banner 728x250

Microsoft Pimpin Pembelian Lahan Industri Deltamas, Empat Perusahaan Data Center Serap 85,35%

Microsoft Pimpin Pembelian Lahan Industri Deltamas, Empat Perusahaan Data Center Serap 85,35%
banner 120x600
banner 468x60

Kota Deltamas | Perusahaan yang bergerak di sektor pusat data menjadi pembeli utama lahan industri di kawasan Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Dominasi tersebut terlihat dari laporan keuangan PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) untuk periode hingga 30 September 2026. Dalam daftar pembeli utama perseroan, empat perusahaan data center secara kolektif menyerap 85,35% dari total penjualan yang tercantum.

Di pembeli yang dilaporkan, PT Microsoft Operations Indonesia mencatat nilai transaksi terbesar. Hingga 30 September 2026, nilai pembelian lahan perusahaan tersebut mencapai Rp795,96 miliar. Angka itu setara dengan 30,06% dari total penjualan dalam daftar pembeli utama DMAS. Dengan porsi tersebut, Microsoft menjadi kontributor individual terbesar yang disebutkan dalam laporan untuk periode tersebut.

banner 325x300

Data ini menunjukkan besarnya peran kebutuhan infrastruktur digital dalam aktivitas penjualan lahan di kawasan industri Deltamas. Perusahaan pusat data memerlukan lokasi yang dapat mendukung pembangunan fasilitas berskala besar, termasuk kebutuhan ruang dan infrastruktur operasional. Namun, angka dalam laporan keuangan menggambarkan nilai penjualan lahan yang dicatat hingga tanggal pelaporan, bukan dengan sendirinya menunjukkan seluruh rencana investasi atau nilai pembangunan fasilitas para pembeli.

Besarnya porsi yang berasal dari empat perusahaan juga membuat komposisi penjualan DMAS pada periode tersebut terkonsentrasi pada sejumlah pembeli dari sektor yang sama. Rincian yang tersedia menempatkan Microsoft sebagai pembeli dengan nilai paling tinggi, sementara gabungan porsi empat perusahaan data center mencapai lebih dari empat perlima total penjualan dalam daftar. Perbandingan ini memberi gambaran mengenai profil permintaan lahan industri di Deltamas pada 2026, sekaligus menegaskan posisi sektor pusat data sebagai sumber transaksi yang menonjol bagi pengembang kawasan tersebut.

Meski demikian, angka hingga 30 September 2026 merupakan potret kinerja selama periode pelaporan dan dapat berubah seiring transaksi berikutnya. Nilai Rp795,96 miliar dan porsi 30,06% merujuk pada pembelian yang tercantum dalam laporan DMAS, sedangkan porsi 85,35% mencakup kontribusi empat perusahaan data center secara bersama-sama.

Dalam daftar pembeli utama lahan industri Deltamas, PT Digital Gayana Ekagrata menempati urutan pertama di tiga perusahaan yang dirinci pada bagian ini. Nilai pembelian perusahaan tersebut mencapai Rp741,50 miliar, dengan porsi sebesar 28,01%. Angka ini menunjukkan nilai transaksi sekaligus persentase yang dicatat untuk PT Digital Gayana Ekagrata dalam daftar pembelian tersebut. Dengan demikian, perusahaan ini memiliki nilai pembelian dan porsi terbesar dibandingkan dua perusahaan lain yang disebutkan setelahnya. Rincian tersebut memberikan gambaran mengenai besaran kontribusi masing-masing perusahaan terhadap pembelian lahan yang dilaporkan.

Berikutnya, PT Princeton Digital Group mencatat pembelian lahan senilai Rp446,12 miliar. Persentase yang tercantum untuk perusahaan ini adalah 16,85%. Berdasarkan urutan nilai transaksi, jumlah tersebut berada di bawah pembelian PT Digital Gayana Ekagrata dan di atas nilai yang dicatat oleh PT Indoedge Real Estate and Data Center. Penyajian nilai rupiah dan persentase secara berdampingan memudahkan pembaca membandingkan posisi PT Princeton Digital Group dengan dua nama lain dalam rincian ini. Informasi yang tersedia menyebutkan besaran transaksi dan porsinya, tanpa memuat rincian tambahan mengenai perusahaan atau lahan.

Urutan berikutnya adalah PT Indoedge Real Estate and Data Center, yang membeli lahan senilai Rp276,06 miliar atau 10,43%. Nilai tersebut menjadi yang paling rendah di tiga perusahaan yang diuraikan di sini, sebagaimana tercermin dari nominal transaksi dan persentasenya. Ketiga angka tersebut memperlihatkan urutan pembelian yang jelas: PT Digital Gayana Ekagrata sebesar Rp741,50 miliar atau 28,01%, PT Princeton Digital Group sebesar Rp446,12 miliar atau 16,85%, lalu PT Indoedge Real Estate and Data Center sebesar Rp276,06 miliar atau 10,43%. Rincian ini mempertahankan perbedaan nilai dan porsi yang dilaporkan untuk setiap perusahaan tanpa menambahkan keterangan lain di luar data transaksi tersebut.

Hingga akhir September 2026, empat perusahaan yang bergerak di sektor pusat data menyumbang penjualan lahan industri Deltamas senilai Rp2,26 triliun. Nilai tersebut setara dengan 85,35% dari total penjualan yang tercatat dalam daftar pembeli utama DMAS selama periode tersebut. Angka ini memperlihatkan besarnya porsi transaksi yang berasal dari kelompok perusahaan pusat data dibandingkan keseluruhan penjualan kepada para pembeli utama.

Kontribusi tersebut menjadi salah satu gambaran penting dari kinerja penjualan lahan DMAS pada sembilan bulan pertama 2026. Di transaksi yang menjadi perhatian, Microsoft disebut memimpin pembelian lahan industri di kawasan Deltamas. Bersama tiga perusahaan pusat data lainnya, pembelian Microsoft turut masuk dalam kelompok transaksi yang secara kolektif mencapai Rp2,26 triliun. Dengan demikian, angka 85,35% merujuk pada gabungan kontribusi keempat perusahaan, bukan porsi masing-masing pembeli secara terpisah.

Besarnya nilai penjualan kepada perusahaan-perusahaan tersebut sejalan dengan keterangan resmi perseroan mengenai sumber pendorong pendapatan pada periode itu. DMAS menyatakan bahwa sektor data center menjadi pendorong utama pendapatan hingga akhir September 2026. Keterangan tersebut memberi konteks terhadap dominasi empat perusahaan pusat data dalam daftar pembeli utama: transaksi mereka merupakan bagian yang menonjol dari penjualan lahan yang dibukukan perseroan dalam periode pelaporan.

Meski demikian, angka agregat itu tidak dengan sendirinya menjelaskan pembagian nilai transaksi di keempat perusahaan ataupun rincian luas lahan yang dibeli masing-masing pihak. Informasi yang tersedia menempatkan Rp2,26 triliun sebagai nilai gabungan dan 85,35% sebagai proporsinya terhadap total penjualan dalam daftar pembeli utama DMAS. Karena itu, gambaran yang dapat ditarik terbatas pada besarnya sumbangan kolektif mereka serta kesesuaiannya dengan pernyataan perseroan bahwa pusat data menjadi pendorong utama pendapatan. Data tersebut mempertegas hubungan permintaan lahan untuk fasilitas data center dan komposisi penjualan DMAS pada periode yang disebutkan, tanpa memberikan dasar untuk menyimpulkan perkembangan di luar periode laporan.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat peningkatan kinerja yang signifikan selama sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,65 triliun, atau hampir 3,4 kali lipat dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan tingginya kontribusi transaksi penjualan lahan, terutama dari kawasan industri Deltamas yang menjadi basis utama kegiatan usaha perseroan.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, menyampaikan bahwa pendapatan usaha DMAS mengalami kenaikan signifikan pada periode tersebut. Menurutnya, pertumbuhan itu didukung oleh realisasi penjualan lahan industri dalam jumlah besar. Peningkatan kinerja ini juga menunjukkan kuatnya permintaan terhadap kawasan industri, seiring kebutuhan perusahaan untuk mengembangkan fasilitas operasional dan infrastruktur pendukung bisnis.

Segmen industri tetap menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan usaha DMAS. Dari total Rp2,65 triliun, segmen tersebut menyumbang Rp2,54 triliun, setara dengan sekitar 96% dari keseluruhan pendapatan. Komposisi ini menegaskan bahwa penjualan lahan industri masih menjadi sumber utama penerimaan perseroan, sementara kontribusi kegiatan usaha lainnya relatif lebih kecil dalam periode sembilan bulan tersebut.

Tondy menjelaskan bahwa sebagian besar pendapatan perseroan berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada perusahaan di sektor pusat data atau data center. Permintaan dari sektor tersebut turut menjadi faktor penting dalam penyerapan lahan di Deltamas. Perusahaan pusat data memerlukan lokasi yang mendukung pembangunan fasilitas berskala besar, termasuk kebutuhan atas akses, utilitas, dan infrastruktur yang memadai. Karena itu, transaksi dengan pelaku industri data center memberikan kontribusi berarti terhadap pendapatan DMAS.

Perolehan Rp2.

Baca juga: Panduan Pembelian Tiket untuk Menyaksikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 | Pembelian Tiket Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 | Pengembangan Industri Cokelat di Kawasan Transmigrasi Papua

banner 325x300