banner 728x250

Gerakan Pangan Murah Jangkau 24 Kecamatan Probolinggo, Harga Beras Terkendali

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok, terutama beras, diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di seluruh wilayah kabupaten. Program yang dimulai sejak 23 September hingga 1 Oktober 2025 ini menjangkau 24 kecamatan secara bergantian setiap harinya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras berkualitas dengan harga stabil. “Melalui program Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

banner 325x300

Program GPM ini digelar atas kerja sama DKP Kabupaten Probolinggo dengan Bulog Divre Probolinggo. Beras yang disalurkan adalah jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga yang ditawarkan Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per kemasan 5 kilogram. Masyarakat diberi kuota maksimal dua sak setiap kali pembelian agar distribusi lebih merata.

Menurut Yahyadi, program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah menekan gejolak harga di tengah fluktuasi pasar. “Dengan adanya penyaluran beras SPHP, kami secara tidak langsung membantu masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menjaga daya beli serta kestabilan harga,” terangnya.

Setiap kecamatan mendapat alokasi sebanyak 3,5 ton beras SPHP. Hingga Kamis (25/9), tercatat sekitar 300 ton beras telah tersalurkan di seluruh kecamatan yang sudah disambangi GPM. Tak hanya melalui pasar tradisional, distribusi beras juga diperluas lewat jaringan 84 kios dan toko di luar pasar agar lebih banyak masyarakat yang bisa menjangkau produk tersebut.

“Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan masyarakat dalam mengakses beras murah dan berkualitas. Kami terus memperluas distribusi melalui jaringan toko dan kios di luar pasar agar lebih banyak masyarakat yang bisa menjangkau produk dari beras SPHP,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi. Stok beras selalu habis setiap kali GPM digelar. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Laporan harian yang kami sampaikan ke Bapak Bupati di grup WhatsApp Pemkab Probolinggo selalu menunjukkan bahwa beras habis terjual setiap hari,” ungkap Yahyadi.

Ia menegaskan tujuan utama dari Gerakan Pangan Murah ini adalah menjaga stabilitas harga pangan, terutama komoditas beras, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Kami berharap dengan terselenggaranya program ini, gejolak harga di tingkat konsumen dapat dikendalikan,” ujarnya.

Selain itu, Yahyadi menyebut program ini merupakan bagian dari solusi jangka pendek dalam menghadapi naiknya harga kebutuhan pokok di pasaran. Dengan pasokan langsung dari Bulog, harga beras bisa ditekan dan distribusinya lebih merata hingga ke tingkat desa.

“Kami berharap masyarakat terus mendukung program ini dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Ini adalah bentuk nyata hadirnya pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau,” pungkasnya.

(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *