Tanjung Seumentoh – Dengan adanya, usai telah terlaksana proyek pekerjaan rehabilitasi ruang kelas. Berasal dari penyaluran dana anggaran, atas program revitalisasi satuan pendidikan. Direktorat pendidikan menengah pertama, direktorat jenderal paud dasmen kementerian pendidikan dasar dan menengah itu. Yang lebih cukup ironisnya lagi, diduga dengan hasil bongkaran kayu dan seng barang bekas, yang telah usai dikerjakan tersebut. Berlokasi, di sekolah menengah pertama (smp) negeri 2 desa tanjung seumentoh kecamatan karang baru kabupaten aceh tamiang. Kini menjadi pertanyaan besar, kemana rimbanya. Hasil bongkaran kayu dan seng barang bekas itu perginya, aset milik pemerintahan kabupaten (pemkab) aceh tamiang tersebut.
Parahnya lagi, kemarin. 21 agustus 2026 lalu, ketika sejumlah wartawan media online ini. Melakukan investigasi ke lokasi areal lokasi smp negeri 2 karang baru tersebut, ruang kelas untuk murid belajar itu. Setelah terpantau nya, ruang kelas tersebut. Usainya di lakukan pekerjaan rehabilitasi atap seng ruangan itu, terpantau oleh wartawan media online ini. Yang namanya hasil bongkaran kayu dan seng barang bekas tersebut, sudah tak terlihat lagi. Ada pun, pada saat itu juga. Sekitar pukul.14.01.wib, di areal smp negeri 2 karang baru itu. Tidak ada terlihat satu pun, dari pihak sekolah. Dan juga, tidak ada yang bisa di lakukan konfirmasi.
Selain itu juga, wartawan media ini juga. Terpantau adanya plang papan nama proyek pekerjaan, yang di tampilkan dengan sorotan publik. Dalam pantauan plang papan nama proyek revitalisasi itu, menyebutkan. Nama kegiatan, rehabilitasi ruang kelas. Nama sekolah, SMP negeri 2 karang baru. Jumlah dana bantuan, Rp. 2, 077. 625, 000.- (dua milyar tujuh puluh tujuh juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah), sumber dana. APBN tahun 2026, pelaksana. Panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP), waktu pelaksana. 8 april sampai dengan (s/d) 9 september 2026 lalu. Panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP), SMP negeri 2 karang baru kabupaten aceh tamiang provinsi aceh.
Menurut dari pihak pemerhati sosial publik aceh, yang pada saat itu juga. Turut bersama-sama melakukan investigasi ke lokasi smp negeri 2 karang baru tersebut. Menilai dan juga menyimpulkan, hasil investigasi di lapangan. Bung “karo-karo”, mulai angkat bicara. “Cukup sangat disayangkan, yang seharusnya. Pihak dari penanggung jawab serta pengelola dana anggaran revitalisasi itu, yang di kelola langsung oleh pihak kepsek smp negeri 2 karang baru tersebut. Malah, dirinya pula. Terkesan bersembunyi dari sorotan publik, bukan hanya itu saja. Kita pantau juga, secara pengamatan di lapangan. Yang menjadi pertanyaan besarnya lagi, itu hasil bongkaran kayu dan seng barang bekas pada kemana semua perginya.
Kalau pun di simpan, kemana itu barang di simpan. Jangan nanti dugaan judulnya di simpan, ternyata di simpan dalam kantong masing-masing oleh pejabat yang terlibat dalam pengelolaan dana revitalisasi rehabilitasi ruang kelas SMP negeri 2 karang baru itu. Di jaman sekarang ini juga, banyak kali modal dusta (modus) sistem management menggunakan ilmu ulok-ulok oleh pihak pejabat sekolah smp negeri 2 karang baru tersebut. Diduga dengan secara adminitrasi (arsip) dokumen pura-pura jujur, ternyata. Begitu dilakukan secara peninjauan di lapangan, ternyata dugaan bermain ilmu sulap uloknya. Banyak sekarang ini, disinyalir pejabat di pemerintahan aceh kita ini sekarang. Menggunakan ilmu modus seperti itu”, sebutnya oleh pemerhati sosial publik aceh kepada wartawan media ini. Minggu 30/8/2026, sekitar pukul.10.43.wib.
(Jihandak Belang/Sumber : PSP Aceh)







