Aceh – Dengan adanya aksi demo damai, beberapa desa gampong masyarakat kota langsa-aceh. Mulai kembali mendatangi dan geruduk di depan kantor pemerintahan kota (pemko) langsa, dengan tuntutan bantuan jaminan hidup (jadup) dan bantuan pasca banjir pada tahun 2025 lalu. Sampai saat ini, belum cair-cair juga.
Didalam orasi sekelompok masyarakat dari beberapa desa itu, yang terdiri dari omak-omak. Melakukan aksi demontrasi nya, di depan kantor wali kota langsa. Ada pun, tuntutan yang terpampang dari sepanduk-sepanduk yang para aksi demo itu. “Jeffri Santana, jangan selalu menyuruh kami sabar. Karna kami, bukan nabi”.
Pada sepanduk selanjutnya, terpantau oleh wartawan media ini. Menyebutkan kembali, “jangan buang-buang anggaran kota langsa. Untuk hal yang gak penting, utamakan dana bantuan banjir kami dulu pak”.
“Cukup barang kami yang hancur, jangan sampai harapan kami juga hancur”.
Menurut dari pihak koordinator para aksi demo itu, saat di minta keterangannya sejumlah wartawan media online ini. Yang di dampingi oleh omak-omak para pendemo tersebut, menjelaskan dengan seksama dengan hasil berdialog secara terbuka dengan pejabat sekretaris daerah (sekda) pemko langsa. Koordinator pun langsung mengomentari, “kami telah menjelaskan. Kepada buk sekda pemko langsa, dengan hasil tuntutan kami. Yang pertama kalinya, segera salurkan bantuan tahap III. Selesaikan termin sisa jadup kemarin tahap II, yang satu lagi. Tolong di permudah, proses bantuan rehab ringan dan rehab sedang. Pada rumah warga kota langsa, yang terkena pasca banjir di tahun 2025 lalu”. Ujarnya, koordinator aksi demo damai itu. Yang telah di ajukan, oleh sekda pemko langsa tersebut.
Untuk menindak lanjuti, apa yang telah di sampaikan tuntutan masyarakat aksi demo itu. Di depan kantor wali kota pemko langsa, pihak dari koordinator aksi demo itu. Menambahkan kembali komentarnya, ke sejumlah wartawan media online ini. Menurutnya kembali, “jawaban dari pihak pejabat sekda pemko langsa tersebut. Terkesan tidak memuaskan, kami sebagai aksi demo masyarakat beberapa desa di kota langsa. Kami, sungguh sangat kecewa. Kami, telah bertanya tentang kejelasan data banjir. Dan kemana uang banjir itu perginya, sementara bantuan banjir. Banyak masuk ke kota langsa, mereka hanya dapat menjawab. Itu di luar ranah kami, dan mereka tidak bisa menjawab. Apa yang telah kami sampaikan, kepada pejabat sekda pemko langsa itu. Dikarenakan tidak mereka bisa menjawab, apa yang telah kami pertanyakan tersebut. Mulai dari pejabat sekda pemko langsa, bersama pejabat lainnya. Langsung melarikan diri, dan meninggalkan kami para aksi demo”. Tuturnya, pihak koordinator aksi demo bersama para aksi demo lainnya. Kemarin, 26/8/2026 sekitar pukul.15.18.32.wib.
(Pasukan Ghoib)








Respon (1)