Jakarta | Sigit Pramono, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Abdi Waluyo, menegaskan bahwa teknologi memiliki peran semakin besar dalam membentuk layanan kesehatan modern. Perkembangan teknologi medis tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat canggih, tetapi juga dengan kemampuan rumah sakit mengolah informasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan ketepatan tindakan klinis. Dalam konteks tersebut, kecerdasan buatan menjadi salah satu inovasi yang berpotensi membantu tenaga kesehatan menghasilkan diagnosis dan terapi secara lebih cepat, akurat, serta optimal.
Pemanfaatan kecerdasan buatan di dunia medis diarahkan untuk mendukung, bukan menggantikan, pertimbangan profesional dokter. Teknologi ini dapat membantu menganalisis berbagai data kesehatan, mengenali pola yang relevan, dan menyediakan informasi pendukung ketika tenaga medis menentukan langkah perawatan. Dengan dukungan tersebut, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih efisien sekaligus tetap berlandaskan keselamatan pasien. Setiap penerapan teknologi juga perlu mengikuti prinsip evidence-based medicine, sehingga keputusan klinis didasarkan pada bukti ilmiah, evaluasi yang terukur, dan pertimbangan etis.
Lebih jauh, inovasi digital membuka peluang bagi rumah sakit untuk memberikan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan respons setiap pasien. Pendekatan ini penting karena karakteristik kesehatan seseorang tidak selalu dapat ditangani melalui metode yang seragam. Rumah Sakit Abdi Waluyo memadukan teknologi, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi tersebut. Kesiapan dokter, perawat, dan tenaga pendukung dalam memahami serta menggunakan teknologi menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan pasien. Melalui perpaduan itu, rumah sakit berupaya mewujudkan personalized patient care, yaitu layanan yang berorientasi pada keselamatan, ketepatan, kenyamanan, dan kebutuhan individual pasien.
Penguatan layanan medis di Abdi Waluyo dibangun melalui fondasi digital yang menghubungkan informasi klinis dengan perangkat diagnostik. Rekam medis digital yang terintegrasi dengan hasil CT scan dan MRI memungkinkan dokter mengakses data pasien secara lebih cepat, lengkap, dan terstruktur. Integrasi tersebut membantu proses penilaian kondisi pasien, perbandingan hasil pemeriksaan, serta penentuan tindakan berdasarkan informasi yang konsisten. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyimpanan data, tetapi juga mendukung ketepatan pengambilan keputusan medis.
Menurut Sigit, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di rumah sakit telah dimulai sejak 2004. Langkah ini menjadi bagian dari upaya awal untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan akurasi pelayanan. Perkembangan berikutnya ditandai dengan posisi Abdi Waluyo sebagai rumah sakit pertama yang menggunakan 64-slice CT, cathlab, dan first cardiac imaging. Kehadiran perangkat tersebut memperluas kemampuan pemeriksaan, khususnya untuk memperoleh gambaran kondisi tubuh dan jantung secara lebih mendalam.
Pada 2015, Abdi Waluyo kembali menjadi rumah sakit pertama yang memakai 512-slice CT Revo dan MRI 1,5 T. Pembaruan ini memperkuat kapasitas diagnostik dengan menyediakan pemeriksaan yang lebih terperinci sesuai kebutuhan klinis. Setiap hasil pemeriksaan dapat ditempatkan dalam alur informasi pasien melalui rekam medis digital, sehingga dokter memiliki dasar data yang lebih menyeluruh ketika menyusun diagnosis maupun rencana terapi.
Pembaruan perangkat tidak berjalan sendiri. Abdi Waluyo juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar tenaga medis dan tenaga pendukung mampu menggunakan, membaca, serta mengelola teknologi tersebut secara tepat. Pelatihan dan pengembangan keahlian menjadi unsur penting untuk memastikan manfaat AI, CT scan, MRI, dan sistem digital diterapkan secara optimal. Perpaduan infrastruktur modern, integrasi data, dan kesiapan tenaga profesional menjadi dasar bagi pelayanan yang lebih akurat, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Perkembangan inovasi medis di Abdi Waluyo berlanjut melalui penerapan teknologi yang dirancang untuk memberikan terapi efektif dengan beban tindakan yang lebih ringan bagi pasien. Sigit menyampaikan bahwa pada 2023, Abdi Waluyo menjadi rumah sakit pertama yang menggunakan teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) untuk terapi mioma dan adenomyosis. Pencapaian ini menandai perubahan penting dalam penanganan kedua kondisi tersebut, yang sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan prosedur pembedahan.
HIFU bekerja dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik berintensitas tinggi yang diarahkan secara terfokus ke jaringan sasaran. Terapi ini tidak membutuhkan pembedahan maupun sayatan, sehingga pendekatannya berbeda dari operasi konvensional. Prosedur dilakukan dengan sedasi ringan dan ditujukan untuk memberikan terapi yang optimal serta terstandar. Selain itu, HIFU dinilai efektif dan aman, dengan proses tindakan yang berpotensi mengurangi trauma pada tubuh serta mendukung pemulihan pasien secara lebih nyaman.
Penerapan teknologi tersebut memperlihatkan bagaimana layanan medis berkembang menuju prosedur yang semakin minimal invasif. Pengurangan kebutuhan sayatan dapat membantu menekan risiko yang berkaitan dengan operasi, termasuk nyeri, perdarahan, dan waktu pemulihan yang lebih panjang. Meski demikian, pemilihan terapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien melalui evaluasi dan pertimbangan klinis yang menyeluruh.
Langkah berikutnya tercatat pada 2024, ketika Abdi Waluyo menjadi rumah sakit pertama yang menggunakan teknologi Resum untuk tata laksana prostat. Kehadiran teknologi ini memperluas penerapan pendekatan berbasis tindakan minimal invasif pada bidang urologi. Rangkaian pencapaian tersebut menunjukkan arah transformasi layanan kesehatan, dari prosedur invasif menuju tindakan yang lebih presisi, terukur, dan berpotensi semakin mendekati metode non-invasif. Dengan dukungan teknologi, rumah sakit dapat mengembangkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada hasil terapi, tetapi juga pada keselamatan, kenyamanan, dan standar pelayanan pasien.
Menurut Sigit, pemanfaatan teknologi medis, termasuk kecerdasan buatan (AI), memberikan manfaat bagi pasien maupun tenaga kesehatan. AI dapat membantu proses diagnosis dengan mengolah informasi medis dan mendukung tenaga kesehatan dalam mengenali kondisi pasien secara lebih terarah. Penggunaannya juga tidak berhenti pada tahap diagnostik, tetapi dapat menunjang aspek terapeutik, terutama dalam pemanfaatan perangkat medis dan alat bedah. Dengan dukungan teknologi tersebut, tindakan medis dapat dilakukan secara lebih presisi dan terukur.
Peningkatan presisi berperan dalam mendukung keselamatan pasien serta mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi. Tindakan yang lebih akurat juga dapat membantu mempercepat proses pemulihan, sehingga pasien berpeluang menjalani masa perawatan yang lebih singkat dan pulang lebih cepat. Bagi tenaga kesehatan, teknologi dapat mendukung pelaksanaan prosedur dengan informasi dan perangkat yang lebih sesuai dengan kebutuhan tindakan, tanpa menggantikan pertimbangan klinis yang diperlukan dalam merawat setiap pasien.
Salah satu teknologi yang disebutkan adalah HIFU (high-intensity focused ultrasound), yang memungkinkan pemulihan lebih cepat. Keunggulan tersebut dinilai menguntungkan secara ekonomi bagi pasien, terutama karena kasus mioma disebut semakin meningkat di masyarakat Indonesia. Meski teknologi membantu memperluas pilihan penanganan, keputusan terapi tetap dilakukan setelah diagnosis diperoleh. Tenaga kesehatan menerapkan evidence-based medicine dengan memilih terapi terbaik berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Perbedaan kondisi klinis dan kultur membuat pendekatan terapi tidak dapat diseragamkan. Karena itu, AI, perangkat medis, dan alat bedah digunakan sebagai pendukung proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan tindakan, sementara pilihan akhir tetap disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan pertimbangan medis yang relevan.
Baca juga: Inovasi Baru BGN: Marketplace untuk Pengadaan Makanan Bergizi | Inovasi AI Asuransi Astra untuk Deteksi Kecurangan Klaim | Peluncuran Seri Redmi Note 17 di Pasar Indonesia: Inovasi dan Kualitas Terbaru






