banner 728x250

HPSN 2026 dan Dukung Jalin SAE, Kecamatan Gending Gelar Kurve Jum’at SAE GAS MASS di Pantai Utara Desa Gending

HPSN 2026 dan Dukung Jalin SAE, Kecamatan Gending Gelar Kurve Jum’at SAE GAS MASS di Pantai Utara Desa Gending
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sekaligus mendukung program Jaga Lingkungan (JALIN) SAE Bupati Probolinggo serta gerakan GAS MASS (Gending Atasi Sampah Masyarakat Asri Sehat Sejahtera), Pemerintah Kecamatan Gending menggelar Kurve Jum’at SAE GAS MASS di Pantai Utara Desa Gending Kecamatan Gending, Jum’at (27/2/2026) pagi.

Kegiatan ini diisi dengan kerja bakti massal pembersihan sampah pantai, edukasi pengelolaan sampah serta rencana penghijauan untuk mencegah abrasi. Edukasi menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo.

banner 325x300

Aksi tersebut melibatkan Forkopimka Gending, staf Kecamatan, Puskesmas, PLKB, BPP, Korwil Dikdaya, PGRI, perwakilan kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Gending, PT Sasa Inti, PT SGN/PG Gending, Muslimat, Fatayat, kader desa, kelompok nelayan hingga Komunitas Alam Hijau.

Camat Gending Winda Permata Erianti menegaskan komitmennya dalam menggerakkan masyarakat menjaga lingkungan pesisir. “Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan kurve Jum’at SAE dan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Karena Kecamatan Gending sekarang sudah punya gerakan lingkungan yaitu GAS MASS, maka kami gerakkan masyarakat sekaligus edukasi pembersihan di Pantai Utara Desa Gending,” ujarnya.

Menurut Winda, Pantai Utara memiliki potensi wisata cukup besar, namun kondisinya memprihatinkan akibat tumpukan sampah dan limbah potongan kain yang dipasang warga untuk menahan abrasi.

“Pantai Utara ini sebetulnya punya potensi wisata. Namun kondisinya sangat kotor. Masyarakat belum punya edukasi terkait masalah sampah. Mereka sengaja menaruh potongan kain di tepi pantai dengan niat menahan abrasi, tapi tidak paham bahwa itu justru mencemari lingkungan dan merusak mangrove,” jelasnya.

Winda mengungkapkan tingkat abrasi di kawasan tersebut sudah sangat parah dan sering memicu banjir rob saat gelombang pasang. Upaya penanaman mangrove sebelumnya pun kerap gagal.

“Beberapa kali sudah dilakukan penghijauan dan penanaman mangrove, tetapi selalu gagal. Kami menemukan ada mangrove yang tumbang karena akarnya terlilit limbah kain. Jadi sebelum penanaman ulang, limbah-limbah ini harus direklamasi besar-besaran, dikeruk dan dibersihkan menggunakan alat berat,” tegasnya.

Lebih lanjut Winda menekankan persoalan ini lebih disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat. “Kami melihat ini karena ketidaktahuan, bukan kesengajaan. Selama ini mereka belum tersentuh edukasi pemerintah, sehingga tidak paham bahwa cara itu justru merusak ekosistem,” terangnya.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Gending berencana melakukan pembersihan lanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk pemulihan kawasan pesisir, termasuk rencana penanaman mangrove jenis api-api (Avicennia) yang dinilai lebih sesuai dengan karakteristik pantai berpasir di wilayah tersebut.

“Insya Allah satu bulan lagi kami akan kembali ke sana. Tahun depan kami berharap ada penanaman mangrove kembali dengan melibatkan berbagai pihak. Pantai Utara Desa Gending ini benar-benar butuh ditolong,” tambahnya.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh OPD dan kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo sesuai Instruksi Bupati Probolinggo Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Gerakan Jaga Lingkungan (JALIN) SAE, yang menekankan larangan membuang sampah sembarangan, peningkatan pengawasan serta aksi kerja bakti massal. (Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *