banner 728x250
Polri  

Dari Klaten, Kapolri Luncurkan Jembatan Merah Putih Presisi untuk Keselamatan dan Ekonomi Desa

Dari Klaten, Kapolri Luncurkan Jembatan Merah Putih Presisi untuk Keselamatan dan Ekonomi Desa
banner 120x600
banner 468x60

KLATEN, Jawa Tengah — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah rampung dibangun di berbagai wilayah Provinsi Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Peresmian terpusat di Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendukung program pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan, sekaligus menghadirkan akses yang aman dan layak bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi warga.

banner 325x300

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, dalam laporannya di hadapan Kapolri, menegaskan komitmen Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk berada di garis terdepan dalam menyukseskan program pemerintah.

Menurut Kapolda, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak semata-mata dimaknai sebagai proyek infrastruktur, melainkan juga sebagai sarana memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Peresmian jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik warga dua desa, tetapi juga menghubungkan ikatan batin antara Polri dengan masyarakat,” ujar Ribut.

Usai peresmian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang dinilai cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Arahan tersebut muncul dari keprihatinan Presiden terhadap kondisi masyarakat desa, khususnya anak-anak sekolah yang selama ini harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh akibat ketiadaan jembatan yang layak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah dan seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk menjamin keselamatan anak-anak dan masyarakat desa,” kata Kapolri.

Kapolri mengungkapkan bahwa hingga saat ini secara nasional telah terbangun 171 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 63 jembatan berada di wilayah Jawa Tengah, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan kontribusi pembangunan jembatan terbanyak.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan jembatan. Menurut Kapolri, partisipasi warga menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.

“Terima kasih kepada jajaran yang melibatkan masyarakat sekitar dalam pengerjaan jembatan. Interaksi ini penting untuk mempererat hubungan Polri dan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat,” lanjutnya.

Kapolri berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga, mulai dari memudahkan akses pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah menjelaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Klaten dibangun dalam waktu dua minggu dengan melibatkan tenaga teknis sipil guna memastikan kekuatan serta keamanan konstruksi. Jembatan tersebut memiliki panjang 15 meter, lebar 4 meter, dan mampu dilalui kendaraan dengan kapasitas beban hingga 4–5 ton.

“Pembangunan jembatan ini menelan anggaran sebesar Rp 400 juta yang bersumber dari dana swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk desa. Jembatan ini kini menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan melintasi Sungai Dengkeng,” jelas Ribut.

Sebelumnya, di lokasi tersebut pernah berdiri jembatan swadaya yang dibangun masyarakat pada tahun 1981. Namun, jembatan itu roboh akibat banjir besar pada 2021. Selama hampir lima tahun, warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh, termasuk 371 siswa dari empat sekolah yang harus menempuh perjalanan lebih panjang setiap hari.

Dengan selesainya pembangunan jembatan baru, akses bagi warga dari dua desa, sebelas dusun, dan sekitar 890 kepala keluarga kini kembali terhubung. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi waktu tempuh masyarakat dalam beraktivitas.

Kapolda juga melaporkan bahwa dari 63 Jembatan Merah Putih Presisi yang direncanakan dibangun di Jawa Tengah, sebanyak 19 jembatan telah selesai, 15 jembatan masih dalam tahap pembangunan, 4 jembatan segera dikerjakan, dan 15 titik lainnya masih dalam proses survei serta perencanaan.

“Kami berharap jembatan-jembatan ini tidak hanya menghubungkan wilayah secara fisik, tetapi juga menguatkan ikatan batin antara Polri dan masyarakat. Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjadi yang terdepan dalam menyukseskan program pemerintah,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyatakan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran Polri yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi konkret atas kebutuhan masyarakat.

“Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat,” pungkas Artanto.

(Muhshoni/)*

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *