Sidodadi – Dengan adanya sistem kinerja, pihak PDAM Tirta keumuning langsa. Kini mulai berulah dan timbulkan penyakit lama, sudah 3 hari pendistribusian air bersih. Mulai mati kembali, pelanggan jasa pengguna air bersih mulia kembali mengeluh. “Ada apa, dugaan sistem kinerja mafia dari pihak pdam tirta keumuning langsa itu. Air bersih baru beberapa hari saja hidup, kini sudah 3 hari mati kembali”.
Sesuai adanya kembali, ketika wartawan media online ini. Menerima keluh kesah dengan salah satu seorang pelanggan jasa pengguna air bersih, nomor pelanggan 01625 di kawasan jalan cendana titi manirah desa gampong sidodadi kecamatan langsa lama kota langsa-aceh. Yang sebagai perwakilan pelanggan jasa pengguna air bersih 01625 itu, disebut-sebut sapaan berinisial “R”. Menyampaikan komentarnya, dengan pihak sorotan publik ini. “Bahwa, pendistribusian air bersih di rumahnya. Kini kembali berulah lagi, padam total. Pada hal itu juga, baru beberapa hari saja pendistribusian air bersih lancar seperti biasanya. Kini sudah padam lagi, diduga sistem pendistribusian air bersih dari PDAM tirta keumuning itu. Lebih banyak kinerja sistem mafianya”, ujarnya “R” paparkan kepada wartawan media ini. Kamis 27/8/2026, sekitar pukul.15.38.wib.
Selain dari itu juga, pihak pelanggan jasa pengguna air bersih tersebut. Pada hal, apa yang menjadi kewajiban sebagai pelanggan jasa pengguna air bersih 01625. Sudah di penuhi oleh pihak pelanggan, untuk melakukan pembayaran rekening pada setiap bulannya. Malah, menjelang akhir bulan agustus 2026 ini. Penyakit lama kambuh lagi, dan dugaan kini bermain sistem kinerja politik busuk mafianya dari pihak PDAM tirta keumuning langsa. Diduga agar dapat memenuhi kantong mereka, sebagai pejabat kecil di ruang lingkup pdam tirta keumuning langsa tersebut.
Dari sisi lainnya, dari pihak pemerhati sosial publik aceh di kota langsa ini. Juga mengetahui dengan adanya keluh kesah masyarakat yang sebagai pihak pelanggan jasa pengguna air bersih itu, menyikapi serta menyimpulkan dengan secara pengamatan yang sangat jeli juga tajam. Pemerhati sosial publik aceh di kota langsa ini, langsung mengambil sikap dan turut mengomentari dalam hal tersebut. “Wah-wah, ini sudah tidak bisa di tinggal diam. Semangkin di diam-diamkan, dengan sistem kinerja juga sistem management yang mereka tunjukan kepada masyarakat pelanggan jasa pengguna air bersih di pdam tirta keumuning langsa-aceh itu. Semangkin dengan sesuka-suka hati nenek moyang mereka, mereka perbuat terhadap masyarakat pelanggan di kawasan jalan cendana titi manira gampong sidodadi kecamatan langsa lama tersebut.
Jangan pihak para pejabat kecil di pdam tirta keumuning langsa itu, memiliki kepentingan pribadi. Dugaan untuk memenuhi kantong mereka yang bolong itu, masyarakat pelanggan jasa pengguna air bersih menjadi korbannya, apa mereka memiliki otak dan pikiran apa tidak ya. Di mana otak mereka pergunakan, asyik-asyik mikiri uang masuk aja di kepala mereka itu. Sebagai pejabat kecil di pdam tirta keumuning langsa, pada hal itu juga. Mereka sudah di gaji oleh pihak perusahaan swasta sebagai pihak ke tiga, apa masih kurang dengan gaji yang telah di tentukan itu. Kalau masih kurang, atau ingin lebih kaya lagi. Buat usaha tambahan di rumah kalian masing-masing, jangan masyarakat pelanggan jadi korbannya”. Tegas, bung “karo-karo” menjelaskan kepada wartawan media ini. Kamis 27/8/2026, sekitar pukul.15.54.wib.
(Jihandak Belang/Sumber : Pelanggan Nomor 01625 “R”)







