasan ini tidak hanya berlanjut dalam bentuk protes damai. Beberapa kelompok mulai memperlihatkan perilaku agresif, yang semakin memperburuk situasi. Masyarakat menyaksikan dengan cemas ketika kericuhan pecah, menimbulkan rasa takut dan cemas bagi mereka yang berada di lokasi.
Penting untuk dicatat bahwa kerusuhan ini mencerminkan isu yang lebih luas yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah dan keinginan akan perubahan. Keberadaan korban dalam tragedi demo di Pejompongan adalah bukti nyata bahwa kekerasan dan ketegangan sosial dapat memiliki konsekuensi yang tragis. Situasi yang dihadapi oleh Bambang Setiawan mewakili banyak suara yang terpinggirkan, mengingat tragedi ini adalah cerminan dari tantangan yang terus begitu relevan di masyarakat kita.
Kunjungan Habib Bahar ke rumah duka Bambang Setiawan berlangsung dalam suasana yang penuh rasa duka. Habib Bahar, dikenal sebagai sosok yang vokal dalam isu-isu keadilan, mengunjungi keluarga korban untuk memberikan dukungan moral dan spiritual. Dalam momen ini, beliau tidak hanya hadir sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai perwakilan masyarakat yang merasakan ketidakadilan terhadap tindakan kekerasan yang telah merenggut nyawa Bambang Setiawan.
Selama kunjungan tersebut, Habib Bahar mengungkapkan kesiapannya untuk mendampingi keluarga yang berduka dalam menghadapi proses hukum. Beliau menekankan betapa pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penganiayaan yang telah menyebabkan kehilangan ini. Dengan suara lantang, Habib Bahar menyerukan agar pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengusut tuntas kasus ini. Pesan yang beliau sampaikan mencerminkan rasa prihatin yang mendalam terhadap kondisi keamanan dan perlindungan masyarakat, khususnya terhadap tindakan kekerasan yang semakin marak belakangan ini.
Lebih lanjut, Habib Bahar menegaskan perlunya solidaritas dari semua lapisan masyarakat untuk menuntut keadilan bagi korban. Ini bukan hanya tanggung jawab para pemangku kebijakan, tetapi juga masyarakat luas yang harus bersatu padu menolak segala bentuk kekerasan. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa keadilan yang benar hanya dapat tercapai jika semua pihak berkomitmen untuk melawan impunitas yang seringkali melindungi pelaku kekerasan. Dukungan yang diberikan baik secara moral maupun nyata kepada keluarga korban adalah langkah awal dalam menuntut perubahan sistemik yang dibutuhkan.
Habib Bahar bin Smith, dalam kunjungannya ke rumah duka korban kerusuhan, menyampaikan pernyataan yang tegas dan berani terhadap organisasi massa yang dituduh terlibat dalam insiden tersebut, salah satunya adalah ormas GRIB. Dalam konteks ini, Habib Bahar menantang tindakan yang digambarkan sebagai perilaku premanisme yang merugikan masyarakat. Ia mengecam keras setiap aksi yang menyebabkan penderitaan bagi warga dan menuntut pertanggungjawaban yang nyata dari pihak-pihak yang terbukti bersalah.
Dalam pidatonya, Habib Bahar menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu. Ia menuntut agar semua anggota ormas yang terlibat dalam kerusuhan tersebut diawasi dan diusut tuntas. Pernyataan ini mencerminkan sikapnya yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat. Ia berargumentasi bahwa tindakan premanisme tidak boleh dibiarkan, karena hal ini merusak tatanan kehidupan di tengah masyarakat yang seharusnya aman dan damai.
Kecaman yang dilontarkan oleh Habib Bahar tidak hanya ditujukan kepada ormas GRIB, namun juga menyasar semua pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari kekacauan. Dalam pandangannya, masyarakat berhak mendapatkan perlindungan dan keamanan, serta tidak boleh menjadi korban dari kepentingan kelompok tertentu. Ia berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat mengatasi masalah ini dengan tegas dan komprehensif, sehingga tidak ada lagi tindakan biadab yang menimpa masyarakat, dan keadilan dapat ditegakkan untuk semua.
Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) telah memberikan tanggapan resmi terkait kerusuhan yang terjadi dan menghadirkan berbagai isu yang menyertainya. Dalam pernyataan yang dilansir oleh para juru bicara mereka, GRIB secara tegas membantah segala tuduhan yang menyebutkan bahwa mereka terlibat dalam kerusuhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa organisasi ini memiliki komitmen untuk menjaga ketertiban dan tidak mendukung tindakan yang merugikan masyarakat. Penegasan ini mencerminkan pentingnya menjaga citra dan kepercayaan publik terhadap organisasi yang berperan dalam masyarakat.
Lebih lanjut, GRIB menyarankan agar pihak-pihak yang bersangkutan melakukan investigasi secara objektif dan profesional untuk menemukan kebenaran di balik insiden tersebut. Hal ini menunjukkan upaya mereka untuk memisahkan diri dari stigma negatif yang mungkin melekat, sekaligus mendukung prinsip keadilan. Dalam konteks lebih luas, tindakan mereka berupaya mendorong masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang beredar tanpa dasar yang jelas.
Habib Bahar, dalam berbagai kesempatan, mengingatkan akan pentingnya persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Ia mengajak semua elemen untuk bersatu melawan kejahatan yang merugikan rakyat kecil, menegaskan bahwa perjuangan untuk keadilan harus dilakukan dengan penuh komitmen dan tanpa rasa takut. Bahar menyampaikan pesan bahwa jangan sampai perbedaan pendapat dan segelintir konflik membuyarkan solidaritas antar sesama. Ia menekankan bahwa bersatu dalam kebaikan adalah langkah yang tidak hanya penting, tetapi juga menjadi kewajiban bagi setiap individu dalam perjuangan menggapai keadilan sosial.
Konsistensi dalam penyampaian pesan ini menjadikan Habib Bahar sosok yang relevan dalam dialog kebangsaan. Ia melakukan seruan yang tidak hanya mencakup aksi fisik, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpikir kritis dan proaktif dalam menangani isu-isu sosial. Dengan tetap teguh pada pendirian dan keyakinan untuk membela hak-hak masyarakat merupakan salah satu nilai yang harus dijunjung tinggi dalam setiap aksi yang dilakukan.













