banner 728x250

Sisihkan 10 Peserta, Perpustakaan Pondokkelor Pintar Raih Predikat Terbaik Kabupaten Probolinggo 2026

Sisihkan 10 Peserta, Perpustakaan Pondokkelor Pintar Raih Predikat Terbaik Kabupaten Probolinggo 2026
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Perpustakaan “Pondokkelor Pintar” Desa Pondokelor, Kecamatan Paiton, berhasil meraih Juara I dalam Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Terbaik Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo.

Pengumuman pemenang disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Jabung I Kantor Bupati Probolinggo, Senin (22/6/2026). Penetapan pemenang diumumkan langsung oleh dewan juri dan dihadiri Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, beserta para finalis lomba perpustakaan desa dan kelurahan terbaik tahun 2026.

banner 325x300

Dalam kompetisi tersebut, Juara II diraih Perpustakaan “Aqila” Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan. Sementara Juara III diraih Perpustakaan “Jendela Dunia” Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan. Adapun Harapan I diraih Perpustakaan “Alas Tengah” Desa Alas Tengah, Kecamatan Paiton dan Harapan II diraih Perpustakaan “Harapan Bangsa” Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan.

Lomba ini diikuti oleh 11 desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan komponen utama, yakni koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, layanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi dan kreativitas, serta dampak perpustakaan terhadap masyarakat.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian lomba hingga tahap akhir. Menurutnya, partisipasi para desa menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.

“Dari total 325 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 11 desa berhasil mengikuti seluruh tahapan lomba perpustakaan desa. Semangat dan dedikasi para peserta menjadi modal penting dalam membangun perpustakaan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ulfiningtyas menjelaskan, seluruh peserta telah melewati proses penilaian yang cukup panjang dan tidak mudah. Karena itu, keikutsertaan dalam lomba ini menjadi bentuk nyata komitmen desa dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan literasi masyarakat.

Ia menambahkan, pelaksanaan lomba tahun 2026 mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional. Dukungan tersebut memungkinkan program pembinaan perpustakaan desa terus berjalan dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Penyelenggaraan lomba perpustakaan desa dan kelurahan tahun 2026 ini didukung melalui anggaran dari pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional, sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh wilayah,” katanya.

Lebih lanjut, Dispersip Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan pemerintah kecamatan secara lebih aktif dalam pembinaan dan pendampingan perpustakaan desa.

Menurut Ulfiningtyas, kecamatan memiliki peran strategis dalam memberikan motivasi serta penguatan kapasitas kepada desa-desa agar kualitas pengelolaan perpustakaan terus meningkat.

“Ke depan kami berharap kecamatan juga menjadi bagian penting dalam penguatan perpustakaan desa. Kecamatan dapat memberikan motivasi dan pembinaan kepada desa-desa di bawah naungannya sehingga kualitas perpustakaan terus meningkat dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Meski demikian, Ulfiningtyas menegaskan bahwa seluruh peserta sejatinya merupakan pemenang. Sebab, proses yang telah dilalui menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan inovasi dan layanan perpustakaan di desa masing-masing.

Ia juga mengingatkan para peraih penghargaan agar tidak cepat berpuas diri dan terus berinovasi demi meningkatkan manfaat perpustakaan bagi masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya penghargaan yang diraih, tetapi bagaimana perpustakaan tetap hidup, berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Dispersip Kabupaten Probolinggo akan terus melakukan pembinaan dan monitoring terhadap perpustakaan desa, termasuk mengunjungi perpustakaan-perpustakaan yang telah meraih prestasi guna memastikan keberlanjutan program literasi yang telah dibangun.

“Kami akan terus melakukan pembinaan dan melihat langsung perkembangan perpustakaan desa agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti setelah lomba selesai,” pungkasnya.

Pewarta: Bambang

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *