banner 728x250

Longsor di Tamanayu Renggut Nyawa Ayah dan Anak

Longsor di Tamanayu Renggut Nyawa Ayah dan Anak
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Lumajang | Imron Rosadi, 40 tahun, dan anaknya, Hilya, yang berusia 9 tahun, meninggal setelah rumah yang mereka tempati tertimpa material longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Informasi mengenai korban disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho. Keterangan itu menegaskan adanya dua korban jiwa dalam kejadian longsor yang berdampak langsung pada rumah yang ditempati ayah dan anak tersebut.

Peristiwa ini menempatkan rumah di Desa Tamanayu sebagai lokasi yang terdampak material longsor. Imron dan Hilya berada di rumah yang kemudian tertimpa material tersebut, dan keduanya dinyatakan meninggal. Informasi yang tersedia mengidentifikasi korban berdasarkan nama serta usia, sekaligus menyebut hubungan mereka sebagai ayah dan anak. Tidak ada keterangan tambahan mengenai keadaan rumah, kegiatan mereka sebelum kejadian, ataupun keadaan masing-masing korban selain bahwa keduanya meninggal setelah rumah tertimpa longsor.

banner 325x300

Kabupaten Lumajang menjadi lokasi kejadian, lebih tepatnya di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Penyebutan wilayah tersebut membantu menunjukkan tempat peristiwa tanpa memperluas keterangan melampaui informasi yang telah disampaikan. BPBD Lumajang, melalui Kepala Pelaksananya Isnugroho, menjadi sumber informasi mengenai korban. Dengan demikian, inti kabar yang terkonfirmasi dalam keterangan tersebut adalah meninggalnya Imron Rosadi dan Hilya akibat rumah yang mereka tempati tertimpa material longsor pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Rincian mengenai penyebab longsor, proses evakuasi, dampak lain, maupun penanganan setelah kejadian tidak disebutkan dalam informasi ini, sehingga tidak dapat dipastikan dari keterangan tentang korban saja.

Hujan menjadi konteks cuaca yang disebut dalam penjelasan mengenai longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras sejak Jumat siang, 30 Oktober 2026, dan hujan berlanjut sampai Sabtu dini hari. Rentang waktu itu menunjukkan bahwa hujan tidak hanya terjadi sesaat, tetapi berlangsung selama beberapa waktu sebelum peristiwa longsor dilaporkan. Keterangan mengenai durasi dan intensitas hujan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penjelasan BPBD terkait kejadian.

Menurut Isnugroho, curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama di wilayah Kecamatan Pronojiwo berdampak pada terjadinya longsor. Dengan demikian, penjelasan yang diberikan mengaitkan kejadian tersebut dengan hujan berkepanjangan, dari siang hingga dini hari, serta intensitas yang berada pada tingkat sedang sampai deras. Hubungan itu disampaikan sebagai keterangan BPBD mengenai pemicu kejadian, bukan sebagai uraian tentang faktor lain di lokasi.

Kronologi cuaca tersebut penting untuk menjelaskan kondisi yang mendahului longsor. Hujan mulai turun pada Jumat siang, 30 Oktober 2026, lalu berlanjut hingga Sabtu dini hari. Dalam keterangan yang tersedia, durasi hujan dan curah hujan tinggi di Kecamatan Pronojiwo menjadi aspek yang ditekankan. Isnugroho menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama berdampak pada longsor di Tamanayu. Keterangan ini membantu memberikan konteks waktu atas peristiwa, sekaligus memperjelas alasan cuaca yang disampaikan oleh BPBD.

Penjelasan tersebut perlu dipahami sesuai batas informasi yang disampaikan: hujan sedang hingga deras berlangsung sejak Jumat siang sampai Sabtu dini hari, dan curah hujan tinggi dalam durasi cukup lama disebut berdampak pada longsor. Tidak ada rincian lain dalam keterangan ini mengenai penyebab atau keadaan di luar faktor hujan. Karena itu, konteks cuaca menjadi fokus untuk memahami rangkaian kejadian sebelum longsor, sebagaimana diterangkan oleh Isnugroho atas nama BPBD. Penyebutan rentang waktu dan intensitas hujan juga menempatkan kejadian dalam konteks cuaca setempat, tanpa menambahkan penjelasan yang tidak disebutkan oleh pihak berwenang.

Longsor yang menimpa rumah Imron di Tamanayu dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Kejadian berlangsung saat hujan masih turun deras, sehingga keadaan di sekitar lokasi belum memungkinkan warga untuk segera mendekat. Material longsor menimpa rumah tersebut, sementara kondisi gelap dan jarak pandang yang terbatas menambah kesulitan warga dalam memastikan keadaan penghuni rumah. Pada saat itu, listrik juga padam dan kabut tebal menyelimuti kawasan. Gabungan hujan lebat, kabut, serta ketiadaan penerangan membuat upaya pertolongan langsung dinilai berisiko. Karena itu, warga menunggu situasi lebih aman sebelum mendatangi lokasi.

Hujan mulai mereda sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah keadaan memungkinkan, warga bergerak menuju rumah yang terdampak untuk memeriksa kondisi di sana. Mereka kemudian menemukan Imron dan Hilya telah meninggal dunia setelah tertimbun material longsor. Informasi yang tersedia menyebut keduanya ditemukan setelah longsoran menimpa rumah, namun tidak merinci proses terjadinya longsor ataupun keadaan rumah secara lebih jauh. Penemuan tersebut menjadi titik penting dalam kronologi, setelah warga sebelumnya tertahan oleh cuaca buruk dan kondisi gelap. Kabut tebal dan listrik padam juga menjadi faktor yang membatasi pandangan serta akses di sekitar lokasi pada jam-jam awal kejadian.

Sekitar pukul 05.00 WIB, kejadian itu dilaporkan kepada aparat keamanan dan pihak desa. Pelaporan dilakukan setelah warga mendatangi lokasi dan mengetahui bahwa dua penghuni rumah menjadi korban. Sesudah itu, warga berupaya mengevakuasi korban dari timbunan material longsor. Urutan waktu yang dilaporkan menunjukkan bahwa kejadian berlangsung pada dini hari, sementara warga baru bisa mendekat setelah hujan mereda. Mereka kemudian menemukan korban, menyampaikan laporan kepada aparat dan perangkat desa, lalu melakukan upaya evakuasi. Kronologi tersebut menggambarkan keterbatasan pertolongan pada awal kejadian akibat cuaca, kabut, dan pemadaman listrik, serta langkah warga setelah kondisi mulai memungkinkan untuk bergerak ke lokasi.Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi longsor, kedua korban, seorang ayah dan anaknya, dibawa ke rumah orang tua mereka di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu. Jenazah kemudian dipersiapkan untuk menjalani prosesi pemakaman di kampung orang tua korban. Proses pemindahan dilakukan setelah penanganan di lokasi, sementara keluarga dan warga setempat menunggu di rumah duka. Pemakaman di kampung orang tua menjadi bagian dari pengurusan jenazah setelah musibah yang menimpa keluarga tersebut. Evakuasi dan penanganan korban berlangsung bersamaan dengan upaya warga membersihkan area terdampak.

Aparat keamanan, pihak desa, dan warga bergotong royong membersihkan material longsor yang menimbun serta menghalangi bagian rumah. Kerja bersama itu dilakukan untuk membuka area yang terdampak dan membantu penanganan setelah kejadian. Sejumlah bagian rumah korban dilaporkan mengalami kerusakan, meliputi dapur, kamar mandi, kamar belakang, dan gudang. Kerusakan pada bagian-bagian tersebut menunjukkan bahwa material longsor mencapai beberapa ruang di rumah, bukan hanya area luar. Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unsur aparat dan masyarakat, sementara kondisi bangunan yang terdampak menjadi perhatian dalam penanganan di lokasi.

Posisi rumah korban berada di bawah tebing, sementara di bagian atas tebing terdapat rumah Soleman. Dalam kejadian tersebut, pagar rumah Soleman runtuh dan menimpa rumah Imron. Longsor juga merusak bagian dapur rumah tetangga korban, Wardi. Keterangan mengenai posisi rumah dan kerusakan di sekitar lokasi menggambarkan dampak yang dialami beberapa bangunan di kawasan itu. Rumah korban, rumah Imron, dan rumah Wardi sama-sama disebut dalam laporan kerusakan, dengan bagian yang terdampak berbeda-beda. Aparat, pihak desa, serta warga melanjutkan gotong royong membersihkan material longsor dan menangani area yang terdampak. Rincian kerusakan yang disebutkan mencakup ruang-ruang di rumah korban serta bagian bangunan milik tetangga, tanpa keterangan tambahan mengenai penyebab kejadian.

banner 325x300