banner 728x250

Operasi Gabungan di Kampung Boncos, Lapak Diduga Narkotika Dimusnahkan

Operasi Gabungan di Kampung Boncos, Lapak Diduga Narkotika Dimusnahkan
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Aparat gabungan menggelar operasi di kawasan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, yang dikenal sebagai Kampung Boncos, pada Senin sore, 12 Oktober 2026. Dalam penggerebekan tersebut, petugas membakar sejumlah bangunan semipermanen yang diduga digunakan sebagai lapak peredaran narkotika. Tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya penertiban terhadap lokasi yang disinyalir berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Operasi berlangsung dengan penyisiran di sejumlah bagian kawasan. Petugas memeriksa area yang diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas terkait narkotika, termasuk bangunan-bangunan semipermanen yang berada di lokasi. Penyisiran tersebut diarahkan untuk menindak dugaan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kampung Boncos, sekaligus menghentikan pemanfaatan area tersebut sebagai lapak.

banner 325x300

Kampung Boncos menjadi lokasi pelaksanaan operasi gabungan karena terdapat dugaan penggunaan sejumlah bangunan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika. Pembakaran bangunan dilakukan setelah petugas menjalankan penggerebekan dan penyisiran di kawasan Kota Bambu Selatan. Langkah ini menandai tindakan langsung aparat terhadap fasilitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika, tanpa mengubah fokus operasi dari penanganan dugaan aktivitas ilegal di lokasi tersebut.

Operasi gabungan di Kampung Boncos melibatkan 116 personel dari sejumlah unsur penegak hukum dan instansi terkait. Kekuatan tersebut dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan penyisiran terhadap lokasi yang diduga digunakan sebagai lapak narkotika. Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan adanya koordinasi lintas lembaga dalam penanganan persoalan narkotika, khususnya di wilayah yang memerlukan perhatian dan pengawasan bersama.

Unsur yang berpartisipasi terdiri atas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, BNN Provinsi DKI Jakarta, TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP. Masing-masing unsur hadir sebagai bagian dari kekuatan operasi gabungan sesuai dengan peran dan kewenangan dalam mendukung penertiban, penegakan hukum, serta pengamanan kegiatan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan operasi dapat berlangsung secara terkoordinasi.

Sebelum penyisiran dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan sebagai tahapan persiapan operasi. Apel itu dipimpin oleh Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Triyatno Pamungkas. Dalam kegiatan tersebut, personel dari berbagai unsur disatukan dalam arahan operasional yang sama sebelum bergerak ke lokasi sasaran. Apel gabungan juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel, menyelaraskan pelaksanaan tugas, serta memperkuat koordinasi selama kegiatan berlangsung.

Dengan dukungan 116 personel dan keterlibatan unsur kepolisian, BNN, TNI, serta Satpol PP, operasi ini dipersiapkan melalui pendekatan terpadu. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan dugaan aktivitas narkotika tidak hanya mengandalkan satu lembaga, tetapi membutuhkan kerja sama antarinstansi. Persiapan melalui apel gabungan menjadi langkah awal untuk menjaga ketertiban pelaksanaan operasi dan memastikan setiap unsur memahami tugasnya sebelum penyisiran dilakukan.

Sebelum petugas bergerak ke sejumlah titik di Kampung Boncos, AKBP Triyatno Pamungkas menyampaikan arahan mengenai keselamatan dan kesiapan selama operasi gabungan. Arahan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan, agar setiap personel memahami tanggung jawabnya sejak awal penindakan. Petugas diminta tetap terhadap kondisi di sekitar lokasi, memperhatikan pergerakan rekan satu tim, serta menjalankan tugas sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Dalam pengarahan itu, kewaspadaan ditekankan sebagai langkah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat muncul ketika petugas melakukan penyisiran. Setiap personel perlu menjaga fokus, tidak bertindak sendiri, dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan situasi yang memerlukan perhatian. Sikap tersebut membantu memastikan proses pemeriksaan di sejumlah titik berlangsung terukur, dengan keselamatan petugas tetap menjadi pertimbangan utama.

AKBP Triyatno Pamungkas juga menekankan penerapan sistem body system, yakni pengawasan antarpersonel selama berada di lapangan. Melalui sistem ini, setiap petugas saling memantau dan memberikan dukungan, sehingga pergerakan tim dapat berlangsung lebih aman dan terkoordinasi. Pengawasan antarpersonel juga menjadi cara untuk mengurangi risiko kelalaian ketika tugas dilakukan di lokasi yang memiliki karakteristik berbeda-beda.

Selain aspek keselamatan, kejelasan arahan komando menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Setiap instruksi perlu disampaikan dan dipahami secara seragam agar langkah petugas tetap berada dalam satu koordinasi. Dengan komunikasi yang jelas, keputusan di lapangan dapat diambil berdasarkan arahan pimpinan dan tidak menimbulkan perbedaan pemahaman antaranggota. Penekanan ini menunjukkan bahwa kesiapan operasi tidak hanya berkaitan dengan personel dan peralatan, tetapi juga dengan disiplin, komunikasi, serta kepatuhan terhadap rantai komando. Arahan tersebut disampaikan untuk mendukung penindakan yang tertib sekaligus mengantisipasi kendala yang mungkin muncul selama kegiatan berlangsung.

Setelah apel, personel gabungan bergerak menyisir sejumlah titik di kawasan Kampung Boncos. Penyisiran dilakukan untuk menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Petugas memeriksa area yang dinilai rawan, termasuk bangunan dan lapak yang selama ini menjadi perhatian dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan itu, petugas menemukan sebuah bangunan semipermanen yang disebut digunakan sebagai lapak narkotika. Bangunan tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar. Tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari langkah pemberantasan narkotika sekaligus upaya menghilangkan sarana yang diduga mendukung aktivitas peredaran barang terlarang di lokasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan. Menurut dia, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, atau P4GN. Operasi gabungan tersebut juga menjadi tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Arahan tersebut mencakup penguatan pencegahan peredaran narkotika serta penanganan dan pemulihan bagi pengguna narkoba. Karena itu, penindakan di lapangan tidak hanya diarahkan untuk menghambat jaringan peredaran, tetapi juga mendukung upaya pemulihan masyarakat yang terdampak penyalahgunaan narkoba. Kampung Boncos kembali menjadi sasaran operasi gabungan untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Baca juga: STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR | Dua Rumah Warga Lok Batu Terbakar, Babinsa Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat | 11 September 2026: Embong Miring Kembali Disorot, 11 Perempuan Diamankan dalam Operasi Pekat

banner 325x300